Rabu

13 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 1.379,   Bulan Ini : 43.355
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 30 September 2017 | 00:07 WIB

    Telah dibaca 158 kali

    Hakim di Sumut Juara 4 Terbanyak Menyimpang, Fanotona Waruwu: Dunia Pengadilan Kiamat..!

    Budiman Pardede
    Anggota Komisi A DPRDSU Fanotona Waruwu saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Hakim yang bertugas di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meraih juara 4 terbanyak "menyimpang" sesuai penilaian Komisioner Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi, Rabu (27/9/2017). Data tersebut berdasarkan kinerja hakim di Indonesia semester I 2017 karena paling banyak diadukan akibat terindikasi melakukan penyimpangan saat memutus suatu perkara. Penjelasan KY itu tentu saja mendapat tanggapan serius dari anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Fanotona Waruwu.

     

    Tatkala dikonfirmasi www.MartabeSumut.com melalui ponselnya, Kamis siang (28/9/2017), Fanotona mengaku baru mengetahui informasi tersebut. Namun wakil rakyat membidangi hukum/pemerintahan ini menyatakan tidak terkejut atas data yang dilansir KY. Fanotona berpendapat, hakim adalah wakil Tuhan yang terlihat saat memutus perkara di pengadilan. Artinya, tugas/tanggungjawab hakim yang sangat mulia seharusnya dijalankan dengan pijakan keadilan dan kebenaran. Bila 2 landasan ini dijadikan mainan lantaran kepentingan tersembunyi, Fanotona yakin sosok hakim yang agung seperti Tuhan akan hancur berantakan. "Saya mengapresiasi KY yang terbuka memberi penilaian terhadap hakim. Tugas hakim harus menegakkan keadilan dan kebenaran," cetus Fanotona. Caranya ? Fanotona menyebut dengan menguatkan fakta-fakta persidangan pengadilan atau mementahkan kebohongan-kebohongan. Kemudian mempersaksikan kebenaran/keadilan dan bukan malah menyimpangkan hukum demi kepentingan tertentu. "Sudah terlalu banyak hakim kita di Indonesia terjerat kasus suap, grativikasi bahkan korupsi. Ayolah Pak Hakim, jadilah Tuhan yang adil terhadap perkara yang Anda putuskan. Tegakkan saja keadilan dan kebenaran," imbau Fanotona.

     

    Dunia Pengadilan Kiamat

     

    Politisi Partai Hanura itu melanjutkan, buruknya kinerja hakim akhir-akhir ini menjadi problem serius dalam penegakan hukum di Indonesia. Apalagi, perilaku hakim kian rentan tatkala aktivitas pelanggaran hukum dipraktikkan secara sistematis. Ketika penegak hukum seperti hakim tak lagi punya urat malu melakukan penyimpangan, Fanotona pun mengistilahkannya sebagai fase dunia pengadilan kiamat. Pasalnya, hakim merupakan harapan terakhir memberikan rasa keadilan dan kebenaran. Kalau proses hukum yang dilakukan polisi dan jaksa menyimpang, Fanotona menyatakan palu hakim masih mampu mengawal atau meluruskan. Namun bila hakim terbukti sengaja menyimpang, maka dunia pengadilan telah kiamat saat itu juga. "Terpaksa manusia mengadu dan mencari keadilan/kebenaran kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," ujarnya, sembari menepis pembenaran seputar rendahnya dana peningkatan kesejahteraan hakim/penegak hukum. Bagi Fanotona, sebesar apapun dana remunerasi dikeluarkan negara untuk kalangan penegak hukum, tidak bakal ada jaminan atau belum tentu berkorelasi lurus pada perbaikan mental aparat/penegak hukum. Legislator asal Dapil Sumut VIII Kepulauan Nias ini mengimbau, hakim-hakim Indonesia khususnya di Sumut seyogianya menyadari tupoksi sebagai "wakil Tuhan" di pengadilan. "Negara patut memperkuat sistem rekrutmen hakim. Hakim yang terbukti salah dan menyimpang sebaiknya ditindak tegas atau dipecat saja," tutup Fanotona. Perlu diketahui, merujuk laporan penilai KY tahun 2017, hakim di Provinsi DKI Jakarta terbanyak I diadukan masyarakat atau 176 laporan. Disusul Jawa Timur 94 laporan, Jawa Barat 62 pengaduan dan Sumut 60 laporan. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER