Rabu

13 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 1.356,   Bulan Ini : 43.332
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 6 Oktober 2017 | 00:23 WIB

    Telah dibaca 511 kali

    Kabar Pelantikan Kepsek SMAN/SMKN Beredar, Fanotona Waruwu: Kadis Pendidikan Sumut Cari Korban Baru

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Fanotona Waruwu (kiri) dan Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis saat diwawancarai di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Usai carut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMAN/SMKN yang memunculkan "musibah" temuan Ombudsman Sumut terhadap 252 siswa siluman di SMAN 2 dan SMAN 13 Medan pada Selasa 29 Agustus 2017, kini muncul kecemasan baru Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN/SMKN yang bertugas di kab/kota Sumut. Bukan apa-apa, kalangan Kepsek menyatakan risau dengan intimidasi Ka UPT Dinas Pendidikan Sumut yang akhir-akhir ini gencar mengarahkan Kepsek SMAN/SMKN di kab/kota wajib lapor dan "setor" kepada Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis. Isu pelantikan dan pengukuhan Kepsek SMAN/SMKN pun mencuat deras dilakukan Kadis Pendidikan Sumut pasca-intimidasi tersebut.

     

    Adalah CL, salah seorang Kepsek SMAN yang bertugas di Gunung Sitoli Kepulauan Nias. Kepada www.MartabeSumut.com, Kamis siang (5/10/2017), CL mengaku telah diintimidasi oknum Ka UPT Dinas Pendidikan. Modusnya disebut CL harus setor dan lapor kepada Kadis Pendidikan Sumut bila ingin tetap menjabat Kepsek. "Kalo tak setor, saya diancam kena mutasi atau dikembalikan sebagai guru biasa. Bingung saya Pak. Oknum Ka UPT itu bilang, dalam waktu dekat Kadis Pendidikan Sumut akan melantik Kepsek SMAN/SMKN," ungkap CL melalui saluran telepon, sembari memohon namanya tidak dituliskan. CL juga mengeluhkan fakta miris pengalihan SMAN/SMKN ke provinsi yang realitasnya menimbulkan kebingungan para guru, Kepsek, pengawas sekolah, siswa bahkan orangtua. "Buktinya kan sama-sama kita lihat Pak. Ratusan siswa di Medan lolos begitu saja tanpa seleksi PPDB Online. Saya rasa wakil rakyat dan Gubsu harus bertindak menyelamatkan pendidikan di Sumut," pinta CL, seraya menyatakan tidak etis kalau menyebutkan nama Ka UPT yang mengintimidasi.

     

    Kadis Pendidikan Sumut Cari Korban Baru ?

     

    Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Fanotona Waruwu. Wakil rakyat membidangi hukum/pemerintahan itu menyatakan sudah mengetahui informasi pelantikan Kepsek SMAN/SMKN se-Sumut yang beredar di tengah-tengah masyarakat Sumut. Fanotona mengaku mendapat cerita langsung dari beberapa Kepsek yang bertugas di Kepulauan Nias. "Terimakasih media mau menghubungi kita dan bersama-sama mengkritisi masalah ini. Saya apresisasi kerja teman-teman Pers. Seminggu lalu saya menerima keluhan serupa. Sekarang saya masih Reses di Nias dan mendengar lagi pengaduan Kepsek SMAN di sini," terang Fanotona melalui saluran telepon, Kamis sore (5/10/2017). Legislator asal Dapil Sumut VIII Kepulauan Nias ini mensinyalir, bila kelak pelantikan atau pengukuhan Kepsek SMAN/SMKN benar terjadi, maka kebijakan Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis diistilahkannya mencari korban-korban baru.

     

    Politisi Partai Hanura itu berpendapat, pengalihan SMAN/SMKN ke Provinsi akibat dampak UU No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, ternyata menghasilkan raja-raja kecil yang berorientasi merusak pendidikan di Sumut. Dia mencontohkan, temuan ratusan siswa siluman di SMAN 2 dan SMAN 13 kemarin seyogianya membuat Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis sadar memperbaiki kinerja institusi/jajaran. Namun Fanotona justru mengamati munculnya persoalan baru yang tergolong serius dan menjurus perbuatan Pungli, korupsi dan kolusi pada institusi pendidikan Sumut. "Cukuplah siswa yang jadi korban. Kenapa beliau cari korban baru Kepsek SMAN/SMKN ? Masak Ka UPT Dinas Pendidikan Sumut di kab/kota diperintahkan mengintimidasi pegawai, guru dan Kepsek SMAN/SMKN ? Kalau tidak "melapor atau tidak jelas", maka diusulkan pindah, pencopotan Kepsek jadi guru biasa atau pemindahan ke lokasi jauh. Intimidasi model apa pulak itu namanya ? Saya rasa apa yang dilakukan Arsyad Lubis sama saja pola-pola premanisme," sesal Fanotona dengan nada tinggi. Oleh sebab itu, semenjak dini, Fantotona meminta Gubsu HT Erry Nuradi segera mencopot Arsyad Lubis selaku Kadis Pendidikan Sumut agar tidak menimbulkan korban lain di Sumut. Setelah dicopot, Fanotona menyarankan Gubsu melantik Arsyad Lubis sebagai Sekda Provsu definitif sehingga masyarakat Sumut tahu kinerja Pemprovsu akan jeblok ditangannya. "Gubsu harus menyelamatkan pendidikan di Sumut. Jangan sampai era bersih-bersih sekarang dijadikan alat untuk mengancam Kepsek SMAN/SMKN. Copot Arsyad Kadis Pendidikan Sumut dan lantik dia Sekda Provsu. Pasti ketahuan Sumut hancur dibuatnya," imbau Fanotona. 

     

    Indikasi Praktik Pungli

     

    Pada sisi lain, Fanotona membeberkan pula indikasi praktik Pungli, grativikasi, kolusi serta korupsi yang terjadi massif namun tersembunyi rapi di Dinas Pendidikan Sumut. Bagi Fanotona, Polda Sumut sebaiknya mengawasi ketat dengan melakukan penyelidikan khusus atas dugaan pelanggaran hukum/praktik penyimpangan uang negara di Dinas Pendidikan Sumut. "Kapolda Sumut bisa saja memulai penyelidikan dengan meminta keterangan Kepsek SMAN/SMKN se-Sumut atau Ka UPT. Kok tega ya Kadis Pendidikan Sumut mengeluarkan perintah lapor dan setor melalui Ka UPT kab/kota ? Berarti Kepsek yang tidak jelas setorannya akan dimutasi ? Apa itu bukan indikasi praktik Pungli," geram Fanotona. Sementara kepada penegak hukum di Kejati Sumut Fanotona ragu meletakkan harapan. Sebab oknum-oknum Jaksa di Kejatisu juga diduganya telah lama "main mata" terkait kasus-kasus yang melibatkan Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis. "Saya punya informasi bahwa permintaan Jaksa-Jaksa Kejatisu selalu dikabulkan Kadis Pendidikan Sumut. Jadi sangat kuat indikasi bahwa oknum Jaksa dan Kadis Pendidikan Sumut sudah menjalin komunikasi saling melindungi. Lembaga Kejatisu tidak bisa kita harapkan lagi berbuat banyak lantaran mereka kongkalikong. Sebagai anggota Dewan saya bertanggungjawab mengatakannya. Tolong kawan-kawan Media bantu memberi kritikan positif agar Pendidikan Sumut selamat," tutup Fanotona. Pada Kamis sore (5/10/2017), www.MartabeSumut.com mencoba mengkonfirmasi Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis. Tapi sayang, 3 kali nomor Hpnya 0813757522xx dihubungi, yang terdengar cuma nada panggil sementara Hp tidak diangkat. Bahkan pesan singkat SMS yang dikirimkan www.MartabeSumut.com tidak dibalas Arsyad Lubis sampai berita ini diterbitkan. Sebelumnya, www.MartabeSumut.com sempat mengkonfirmasi langsung Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis seputar carut marut PPDB Online hingga kasus siswa Sonya di Pematangsiantar yang lolos tapi ditolak saat mendaftar. "Yang diumumkan online memang belum final. Finalnya saya teken sesuai Pergub. Sebab ada jalur akademis dan non akademis. Namanya memang muncul tapi sebatas menampilkan pengumuman jalur non akademis," tepis Arsyad, ketika  ditemui di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (12/7/2017) lalu. Menurut Arsyad, website Dinas Pendidikan Sumut menyajikan semua pendaftar termasuk NEM calon siswa. "Sudah pasti ada NEM di website. Tapi NEM tertinggi dan terendah memang tidak dicantumkan," akunya  (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER