Rabu

13 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 1.358,   Bulan Ini : 43.334
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 00:07 WIB

    Telah dibaca 172 kali

    Para Suami Jangan Lalai ya, Motif jadi TKI Berujung Istri Lost Contact 1,5 Tahun di Malaysia

    Budiman Pardede
    Demisien J Silitonga (kiri) dan Komisi A DPRDSU saat menerima pengaduan di Jalan Imam Bonjol Medan, Senin pagi (2/10/2017). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Saatnya para suami jangan lalai. Namun ekstra peduli saat akan memberi izin kepada istri menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Pasalnya, apa yang dialami Demisien J Silitonga (37) patut dijadikan pelajaran berharga. Bukan apa-apa, selain tidak melalui perusahaan resmi penyalur jasa TKI, entah alasan apa yang membuat Demisien membolehkan istrinya Ratini (34) pergi jauh ke negeri Malaysia. Akibatnya, sejak berangkat 28 Mei 2016, sampai sekarang Ratini justru lost contact (tak ada kabar). Demisien bingung. Apalagi, Syahrial alias Aldi dan Louis br Aritonang alias Yuli, orang yang selama ini membujuknya agar Ratini berkerja di Malaysia, kini malah buang badan. Demisien pun mengadu ke Poldasu melalui laporan polisi Nomor STTLP/1630/XII/2016/SPKT/III tertanggal 15 Desember 2016 atas sangkaan human trafficking (perdagangan manusia).

     

    Tak puas laporannya ngendap di Podasu, Demisien menyampaikan curahan hati (Curhat) kepada wakil rakyat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Jalan Imam Bonjol Medan, Senin pagi (2/10/2017). Demisien disambut Wakil Ketua Komisi A DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, anggota Komisi A seperti Fanotona Waruwu, Ramses Simbolon dan Astra Yuda Bangun. Di hadapan legislator, Demisien mengungkapkan kekalutan yang dialami. Warga Jalan Sm Raja Gg Sepakat Medan itu menceritakan, pada 28 Mei 2016 istrinya Ratini berangkat dari Bandara Kuala Namu menuju Malaysia. Proses keberangkatan Ratini disebutnya diatur penuh oleh Syahrial alias Aldi dan Louis br Aritonang alias Yuli. Tidak dipungut biaya bahkan tanpa jasa perusahaan penyalur TKI resmi. Demisien memastikan, persetujuan melepaskan Ratini sebagai TKI ke Malaysia dilatarbelakangi kepercayaan terhadap Aldi dan Louis. "Setelah istri sampai Malaysia, seminggu kemudian saya meneleponnya. Tapi ketika saya tanya alamat tinggal di Malaysia, Hp terdengar dirampas seseorang. Ratini tak sempat memberitahukan alamatnya di Malaysia. Hingga 1-2 bulan berikutnya tak ada kabar dari Ratini lagi," singkap Demisien.

     

    Buang Badan

     

    Merasa bingung, Demisien menghubungi Louis dan Aldi yang sebelumnya menjanjikan tanggungjawab atas diri Ratini di Malaysia. Ke-2 orang itu berhasil menenangkan Demisien dengan alasan 3 bulan lagi baru bisa dihubungi. Memasuki bulan ke-5, Demisien kembali menagih janji tersebut. Kali ini Louis dan Aldi mulai buang badan. "Mereka enteng bilang aman tapi tak bisa kasih tahu alamat istri saya, no Hp yang bisa dihubungi atau siapa nama majikan istri saya di Malaysia. Makanya tanggal 15 Desember 2016 saya melapor ke Poldasu," terang Demisien, sembari menyesalkan pelayanan pejabat Poldasu Kompol Feriana Gultom selaku Kanit Renakta lantaran dianggap diskriminatif menindaklanjuti laporan masyarakat. Demisien mempertanyakan laporannya di Poldasu yang "ngendap" sudah 1,5 tahun. "Saya memang cuma penarik betor Pak Dewan. Saya bingung, kok ada yang baru 3 hari melapor kasus trafficking, polisi langsung menangkap tersangka. Laporan saya gimana ? Kan ada 2 orang yang sudah bisa diperiksa polisi ? Saya dengar-dengar, orang yang laporannya ditindaklanjuti itu membayar Rp. 1,5 juta ke polis sehingga cepat ditindaklanjuti," beber Demisien sedih. Menyahuti Curhat Demisien, Wakil Ketua Komisi A DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, mengatakan, kuat dugaan memang ada unsur pidana penipuan dan trafficking. Sebab keberangkatan Ratini tidak dikutip bayaran dan tanpa melibatkan PJTKI. "Kita jadwalkan RDP memanggil Poldasu, Konsulat Malaysia, Ombudsman, Imigrasi dan para pihak yang terlibat. Kita siap memfasilitasi," tegas politisi PKS ini.

     

    Usai pertemuan, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Demisien J Silitonga. Menurut Demisien, mengambangnya pengaduan di Poldasu tidak terlepas dari sikap diskriminatif Kanit Renakta Poldasu Kompol Feriana Gultom, kala itu. "Dia menyepelekan rakyat kecil dan tidak peduli masalah saya. Kenapa Ibu Feriana Gultom tidak memposisikan diri sebagai perempuan dan seorang ibu ? Gimana kalo anaknya sendiri terkena masalah yang saya alami? Apa karena saya orang kecil yang cuma penarik betor," keluh bapak 3 anak tersebut tak habis fikir. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER