Jumat

15 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 1.151,   Bulan Ini : 50.394
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 10 November 2017 | 00:04 WIB

    Telah dibaca 103 kali

    Pensiunan PTPN III Keluhkan Program PPS, PT SPMN Diminta Tampung Semua Eks Karyawan

    Budiman Pardede
    Anggota Komisi E DPRDSU H Syamsul Bahri Batubara, SH, saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala RS Sri Pamela Tebing Tinggi dr Syahrizal Siregar, Disnaker Sumut dan BPJS Kesehatan Sumbagut, Rabu kemarin di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Agenda RDP membahas program PTPN III bernama Permintaan Pensiun Sukarela (PPS) yang didirikan sejak 2017 namun kini dikeluhkan pensiunan PTPN III.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com saat RDP, anggota Komisi E DPRDSU H Syamsul Bahri Batubara, SH, tampak mempersoalkan masalah yang dikeluhkan warga di Kab Asahan, Kab Batubara serta daerah lainnya. Menurut Syamsul Bahri, PPS sudah berjalan tapi kebijakan penerimaan kembali pensiunan PTPN III untuk bekerja terkesan tidak terbuka. Akibatnya, seleksi yang dilakukan tebang pilih alias membuat pendaftar takut soal salary (gaji) rendah hingga penempatan tugas. Dia juga mengaku menerima aduan langsung dari warga konstituen yang enggan ikut PPS lantaran jauhnya penempatan tugas yang dipersiapkan. "Mereka takut ikut PPS karena mendengar akan ditempatkan sebagai tenaga medis di lokasi kebun yang jauh. Ada apa ? Kenapa hak-hak mereka terkait penerimaan tenaga kontrak di RS Pamela dipersulit," cecar Syamsul Bahri. Politisi Partai Golkar ini melanjutkan, setelah diterima sebagai tenaga kontrak medis di RS Pamela, pensiunan malah dilempar ke kebun-kebun yang jauh dengan dalih kebutuhan. Padahal, tenga medis yang ada di kebun-kebun PTPN III telah semuanya mendaftar ke program PPS. "Harus ada solusi bagi yang belum ditampung. Sekarang mereka cemas ikut PPS, tidak bekerja lagi dan ragu melamar PPS," ungkapnya. Bila RS Pamela memang menerima pegawai medis kontrak dari program PPS, seharusnya dijalankan secara profesional demi mengantisipasi kesulitan eks karyawan PTPN III. "Apa masih bisa mereka lapor dan daftar? Apa berlaku sistem UMK ? Tampung saja semua eks karyawan PTPN III itu," imbau Syamsul Bahri, sembari mempertanyakan, bila pegawai tidak minta pensiun, apa akan dipindahkan ke kebun yang bukan domisili asalnya?

     

    Menyahuti pertanyaan tersebut, Kepala RS Sri Pamela Tebing Tinggi dr Syahrizal Siregar menjelaskan, RS Sri Pamela adalah anak PTPN III dengan badan hukum PT Sri Pamela Medika Nusantara (SPMN). Kemudian secara kelembagaan RS Pamela keluar sebagai anak perusahaan PTPN III. Saat ini, PTPN III disebutnya punya 5 rumah sakit pada areal operasi kebun di Sumut. "Program PPS murni milik PTPN III untuk mengoptimalkan pengelolaan rumah sakit. Dari 5 rumah sakit itu, 4 rumah sakit dan 10 poliklinik diserahkan pengelolaannya terhadap PT SPMN," terang Siregar. Artinya, imbuh Siregar lagi, bila eks karyawan mau ikut PPS dan masih ingin berkerja, maka PT SPMN wajib menerima. Kecuali eks karyawan beralasan sakit. "Kemarin ada 103 pelamar. Sebanyak 97 orang diterima PPS. Bedanya cuma salary aja," aku Siregar. Pada prinsipnya, lanjut Siregar lebih jauh, seleksi PPS mengacu pada aturan/ketentuan. Semua karyawan yang PPS dipastikannya akan ditawarkan seleksi. Khusus PPS memang dimudahkan sebab PT SPMN merupakan perusahaan baru. Sementara ketakutan para pelamar dinilainya gara-gara salary yang rendah. "Saat ini kami masih butuh tenaga medis kok. Sejak 2 bulan lalu telah kami sampaikan. Kita tetap menunggu dan butuh tenaga. Silahkan kalo masih mau daftar PPS. Jangan jadi ketakutan dan cemas karena salary. RS Sri Pamela berusaha secara mandiri walau asset rumah sakit milik PTPN III," tutupnya. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER