Sabtu

20 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 00:10 WIB

    Telah dibaca 484 kali

    Jalan di Medan Porak Poranda: KIRAB Sumut Minta Walikota Mundur, Ondim Beri Apresiasi

    Budiman Pardede
    Ketua LSM KIRAB Sumut Hamdan Simbolon, SH (kiri) dan Ketua Komisi D DPRDSU H Syah Afandin, SH. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Medan pada Jumat-Sabtu (13-14/10/2017) menjadi tamparan keras bagi Walikota Medan Dzulmi Eldin dan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution. Bukan apa-apa, fakta banyaknya ruas jalan yang rusak alias porak poranda saat dilalui Presiden Jokowi, menorehkan pertanyaan besar publik atas tugas dan tanggungjawab ke-2 pejabat yang mengagungkan tagline "Medan Rumah Kita" itu. Sindiran Presiden Jokowi untuk Walikota Medan agar secepatnya memperbaiki jalan rusak disambut lega sebagian besar warga Medan. Media sosial pun ramai menyoroti kritis kinerja Walikota Medan. Dari suara yang pro Walikota Medan sampai yang kontra menyerukan Dzulmi Eldin mundur. Bahhhhh ?

     

    Adalah Ketua LSM Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB) Sumut Hamdan Simbolon, SH. Secara lantang menyarankan Walikota Medan Dzulmi Eldin mundur sportif dari jabatan bila memang tidak punya nyali melayani dan membangun negeri. Hamdan mengatakan, tagline "Medan Rumah Kita" ternyata sebatas janji manis di bibir saat kampanye namun tidak terbukti melalui perbuatan. "Mana bukti slogan Medan Rumah Kita ? Manis di bibir lain di hati. Saya rasa Medan saat ini bukan rumah kita tapi jalan berlobang. Kata dan janji Walikota Medan tak sejalan dengan perbuatannya. Mundur sajalah bila tak punya nawaitu (niat baik) melayani rakyat," imbau Hamdan kepada www.MartabeSumut.com, Selasa siang (17/10/2017). Berbicara melalui saluran telepon, Hamdan mencontohkan, ruas Jalan Letjen Suprapto Medan persisnya di jembatan dekat kantor PTPN IV, hingga kini tak kunjung diperbaiki. Setiap kendaraan melintas harus berhenti karena ada gundukan dan lobang menganga panjang bak garis. Dan ketika kendaraan melintas pelan, ungkapnya, suara tidak nyaman akan terdengar keras sehingga sangat akan sangat mengganggu kenyamanan pengendara bahkan berpotensi menimbulkan kecelakaan tunggal. Bertahun-tahun kerusakan jalan di jembatan sepanjang 10 Meter itu disebutnya tidak dipedulikan Walikota Medan. "Kelihatannya sepele kerusakan jalan di sana. Tapi kita warga Medan sangat kesal dan cuma bisa diam mengelus dada. Kok Walikota Medan, Wakil Walikota Medan, Ketua DPRD Medan dan Kadis PU Bina Marga Medan mampu  tenang melintas di atas jembatan yang jalannya hancur gitu ? Kok mereka bisa tak peduli ya ? Coba saja Anda melintas. Dari mulai masuk jembatan mobil atau sepeda motor akan berbunyi grudukkkk. Saat keluar juga terdengar suara grudukkkk," geram Hamdan.

     

    Kok Medan Bisa Dapat Award?

     

    Pada sisi lain, Hamdan mempersoalkan pula award (penghargaan) terhadap Kota Medan sebagai kota terbaik se-Indonesia 2017 dan regional Sumatera yang diberikan Indonesia Attractiveness Award (IAA), Jumat 29 September 2017 di Jakarta. Selain memastikan award tersebut abal-abal, ngawur, pembohongan, sesat, sesaat, pencitraan pihak tertentu, sulapan di atas kertas dan pesanan pihak tertentu, Hamdan juga meminta pihak terkait segera mengusut lembaga yang mengeluarkan award. "Medan memang "Rumah Kita" yang rusak parah. Hak warga untuk nyaman di jalan raya saja diabaikan Walikota Medan. Bukankah selama ini Walikota tinggal beri perintah untuk perbaikan ? Namun niatnya tidak kelihatan sejak menjabat," sindir Hamdan. Mungkin, imbuhnya lagi, terlalu banyak kepentingan tersembunyi di Pemko Medan. Atau, bukan mustahil pula Walikota Medan merasa tak perlu berbuat apa-apa karena tidak mendapat keuntungan fee proyek. Hamdan percaya, saat ini para pejabat takut menerima gratifikasi, sulit mencuri uang negara dan cemas melakukan korupsi. Sementara untuk bernegosiasi fee proyek saja kemungkinan dijalankan dengan sangat rapi. Makanya, Hamdan meyakini para pejabat sekarang sedang dilanda virus apatis. "Ya jalan satu-satunya Walikota Medan mundur saja kalau tak iklas melayani publik. Masak semangat memperbaiki jalan muncul setelah Presiden "menjewer" telinga Walikota Medan ? Mundur sajalah Pak Wali kalo memang tak punya nyali melayani dan mengabdi. Tak laku lagi bergaya feodal sebagai pemimpin apalagi mempertahankan status quo dengan memamerkan pola-pola pembusukan budaya," cetus Hamdan dengan nada tinggi.

     

    Apresiasi Langkah Cepat Walikota

     

    Sementara itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) H Syah Afandin, SH alias Ondim mengapresiasi langkah cepat Walikota Medan memperbaiki beberapa ruas jalan rusak di Kota Medan pasca-kedatangan Presiden Jokowi ke Medan, Jumat (13/10/2017). Menurut Ondim, kondisi ruas jalan di Medan tidak hanya tanggungjawab Walikota Medan melainkan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan PU Dinas Bina Marga Sumut. Sengaja melakukan kontak telepon dari Langkat kepada www.MartabeSumut.com, Selasa sore (17/10/2017), Ondim memastikan, Kementerian PUPR dan Dinas Bina Marga Provinsi Sumut tidak bisa dilepaskan dari keberadaan jalan Nasional maupun jalan provinsi yang kebetulan berada di Kota Medan. Artinya, terang Ketua F-PAN DPRDSU ini, temuan jalan rusak di Kota Medan sebaiknya tidak sepenuhnya meletakkan di pundak Walikota Medan. "PUPR dan Dinas Bina Marga Sumut kita sarankan ikut peduli terhadap kerusakan jalan di Kota Medan. Kurang adil rasanya bila cuma menuntut tanggungjawab Pemko Medan," tegas Ondim.


    Legislator membidangi pembangunan itu melanjutkan, belakangan berkembang opini publik yang cenderung menyalahkan Walikota Medan atas kerusakan jalan. Padahal, urusan jalan melibatkan unsur pemerintah  pusat, provinsi hingga kab/kota. Logikanya, timpal Ondim lagi, opini yang berkembang sekarang diduga dijadikan komoditas politik untuk merusak citra Walikota Medan. "Ke-2 institusi itu juga bertangungjawab dong. Kita tidak mau ada upaya atau kepentingan politis yang sengaja mendiskreditkan Walikota Medan secara kurang fair," ucap bakal calon Bupati Langkat periode 2018-2023. Wakil rakyat asal Dapil Sumut XII Kab Langkat/Kota Binjai tersebut membeberkan, pengerukan parit dan gorong-gorong yang dilakukan Kementerian PUPR di penjuru Kota Medan beberapa waktu lalu, adalah salah satu bukti yang sulit terbantahkan. Bagi Ondim, proyek nasional itu secara operasional dikelola Kementerian PUPR tapi justru berimbas pada kerusakan ruas jalan di Kota Medan. "Makanya kita perlu pula meminta tanggungjawab pihak lain. Jangan cuma menyudutkan Walikota Medan. Saya pribadi mengapresiasi langkah cepat Pak Wali menyahuti masukan Presiden Jokowi. Beliau langsung menurunkan alat berat memperbaiki jalan dan mengultimatum pemborong menyelesaikannya pekan ini," tutup Ondim diplomatis. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Jalan di Medan Porak Poranda: KIRAB Sumut Minta Walikota Mundur, Ondim Beri Apresiasi'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER