Selasa

17 Okt 2017

Pengunjung Hari Ini : 2.800,   Bulan Ini : 64.367
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 30 September 2017 | 19:30 WIB

    Telah dibaca 149 kali

    Pengadaan Kue Rapat Berlogo DPRDSU itu Pemborosan & Pembohongan Publik

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Rony R Situmorang, SE (kiri) dan Herman Sembiring dengan kotak kue kuning di atas meja, Senin siang (25/9/2017) di gedung Dewan Jl Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Mayoritas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) mempersoalkan konsumsi kue yang kerap dibagikan saat rapat-rapat resmi DPRDSU di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Diantaranya masalah kotak kue yang diganti baru dengan mencantumkan logo DPRDSU. Kotak kue memang terlihat elit namun 3 kue dalam kotak dinilai irit kualitas, pemborosan dan pembohongan publik.

     

    Belum diketahui persis berapa harga kue perkotak. Namun www.MartabeSumut.com mendapat informasi pengadaan proyek kue ditangani langsung oleh Sekwan H Erwin Lubis dan Kabag Keuangan Nirmaraya. Redaksi www.MartabeSumut.com juga belum bisa mengkonfirmasi ke-2 pejabat Setwan DPRDSU tersebut. "Setahu saya harganya Rp. 12-15 ribu Bang. Isinya 3 kue, 1 air mineral gelas dan 1 tissu kecil. Kalo logo DPRDSU dulunya gak dicantumkan. Heran juga kenapa sekarang disablon di kotak kue," terang sumber www.MartabeSumut.com di Sekretariat DPRDSU, Jumat siang (29/9/2017). Seraya meminta namanya jangan ditulis, sumber menilai kualitas 3 kue memang sudah banyak disoroti kalangan anggota Dewan. "Kayak kue-kue harga Rp. 1.000 ajapun. Misalnya pastel, kue bobo pelastik dan bika ambon. Paling mahal harganya di pasaran Rp. 1.500/kue. Pastel yang kita makan pun kecil dan isinya gak padat," ungkap sumber.

     

    DPRDSU Kecewa

     

    Adalah anggota DPRDSU Herman Sembiring, SE. Secara blak-blakan dia menyatakan kecewa mengamati kotak kue yang mencantumkan logo dan tulisan DPRDSU. Belum lagi 3 kue dalam kotak dianggapnya sangat kurang berkualitas. "Coba Anda amati, kotak kue saja yang tampak elit. Namun 3 kuenya irit kualitas sementara harga selangit. Saya kecewa," sesal Herman kepada www.MartabeSumut.com, Senin siang (25/9/2017) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Politisi PDIP itu pun mempertanyakan kenapa ada logo dan tulisan DPRDSU di kotak kue. "Apa tidak ditender atau DPRDSU punya home industry sendiri? Sekwan dan Kabag Keuangan jangan aneh-aneh dong. Saya rasa salah," sindir Herman.

     

    Kenapa Kotak Kue Lama Diganti ?

     

    Di tempat sama, reaksi lebih keras dilontarkan anggota Komisi A DPRDSU Rony R Situmorang, SH. Bagi dia, saat Kabag Keuangan Nirmaraya menjabat Plt Sekwan dan hadir RDP beberapa bulan lalu, Komisi A telah meminta agar kualitas kue diperbaiki. Tapi Nirmaraya disebutnya tidak melakukan arahan Komisi A. Dan ketika Sekwan Erwin Lubis menjabat, lanjut Rony, selain kualitas kue masih tak sesuai harapan, muncul pula logo/tulisan DPRDSU di kota kue.  Lebih celakanya lagi, geram Rony, kue yang disajikan Sekretariat DPRDSU sekarang adalah pemborosan. Tidak mengedepankan prinsip penghematan anggaran melainkan menabrak sistem efisiensi pengadaan kue yang sebelumnya dipasok toko Majestic. "Toko kue yang lama telah menyediakan kotak bagus selama ini. Kenapa diganti dengan kotak berlambang DPRDSU sehingga mengakibatkan penambahan biaya ? Saya mau tanya Pak Sekwan sekarang, sejak kapan DPRDSU jadi toko kue ? Ada penambahan uang kue sekira Rp. 60 juta loh di P-APBD Sumut 2017," singkap Rony.

     

    Politisi Partai Demokrat ini yakin, merek pengadaan kue sebelumnya dan sekarang tentu memunculkan banyak perbedaan. Rony pun menyayangkan perubahan yang dilakukan Sekwan DPRDSU justru memunculkan pemborosan uang rakyat. "Dulu berapa harga kue per kotak ? Sekarang berapa ? Saya menilai ada pemborosan dan pembohongan publik," cetus Legislator asal Dapil Sumut X Kota Pematang Siantar dan Kab Simalungun tersebut, sembari menegaskan, unsur pembohongan publik terlihat jelas dari pembuatan logo DPRDSU, satuan harga, rasa serta kualitas kue. Dia memastikan, Sekwan DPRDSU dan Kabag Keuangan DPRDSU seyogianya tahu bahwa logo DPRDSU tidak boleh dicantumkan pada kotak kue. "Ada apa ini? Atau apa ada dengan mereka berdua ? Seolah-olah DPRDSU punya toko kue. Kuenya ada 3, 1 air mineral gelas dan setahu saya harganya Rp. 12 ribu/kotak. Kue dan kotaknya sama-sama tidak berkualitas," tutup Rony dengan nada tinggi. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER