Senin

11 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 3.326,   Bulan Ini : 38.874
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 18 November 2017 | 00:04 WIB

    Telah dibaca 166 kali

    Hibah Rumah Ibadah 2017 Rp100 M tapi Ditampung Rp42,8 M, Syamsul Qodri Marpaung: Gubsu Pembohong..!

    Budiman Pardede
    Wakil Ketua Komisi A DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu siang (15/11/2017). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan


    Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, geram. Kesal mengetahui dana hibah rumah ibadah Rp. 100 M dari P-APBD Sumut 2017 ditampung Rp. 42,8 M. Padahal, semenjak dini, alokasi Rp. 100 M telah disepakati DPRDSU - Pemprovsu melalui pembahasan resmi. Politisi PKS itu pun menyatakan Gubsu HT Erry Nuradi pembohong dan menduga ada yang tidak beres atas perubahan tersebut.


    Kepada www.MartabeSumut.com, Rabu siang (15/11/2017) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Syamsul Qodri membeberkan, perubahan anggaran itu terungkap tatkala Banggar DPRDSU dan Tim Pengelola Anggaran Daerah (TPAD) Pemprovsu melakukan rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) R-APBD Sumut 2018 pada Senin malam (13/11/2017) di gedung DPRDSU. Sebelum agenda dimulai, Syamsul Qodri interupsi karena ingin memastikan anggaran P-APBD Sumut 2017 clear dulu sesuai kesepakatan resmi. "Salah satunya adalah dana hibah rumah ibadah di Sumut tahun 2017 senilai Rp. 100 M. Saat itu saya minta bundel hibah kepada Plt Sekda Ibnu Utomo dan Kabiro Keuangan Agus. Kita malu pada masyarakat di Dapil yang bertanya terus realisasi dana hibah rumah ibadah. Apalagi Biro Binsos Pemprovsu sudah survei ke lokasi sasaran beberapa waktu lalu," terangnya blak-blakan.


    Tidak ada Jawaban Pasti


    Apa jawaban Pemprovsu ? Syamsul Qodri mengatakan, ketika Rapat Banggar digelar lagi pada Selasa sore (14/11/2017), Plt Sekda Provsu Ibnu Utomo dan Kabiro Keuangan Agus malah enteng menyatakan siap. Namun Plt Sekda disebutnya belum bisa memberi jawaban pasti. Sementara Kabiro Keuangan menyarankan Dewan memasukkan kembali usulan. "Mereka bilang datanya diantar besok ke DPRDSU. Dan setelah diantar ke Dewan, saya cek ternyata ditampung Rp. 42, 8 M dari Rp. 100 M. Sisa Rp. 50 M lebih kemana, dimana," heran Syamsul Qodri bertanya.


    Legislator asal Dapil Sumut V Kab Batubara, Kab Asahan dan Kota Tanjung Balai ini melanjutkan, realitas tersebut tentu saja membuktikan bahwa P-APBD Sumut tahun 2017 belum clear khususnya pos anggaran hibah rumah ibadah. "Hibah saya di Dapil masuk 3 dari sekian banyak yang saya ajukan. Harusnya Rp. 1 M tapi cuma Rp. 200 juta," singkapnya, sembari menerangkan, dana hibah itu memberi uang kepada lembaga sedangkan Bansos sasarannya perorangan dan berdampak pada bencana sosial.

     

    Ancam Boikot Pembahasan R-APBD Sumut 2018


    Lalu, kenapa bisa terjadi perubahan anggaran dan apa sikap DPRDSU? Inilah yang dianggap Syamsul Qodri sebagai hal yang ganjil alias kurang beres. Bagi dia, kuat dugaan telah terjadi kesengajaan pengaburan uang rakyat oleh TAPD atas perintah Gubsu HT Erry Nuradi. Bahkan Pemprovsu ditudingnya tidak serius membantu rumah ibadah warga di penjuru wilayah Sumut. Hulu masalah dipastikannya jelas dari Gubsu HT Erry Nuradi. "Saya curiga Gubsu mau jalur aman. Dia tidak ingin terseret kasus korupsi dana bansos/hibah masa Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Mungkin saja dana Rp. 100 M itu dipermainkan, dibelokkan arah dan diputar-putar demi pengambilan keuntungan dari uang daerah. Gubsu pembohong, DPRDSU dibohongi. Bila hibah 2017 tidak clear, Banggar DPRDSU sepakat tidak akan melanjutkan pembahasan R-APBD Sumut 2018," ancam Syamsul Qodri, seraya menyatakan bingung dari mana Pemprovsu mencari kekurangan Rp. 50 M lebih untuk melengkapi Rp. 100 M.

     

    Terpisah sebelumnya, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Wagubsu Nurhajizah Marpaung dan Plt Sekda Provsu Ibnu Utomo, Senin siang (13/11/2017) di gedung Dewan. Sayangnya, saat ditemui dalam Sidang Paripurna DPRDSU, kedua pejabat kurang spesifik memberi jawaban atas masalah dana hibah rumah ibadah yang merisaukan 100 anggota DPRDSU itu. "Bansos rumah ibadah memang dimoratorium kemarin. Kita menunggu saja ya," tegas Wagubsu singkat. Sedangkan Plt Sekda Provsu meyakini dana bansos dan hibah sedang dalam proses. "Kita perkirakan bulan (November) ini cair," ucap Ibnu. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER