Sabtu

15 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 20 Februari 2018 | 23:53 WIB

    Telah dibaca 274 kali

    Donald Lumban Batu Sindir Bandara Silangit Belum Standard Bertaraf Internasional

    Budiman Pardede
    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Donald Lumban Batu, SE, saat diwawancarai di gedung Dewan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan status Bandara Silangit sebagai bandara internasional pada (28/10/2017) dan diikuti peresmiannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (24/11/2017), hingga kini operasional bandara yang terletak di Siborong-borong Kab Tapanuli Utara Provinsi Sumut itu belum standard disebut bertaraf internasional. Alasannya, terlalu banyak fasilitas publik yang belum tersedia alias minim.

     

    Sindiran skeptis tersebut disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Donald Lumban Batu, SE kepada www.MartabeSumut.com, Rabu pagi (14/2/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, sudah beberapa kali singgah di Bandara Silangit karena harus melakukan perjalanan memakai transportasi udara. Setelah melihat realitas di sana, Donald pun mengaku terkejut. Bukan apa-apa, Donald menyaksikan fasilitas bandara yang jauh panggang dari api alias tidak sesuai publikasi "wah" yang digembar-gemborkan. "Masak untuk buang air kecil saja toiletnya cuma 1 ? Apa sudah pantas disebut internasional ? Saya rasa belum standard," singkapnya.

     

    Publikasi Harus Sesuai Fakta

     

    Anggota Komisi D DPRDSU membidangi pembangunan itu pun menyatakan kurang setuju bila publikasi yang tidak sesuai fakta cenderung masif dilakukan lantaran asumsi PT Angkasa Pura II (Persero) dan pemerintah punya program promosi wisata Danau Toba. Menurut Donald, ketika Bandara Silangit dinyatakan berstatus internasional sejak 28 Oktober 2017 dan ditandai dengan penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Bandara Changi Singapura ke Silangit bernomor penerbangan GA 8510 pukul 13.30 WIB, seyogianya fasilitas pendukung penumpang harus dituntaskan. Apalagi bandara berkapasitas 500.000 penumpang/tahun ini disebut-sebut dilengkapi fasilitas CIQ (Custom, Immigration, Quaratine), runway dengan panjang 2.650 x 30 meter dan PCN yang bisa mengakomodasi pesawat berbadan sempit Airbus A320 dan Boeing 737-800. Belum lagi kesiapan bandara yang diklaim mampu mengimplementasikan fitur "smart airport" dengan teknologi digital berupa Wi-Fi gratis, display jadwal bus dan penerbangan, e-payment, mesin tiket bus, e-kios, informasi turis, self check-in hingga berbagai fitur digital. Artinya, ungkap Donald lagi, semua yang dipromosikan besar tersebut hanya kesia-siaan belaka tatkala realitasnya tidak sesuai kenyataan. "Jangan-jangan bukan kencing saja kita susah cari toilet. Ketika kita coba Wi-Fi gratis, malah gak bisa masuk-masuk ke jaringan internet," sindir Donald tersenyum.

     

    Bagi Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Sumut IX Kab Taput, Kab Tobasa, Kab Humbahas, Kab Samosir, Kab Tapteng dan Kota Sibolga itu, dirinya mendukung penuh memajukan pariwisata nasional semisal Danau Toba. Donald mengakui, saat ini pemerintah memang fokus mengembangkan 3 destinasi wisata nasional diantaranya Candi Borobudur yang didukung Bandara Internasional Adi Sucipto, Mandalika didukung Bandara Internasional Lombok Praya serta dan Danau Toba yang didukung Bandara Silangit. "Cuma jangan asal promosi. Yang benar dong, kan kasihan masyarakat. Tolong benahi infrastruktur dan fasilitas yang belum standard di Silangit," imbau Donald dengan nada tinggi. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER