Sabtu

15 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 26 Februari 2018 | 00:02 WIB

    Telah dibaca 274 kali

    Danau Toba Jorok, DPRDSU Soroti Peran BPODT

    Budiman Pardede
    Sekretaris Komisi A DPRDSU Fanotona Waruwu saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Kendati Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) telah dilantik Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta pada Rabu 30 November 2016 sesuai  Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba, toh kondisi Danau Toba masih saja tetap jorok dan tidak ada hal-hal istimewa berkembang. Tiga tugas inti BPODT pun disoroti kritis oleh Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Fanotona Waruwu. Mungkinkah Danau Toba gaet 1 juta wisata mancanegara per tahun ?

     

    Kondisi jorok dan tidak adanya perkembangan infrastruktur Danau Toba dibuktikan melalui kunjungan jurnalistik www.MartabeSumut.com ke sana pada Kamis - Jumat (15-16/2/2018). Betapa tidak, dari salah satu hotel bernama Pelangi di Parapat, www.MartabeSumut.com menyaksikan perairan Danau Toba dipenuhi sampah, tanaman eceng gondok dan gundukan potongan limbah kayu. Ironisnya lagi, tatkalawww.MartabeSumut.com melakukan perjalanan ke Tomok dan Tuktuk, dari atas kapal terlihat jelas limbah-limbah sejenis memenuhi Danau Toba. Realitas tersebut dipertanyakan www.MartabeSumut.com kepada Jonatan, salah satu pegawai Hotel Pelangi Parapat. "Iya Bang, masih begitulah keadaannya. Tiap pagi ada sampah datang dari permukiman dan pinggiran," ungkap Jonatan spontan, kala itu. Ketika ditanya sudah berapa lama pemandangan begitu terjadi, Jonatan sulit memastikan. Namun dia memperkirakan telah lama berlangsung karena tampak setiap hari dari hotel. "Kalo pagi jam 10-an, saya lihat ada yang membersihkan. Mereka naik kapal kecil dan menarik semua sampah dari Danau Toba," terangnya.

     

    DPRDSU Soroti Peran BPODT

     

    Terpisah, Minggu siang (25/2/2018), www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Fanotona Waruwu. Berbicara melalui saluran telepon, poltiisi Partai Hanura ini terdengar sinis memberi jawaban. "Saya rasa Kepala BPODT Arie Prasetyo punya 3 tugas inti mengembangkan destinasi pariwisata Danau Toba sesuai Perpres No 49/2016. Diantaranya, pertama, menyusun master plan pengembangan pariwisata Danau Toba yang disebut-sebut menggunakan dana hibah World Bank dan ditarget rampung 2017. Kedua, akselerasi koordinasi pelaksaan master plan melalui dukungan dana secara vertikal di Kementerian Perhubungan, PUPR serta SKPD Pemda se-kawasan Danau Toba dalam membangun infrastruktur. Ketiga, mengelola kawasan pariwisata terintegrasi di lahan seluas 500 Hektare di Desa Sibisa Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir. "Katanya sih Danau Toba mau dijadikan Monaco of Asia dan Nusa Dua Bali ? Tapi kenapa sampai 2018 ini Danau Toba masih jorok ? Kenapa tidak ada perubahan apapun yang istimewa ? Lalu apa kerja 7 orang pusat yang duduk di BPODT itu," sindir Fanotona.

     

     

    Gaji Fantastis tapi Kegiatan Sekadar Demonstratif

     

    Pada sisi lain, Fanotona menyoroti pula gaji/honorarium 7 pelaksana BPODT melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 109 Tahun 2017 yang dikeluarkan 7 Desember 2017. Peraturan Presiden itu telah pula diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada 8 Desember 2017. Hasilnya pun disebut Fanotona cukup fantastis. Besaran honorarium Direktur Utama Rp. 30 jutaan, Direktur Rp. 23 jutaan, Satuan Pemeriksa Internal Rp. 16 jutaan, Kepala Divisi Rp. 13 jutaan serta pegawai pelaksana Rp. 6 jutaan. "Lalu kerjanya apa ? Kok Danau Toba jorok dan tak ada kemajuan," herannya. Legislator asal Dapil Sumut VIII Kepulauan Nias ini kembali mengkritik kalender pariwisata Danau Toba 2017. Dia mencontohkan, kalender kegiatan yang mencantumkan sekira 17 kegiatan yang diperankan 8 kab/kota sekitar Danau Toba, itu terkesan demonstratif serta tidak menyentuh esensi perbaikan ekosistem Danau Toba. "Gimana wisman datang 1 juta tiap tahun bila Danau Toba jorok ? Kok tak ada kemajuan setelah hampir 2 tahun BPODT dilantik ? Kalo cuma kegiatan demonstratif, dari dulu ada kok yang namanya Pesta Danau Toba setiap tahun," tutup Fanotona.

     

    Kalender Pariwisata 2017 Danau Toba

     

    Perlu diketahui, pada tahun 2017 ada 17 agenda pariwisata yang dilakasanakan terkait memajukan kawasan Danau Toba. Meliputi: Coffee Festival Toba, 20-21 Mei 2017, Soposurung Art Festival, 16-17 Juni 2017, Pesta Bunga dan Buah (Kabupaten Karo 6-9 Juli 2017, Festival Gondang Sabangunan (Kabupaten Humbanghas 24 Juli 2017), Toba Nauli Photo Contest & Exhibition, 27-30 Juli 2017, International Toba Kayak Marathon (Kabupaten Tobasa 28-30 Juli 2017), Paralayang (Kabupaten Tapanuli Utara 15-17 Agustus 2017), Toba Granfondo 18-19 Agustus 2017, Toba Rock 25 Agustus 2017, Karnaval Pesona Danau Toba (Kabupaten Tobasa 26 Agustus 2017), Pesta Oang-oang (Kabupaten Pakpak Bharat 6-7 September 2017), Festival Danau Toba (Prov Sumut/Kab. Humbahas 6-9 September 2017), Pesta Budaya Njuah-Njuah (Kabupaten Dairi 26-30 September 2017), Pesta Rondang Bittang (Kabupaten Simalungun 28-30 September 2017), ExCOTISM TOBA BLUE 7-9 Oktober 2017, Toba Trail Run 2017 pada 21 Oktober 2017, Samosir Jazz Seasons (Kabupaten Samosir 28 Oktober 2017). (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER