Senin

11 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 3.275,   Bulan Ini : 38.823
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 00:12 WIB

    Telah dibaca 170 kali

    Tuntut Kesejahteraan & jadi PNS, Ratusan Guru Honorer se-Sumut Ngadu ke DPRDSU

    Budiman Pardede
    Ratusan guru honorer se-Sumut unjukrasa menuntut jadi PNS, Rabu siang (25/10/2017) di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ratusan guru honorer SD, SMP dan SMA asal kab/kota Sumatera Utara (Sumut) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) di Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu siang (25/10/2017). Dalam aksinya, kalangan guru honorer mengeluhkan gaji, kesejahteraan hingga harapan diangkat menjadi PNS/ASN.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com, massa guru honorer tiba di gedung Dewan pukul 11.00 WIB. Mereka langsung berkumpul di pintu pagar masuk seraya memajang spanduk dan karton-karton protes. "Kami guru honorer SD, SMP dan SMA se-Sumut memohon perhatian kepala daerah dan wakil rakyat," teriak demonstran. Sementara itu, Fahrul Lubis, salah satu guru honor SMPN I Medan, dalam orasinya menyampaikan, hingga kini ada 431 orang guru honorer K2 yang terpencar pada beberapa sekolah di Kota Medan. "Kenapa kepala daerah, pejabat dan wakil rakyat di Medan tidak memperhatikan nasib guru honorer," sesalnya. Sembari mengajak pengunjukrasa berdoa, Fahrul memastikan, ribuan guru honorer K2 di Sumut telah lama menderita dan kesulitan. "Tolong kami ya Tuhan, ya Allah Swt, mudahkanlah kami. Tak adakah lagi pemimpin kami yang peduli," tegasnya melalui doa.

     

    Empat Aspirasi

     

    Dia juga membacakan 4 aspirasi guru honorer Sumut yang sangat membutuhkan kepedulian Gubsu, kepala daerah, legislator dan pejabat pemerintah pusat. Diantaranya: pertama, meminta pemerintah pusat membantu pengangkatan guru honorer K2 jadi ASN/PNS. Kedua, meminta DPRDSU memperjuangkan guru honorer K2 sebagai ASN/PNS. Ketiga, meminta pemerintah pusat mengumumkan secara fair hasil seleksi guru honorer yang dilakukan tahun 2013. Sebab saat ini guru honorer K2 sudah memasuki usia 35 tahun ke atas. Keempat, meminta DPRDSU meneruskan aspirasi guru honorer Sumut ke Komisi II DPR RI, Menpan RI dan pemerintah pusat. "Status kami yang belum meningkat membuat kehidupan kami melarat. Gaji kami sangat kecil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," ungkapnya.

     

    Guru Honor Keluhkan Gaji Kecil 

     

    Di lokasi aksi, www.MartabeSumut.com menemui guru honorer asal Kab Sergai, Dermawan Damanik serta Ratnawati. Menurut Dermawan, selama 17 tahun mengabdi di SDN Serbajadi Sergai, gaji yang diperoleh setiap bulan hanya Rp. 300 ribu. "Gimanalah Bang kami hidup bersama keluarga dengan uang segitu ? Sedih kali nasib kami. Entah sampai kapan," keluhnya. Sedangkan Ratnawati menambahkan, kurun 18 tahun mengajar di SDN 106841 Pematang Pulau Pantai Cermin Sergai, gaji yang dibawa pulang tiap bulan sebesar Rp. 400 ribu. "Dari dana BOS gaji kami bang," akunya. Lebih sedih lagi, singkap Ratnawati, rekannya Murni, guru honorer di SD Tanjung Beringin Sergai cuma diberi gaji Rp. 150 ribu/bulan. Padahal sudah mengajar selama 21 tahun. "Coba abang bayangkan, ngeri gak nasib kami sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Tolonglah pemerintah peduli pada nasib guru honorer," harap Ratnawati dengan mata berbinar-binar. Masih berdasarkan pengamatan www.MartabeSumut.com, aksi ratusan guru honorer berakhir pukul 12.00 WIB. Selanjutnya massa membubarkan diri teratur dan longmarch menuju kantor Gubsu di Jalan Diponegoro Medan. Kondisi arus lalulintas di Jalan Imam Bonjol depan gedung DPRDSU mengalami kemacetan akibat aksi tersebut.(MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER