Minggu

17 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 1.771,   Bulan Ini : 58.259
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 19 November 2017 | 14:40 WIB

    Telah dibaca 120 kali

    DPRDSU Ingatkan Pemprovsu Kelola Fungsi Sosial Hutan, Rakyat Bisa Hasilkan Rp. 400 T Tiap 5 Tahun

    Budiman Pardede
    Ketua FP-Hanura DPRDSU Toni Togatorop, SE, MM saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ketua FP-Hanura Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Toni Togatorop, SE, MM, menegaskan, revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan/Pemanfaatan Hutan bertujuan mendorong pengelolaan konsesi kehutanan agar menjalankan 20 persen fungsi kemitraan bagi masyarakat sekitar. PP tersebut dinilai Toni berisi pesan jelas kepada publik bahwa sudah saatnya masyarakat tampil sebagai pelaku bisnis kehutanan.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Sabtu siang (18/11/2017) melalui saluran telepon, Toni memastikan, kini keberadaan pihak swasta mengelola hutan bisa dibatasi. Keterlibatan rakyat menjalankan fungsi sosial hutan dapat diwujudkan dengan skema pengelolaan hutan desa, hutan tanaman rakyat, hutan kemitraan hingga hutan adat. Dalam revisi peraturan itu masyarakat disebutnya sangat diuntungkan dan berpeluang besar meningkatkan kesejahteraan sebagaimana diamanatkan sila 5 Pancasila/UUD 1945. "Saya rasa sudah cukup peran swasta mengelola hutan. Sekarang mari kita beri kesempatan kepada warga negara sesuai peraturan berlaku. Strategi Pemprovsu dan pemerintah pusat wajib menghadirkan kebijakan tata kelola fungsi sosial hutan yang memberdayakan rakyat," ingat Toni. 

     

    Diversifikasi Tanaman Rakyat

     

    Oleh sebab itu, lanjut Legislator asal Dapil Sumut XI Kab Tanah Karo, Kab Dairi dan Kab Pakpak Bharat ini, kedepan pemerintah patut serius menjalankan kebijakan agar hutan rakyat dan hutan adat terkelola baik serta tidak cenderung berorientasi merusak hutan lindung. Namun mulai menerapkan terobosan baru semisal diversifikasi tanaman rakyat seperti penanaman berbagai komoditas petani yang strategis dan bernilai ekonomis tinggi. Artinya, Toni lagi, khusus di Provinsi Sumut, Gubsu wajib mengalokasikan anggaran signifikan untuk pengadaan bantuan berbagai jenis bibit maupun pemberian sarana/fasilitas penunjang pertanian. Sehingga kelak kemandirian hutan sosial dapat berjalan maksimal saat dikelola masyarakat secara turun-temurun. Apabila fungsi sosial hutan terkelola/terencana matang, Toni percaya kehidupan warga/daerah Sumut akan mendadak kaya raya. Anggota Komisi B DPRDSU membidangi perekonomian itu langsung mencontohkan model penanaman kayu yang setiap 5 tahun berumur panen. Andaikan 14 juta penduduk Sumut dibekali modal Rp. 4 juta untuk menanam kayu andalan sebanyak 100 pohon, Toni pun mematok kemunculan 400.000.000 pohon berdiameter 1 M3/batang setelah 5 tahun. Dan ketika harga kayu mencapai Rp. 1 juta/M3, tentu saja diperoleh nominal Rp. 400 Triliun. "Tinggal regulasi khusus pemerintah mengatur retribusi dan pajak guna pemasukan PAD. Kalo ditetapkan 20% PAD, niscaya setiap 5 tahun kayu rakyat mampu memberi pemasukan negara Rp. 8 Triliun. Paling tidak regulasinya membentuk BUMD dibawah Dinas Kehutanan," tutup Toni diplomatis, sembari menambahkan, fungsi sosial hutan bagi rakyat juga berdampak pada aksi nyata program penghijauan yang terus terjadi di penjuru Sumut. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER