Minggu

22 Jul 2018

Pengunjung Hari Ini : 1.470,   Bulan Ini : 38.940
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 16 Desember 2017 | 02:25 WIB

    Telah dibaca 521 kali

    Sistem Faskes BPJS Picu Kekesalan, Fanotona Waruwu Imbau RS Mitra Sejati Tak Utamakan Administrasi

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Fanotona Waruwu (kiri) dan RS Mitra Sejati Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Fanotona Waruwu kecewa kepada manajemen Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati Jalan Tritura Medan. Pasalnya, pelayanan rumah sakit dinilai mengedepankan administrasi daripada keselamatan dan kemanusiaan.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Kamis sore (14/12/2017) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Fanotona membeberkan, pada Minggu sore (10/12/2017), putrinya Clara Lachominia Waruwu tiba-tiba diserang demam tinggi. Cemas melihat realitas tersebut, Fanotona langsung membawa Clara ke RS Mitra Sejati. Namun setiba di rumah sakit, pengelola dan dokter justru mengarahkan ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat I Klinik Harapan Bunda 2 di kawasan Deli Tua. Fanotona mengatakan, saat berada di rumah sakit, anaknya Clara menunggu lama hampir 1 jam untuk diperiksa dokter. Dan setelah diperiksa, hasilnya juga sangat tidak jelas. "Saya disuruh ke Faskes Klinik Harapan Bunda 2 meminta rujukan. Alasannya karena saya mendaftarkan anak sebagai pasien BPJS Kesehatan. Masak orang sakit disuruh lagi pindah-pindah. Birokrasi apaan itu," sesal Fanotona.

     

    Politisi Partai Hanura ini memastikan, apa yang dialami tersebut membuktikan bahwa RS Mitra Sejati mengedepankan administrasi daripada pelayanan kesehatan dan kemanusiaan. "Kenapa saya disuruh ke rumah sakit lain sedangkan anak saya demam tinggi ? Kata mereka, bila Faskes tutup bisa kembali lagi untuk membuat surat pernyataan. Aneh," geram Fanotona.

     

    Sistem Faskes BPJS Rugikan Rakyat

     

    Pada sisi lain, anggota Komisi A DPRDSU membidangi hukum/pemerintahan itu menegaskan, sistem Faskes BPJS sangat merugikan rakyat. Sebab pasien dibuat berputar-putar dan bingung padahal penanganan kesehatan harus prioritas. "Gimana kalo kita sakit di luar daerah atau jauh dari lokasi Faskes ? Apa mau mati dulu pasien," sindirnya, seraya meminta sistem Faskes diubah secara Nasional.

     

    Terpisah sebelumnya, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Bagian Informasi RS Mitra Sejati, Hanna, Minggu malam (10/12/2017) di RS Mitra Sejati. Hanna menjelaskan, sesuai aturan BPJS Kesehatan, pihaknya tetap melayani siapapun pasien yang masuk. Bila pasien mendaftar BPJS, terang Hanna, maka pelayanan yang diberikan harus memastikan kondisi pasien sedang emergency atau darurat. Kalau tidak, akan diarahkan ke Faskes rujukan tingkat pertama. "Pasien yang masih bisa berjalan kita sarankan ke Faskes dulu. Karena penyakitnya tidak darurat," ucap Hanna. Di tempat sama, www.MartabeSumut.com juga menemui dr Dorana Pakpahan yang menangani pasien Clara. Menurut dr Dorana, pasien Clara memang masuk dalam kondisi demam tapi tidak darurat. "Faskes beroperasi 24 jam. Kami arahkan orangtuanya membawa ke sana dulu. Bila Faskes tutup, kami minta datang lagi untuk membuat surat pernyataan," ucap dr Dorana, sembari menambahkan, BPJS Kesehatan menetapkan SOP ke Faskes dulu kalau pasien tidak darurat. Dokter Dorana juga mengaku kesusahan sebab pihak BPJS kurang sosialisasi kepada masyarakat. "Tolonglah BPJS mensosialisasikan ke warga. Itulah keluhan kami di rumah sakit. Kami hanya menjalankan peraturan. Dan yang disalahkan selalu rumah sakit," keluhnya.

     

    BPJS Kesehatan Defisit Rp. 9 T

     

    Data dihimpun www.MartabeSumut.com, pada tahun 2018 BPJS Kesehatan mengalami defisit alias tekor anggaran Rp. 9 T. Diduga akibat beban biaya gaji direksi  yang mencapai Rp. 500 juta lebih/bulan. Menkeu mengatakan, defisit keuangan BPJS akan ditangani melalu cukai rokok agar hutang-hutang BPJS ke rumah sakit bisa dibayar. Apalagi, nilai klaim rumah sakit di Indonesia kepada BPJS tahun 2018 telah mencapai Rp. 3 T. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER