Rabu

18 Jul 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.118,   Bulan Ini : 31.862
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 3 November 2017 | 00:09 WIB

    Telah dibaca 292 kali

    Ngadu Soal Kekerasan di Kampus, Mahasiswa Minta DPRDSU Panggil Pimpinan USU & UMSU Medan

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Ir Dolly S Siregar (bicara pegang toa) menerima aspirasi ratusan mahasiswa di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis siang (2/11/2017). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ratusan mahasiswa asal USU, UMSU dan ITM Medan mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), Kamis siang (2/11/2017) di Jalan Imam Bonjol Medan. Pasalnya, mahasiswa menyesalkan berbagai kasus kekerasan yang dialami di kampus USU dan UMSU Medan sehingga meminta DPRDSU memanggil pimpinan kampus melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

     

    Pengamatan www.MartabeSumut.com, massa tiba di gedung Dewan pukul 11.30 WIB. Selanjutnya berkumpul di depan pagar pintu masuk sembari memajang spanduk dan berorasi bergantian. Di lokasi aksi, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Syahdi, mahasiswa USU Fakultas Hukum semester VIII. Menurut dia, rekannya Samuel yang dianiaya Satpam USU, kemarin, hingga kini dalam kondisi kritis. Sementara hubungan mahasiswa USU dan Satpam juga belum kondusif. "Kami datang ke sini meminta DPRDSU memanggil pimpinan USU Bang. Belakangan mahasiswa USU selalu ditekan. Kami terkesan dibatasi berorganisasi, mengeluarkan pendapat dan diberi sanksi bila menyampaikan kritikan," geram Syahdi, seraya mengungkapkan, bentrokan mahasiswa USU dan Satpam beberapa hari lalu berujung keluarnya surat drop out (DO) Rektor USU kepada beberapa mahasiswa karena dianggap pembangkang.

     

    Mahasiswa UMSU Dipukul & Diberi Sanksi

     

    Di lokasi sama, www.MartabeSumut.com menemui M Arif Kudadiri, mahasiswa UMSU Fak Teknik semester IX jurusan Sipil. "Saya korban pemukulan Satpam UMSU Bang. Saya dihukum disiplin dengan sanksi pembatalan mata kuliah semester ganjil tahun 2017. SK hukuman saya diteken Dekan Fak Teknik UMSU Munawar Alfansuri Siregar, ST, MT," singkapnya. Kudadiri membeberkan, sanksi sepihak diberikan UMSU lantaran Kepala Biro Mahasiswa dan Satpam UMSU menuduhnya provokator. Rekannya M Novri (24), mahasiswa semester XI Fak Teknik Sipil UMSU, menimpali, kasus yang dialami Kudadiri bermula saat beberapa mahasiswa berkumpul di kampus UMSU pada Sabtu 21 Oktober 2017 pukul 23.00 WIB. Kala itu, kenang Novri, mahasiswa dianggap berbuat onar padahal cuma membakar kerak telor untuk mengusir nyamuk. Tanpa basa-basi meminta penjelasan, pihak kampus UMSU disebutnya langsung melakukan penyegelan sekretariat BEM UMSU pada Senin 23 Oktober 2017 pukul 08.00 WIB. Hal senada dilontarkan Ardiansyah, sesama mahasiswa Fak Teknik Sipil UMSU. Bagi dia, penyegelan sekretariat BEM UMSU tersebut memicu protes dari kalangan mahasiswa lain. "Ada kebiasaan kami makan bersama Bang. Nah, pada Selasa 24 Oktober 2017 saat kami makan bersama di sekitar sekretariat BEM, terjadilah konflik dengan Satpam dan pihak UMSU. Akibatnya, 3 teman kami Teguh, Fahri dan Juhri kena sanksi skors 4 semester. Rektor yang teken SK skors itu pada 24 Oktober 2017 dengan tuduhan provokator," sesal Ardiansyah. Mengacu berbagai fakta miris di kampus USU/UMSU, ke-4 mahasiswa itu menyerukan DPRDSU menggelar dialog publik antara mahasiswa dan pihak universitas swasta/negeri. "Kami minta semua skorsing dan sanksi dicabut. Sebab dikeluarkan sepihak tanpa kebenaran apalagi mendengar hak jawab kami," imbau Syahdi lagi.

     

    Aspirasi Diterima DPRDSU

     

    Masih berdasarkan pantauan www.MartabeSumut.com, pada pukul 12.30 WIB anggota DPRDSU Ir Dolly Sinomba Siregar menemui ratusan demonstran. Politisi Partai Golkar ini pun mengapresiasi aksi mahasiswa yang menyuarakan aspirasi. "Kita akan jadwalkan RDP memanggil pihak USU, UMSU bahkan kampus terkait  lain yang ada di Medan. Tidak boleh melarang kebebasan aspirasi/berpendapat sepanjang dilakukan bertanggungjawab," ucap Dolly. Anggota Komisi A DPRDSU membidangi hukum/pemerintahan itu berjanji akan meneruskan tuntutan massa kepada pimpinan Dewan, Komisi E dan A selaku pihak berkompeten. "Nanti pasti dijadwalkan kapan RDP gabungan Komisi A/E. Tapi saya tidak bisa menjanjikan waktunya karena DPRDSU punya mekanisme," tegas Dolly. Tapi mahasiswa tidak puas. Dialog selama 15 menit sempat terjadi antara Dolly dan massa. Mahasiswa tetap memaksa jadwal RDP harus disampaikan saat itu juga. "Sekarang ada pembunuhan berencana di kampus USU Pak. Ada pula rencana penculikan dan penganiayaan. Kami minta kepastian jadwal RDP apakah besok, lusa atau minggu depan? Beritahu sekarang biar kami puas," pinta seorang mahasiswa. Legislator asal Dapil Sumut VII Kab Tapsel, Kab Madina, Kab Palas, Kab Paluta dan Kota Padang Sidimpuan ini langsung menegaskan tidak bisa menentukan jadwal RDP. Tapi Dolly memastikan Komisi A dapat memanggil aparat hukum dan lembaga tertentu untuk mempertanyakan dugaan pelanggaran hukum yang terjadi di kampus USU maupun UMSU Medan.

     

    Penjelasan Dolly tersebut tidak melegakan demonstran. Pukul 12.45 WIB Dolly meninggalkan massa yang masih ngotot berdialog. Usai Dolly meninggalkan lokasi aksi, mahasiswa masih bertahan di depan pagar DPRDSU sambil bernyanyi-nyanyi. Bahkan mereka berdiri ramai-ramai di tengah jalan depan gedung DPRDSU. Kemacetan lalulintas pun tak bisa dihindarkan. Polisi berinisiatif menutup sementara ruas jalan dari arah Jalan Maulana Lubis ke Jalan Imam Bonjol. Mahasiswa kembali melakukan orasi sambil membakar sampah di tengah ruas jalan. Selang beberapa menit kemudian muncul ratusan personel polisi anti huru-hara. Disusul Polwan yang datang mengendarai 10 motor trail. Entah lantaran melihat dukungan kekuatan itu, pukul 13.30 WIB massa mahasiwa akhirnya meninggalkan gedung Dewan dengan cara longmarch dan konvoi sepeda motor. Polisi membuka kembali arus lalulintas pukul 13.40 WIB. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER