Selasa

17 Okt 2017

Pengunjung Hari Ini : 2.765,   Bulan Ini : 64.332
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 00:07 WIB

    Telah dibaca 125 kali

    Pedagang Masih Jualan di Jalan Raya, Usai RDP Komisi B DPRDSU Tinjau Pasar Aksara

    Budiman Pardede
    Komisi B DPRDSU membahas masalah Pasar Aksara yang terbakar tahun lalu, Rabu siang (11/10/2017) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas kondisi Pasar Aksara yang terbakar tahun lalu, Rabu (11/10/2017) pukul 11.30 WIB di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Usai RDP sekira pukul 13.00 WIB, Ketua Komisi B DPRDSU Robi Agusman Harahap, SH, langsung memimpin peninjauan ke Pasar Aksara Medan. 

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com, RDP dipimpin Wakil Ketua Komisi B Jenny RL Berutu, SH dan dihadiri anggota Richard P Sidabutar, SE, Siti Aminah Perangin-angin, SE, MSP dan Sampang Malem. Sementara pihak eksternal tampak perwakilan PD Pasar Medan Manalu, Turnip mewakili pedagang, Sujono dari BPN Deli Serdang, BPN Medan, manajemen PT Aksara Jaya Indah (AJI), Pemprovsu, Poldasu dan Polrestabes Medan.

     

    Menurut pihak PT AJI, hingga kini belum tahu kejelasan pembangunan Pasar Aksara kedepan. Tanah areal pasar yang terbakar disebutnya milik swasta dan Pemko Medan. "Areal kita ya kita yang pagar, selebihnya dipagar PD Pasar Medan," ujarnya. Richard Sidabutar pun mempertanyakan apa kesepakatan PD Pasar, PT AJI dan pedagang selama ini. "PD Pasar Medan fikirkan dong persoalan pedagang," ingat Richard. Jenny Berutu menambahkan, sekarang yang tersisa adalah urusan pedagang, PD Pasar, Pemko Medan dan ruas jalan umum yang tertutup. "Apa perlu kami memanggil kalian ? Katanya akan dipindah ke lokasi eks RS Martondi. Apa lahannya sudah siap," cecar Jenny bertanya, sembari memastikan Komisi B akan RDP ulang dalam waktu dekat sebab pedagang yang berjualan di ruas jalan telah merusak keindahan kota serta mengganggu kepentingan umum. 

     

    Areal Pasar Dipagar

     

    Turnip mewakili pedagang Pasar Aksara menjelaskan, pasar yang terbakar telah dipagar dan diberi police line. Dulu hanya dipagar pada areal PT AJI tapi sekarang semua areal sudah dipagar. Lantaran tanah masih kosong, lanjutnya, pedagang berharap diperkenankan masuk agar jalan raya bisa segera dikosongkan. "Siapa yang memagar? Pemko kah, PT AJI kah atau siapa? Skrg kami mau tau, ini lokasi mau dijadikan apa," ucapnya, seraya mengakui mendengar ada tim appresial Pemko Medan yang turun menaksir dan akan membeli tanah di Jalan Martondi. Dia menyatakan aneh kenapa tidak tanah PT AJI yang dibeli. Sehingga kuat dugaan, ada sesuatu yang tidak beres. "Tanah itu kan stanvas? Izinkanlah kami jualan di dalam. Kalo kami masuk, kita kosongkan jalan. Kami ingin masalah ini dikawal DPRDSU karena saat dibahas DPRD Medan tidak jelas," singkapnya. BPN Medan berpendapat, sesuai data, status tanah Pasar Aksara belum terdaftar sebab semua data berada di BPN Deli Serdang. "Tanah seluas 4.000 M2 belum terdaftar. Sepanjang pemilik tanah tidak mengurus sertivikat hak pakai, HGB atau hak milik, ya kita tidak punya data," tepisnya. Sujono dari BPN Deli Serdang membeberkan, PT AJI punya sertifikat HGB No 6.385 Medan Estate seluas 1.998 M2 dan HGB No 2361 luas 5.692 M2.

     

    Manalu dari PD Pasar Medan mengungkapkan, hingga kini belum ada kejelasan pembangunan di lokasi Pasar Aksara yang terbakar. Tapi relokasi pedagang diarahkan ke tempat eks RS Martondi. "Sesuai rapat dengan pedagang dan petunjuk pimpinan, PD Pasar Medan ingin membangun pasar lagi di sana. Namun terpulang kepada Pak Walikota Medan," akunya. Dia juga membenarkan pihaknya ikut mendampingi pemagaran areal Pemko Medan. Sedangkan pihak kepolisian hanya mengimbau para pihak terkait menjaga keamanan dan kamtibmas. Perwakilan Pemprovsu sendiri mengklaim telah menyurati Walikota Medan agar menyelesaikan Pasar Aksara dan berkoordinasi dengan Pemkab Deli Serdang. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER