Kamis

21 Mar 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 16 September 2017 | 00:08 WIB

    Telah dibaca 707 kali

    Setelah Sibayak Lau Cih vs PTPN II, Giliran Warga Dusun 3 Kuala Bekala Tuntut 60 Ha

    Budiman Pardede
    Warga Simalingkar A berunjukrasa menuntut lahan 60 Ha yang disebut dirampas PTPN II, Kamis (14/9/2017) di gedung DPRDSU. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Pasca-konflik lahan antara Sibayak Lau Cih dan PTPN II belum juga tuntas, kini muncul lagi masalah baru di areal Kebun Bekala Dusun 3 Desa Simalingkar A Kec Pancur Batu Kab Deli Serdang. Warga setempat menuding PTPN II merampas tanah masyarakat yang telah memiliki alas hak seluas 60 Ha.

     

    Klaim warga menuntut hak tersebut dibuktikan dengan mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) di Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis siang (14/9/2017). Padahal, Komisi A DPRDSU telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PTPN II, warga Sibayak Lau Cih dan unsur terkait, Rabu siang (13/9/2017) dan menghasilkan 5 sikap atas konflik lahan HGU PTPN II No 171 seluas 854 Hektare di Kebun Bekala Dusun III Desa Simalingkar A Kec Pancur Batu Kab Deli Serdang. Namun belasan warga menganggap RDP Komisi A DPRDSU tidak mengakomodir persoalan serupa, yang arealnya berdekatan dengan lahan konflik Sibayak Lau Cih. "Kenapa kami tak diundang RDP pada Rabu 13 September kemarin? Sedangkan tanah warisan orangtua kami seluas 60 Ha juga dirampas PTPN II. Lokasinya hanya 300 Meter dari areal yang dikunjungi Komisi A DPRDSU beberapa waktu lalu. Intinya masalah kami berbeda dengan Lau Cih," ungkap Mimpin Purba kepada www.MartabeSumut.com, tatkala menyampaikan aspirasi di depan Kabag Inpro Benny Miraldy, SE, MSP dan Kasubag Yanmas DPRDSU Rospita Pandiangan, SE. Dia menyebut, tanah warga Simalingkar A Dusun 3 Kuala Bekala seluas 60 Ha dirampas PTPN II dengan melibatkan pengembang.

     

    Warisan Sejak 1901

     

    Hal senada disampaikan Jumakitroh Sitepu (60), penduduk Simalingkar A Dusun I. Sitepu memastikan, tanah miliknya seluas 4 Ha adalah warisan kakeknya sejak 1901. "Alas hak saya SK Camat 2010. Dasarnya surat kepala kampung," terangnya kepada www.MartabeSumut.com. Dari dulu, lanjut dia lagi, lahan yang ada ditanami durian, duku, jagung dan ubi. Tapi sedari bulan 7 akhir 2017 telah dibersihkan PTPN II. "Terdapat 422 KK di lahan 60 Ha. Masalah kami berbeda dengan Sibayak Lau Cih. Tapi lokasi tanah berdekatan," ungkap Sitepu

     

    Alas Hak Surat Camat

     

    Ahmad Nujum Ritonga (71) lebih keras lagi. Bagi dia, sejak 1998 sudah tinggal di lahan itu dengan alas hak surat camat. "Tanah saya 1.000 M2. Saya jadikan kebun durian, ubi dan duku. Saya mulai berkebun tahun 2000," singkapnya saat dikonfirmasi www.MartabeSumut.com di lokasi aksi. Sembari menunjukkan surat alas hak yang dimiliki, Ritonga melanjutkan, pada bulan Juli 2017 pernah dipanggil Sastra selaku pengacara PTPN II. "Saya ditanya soal sejarah tanah dan alas hak. Saya jawab apa yang sebenarnya sesuai fakta. Setelah itu tak ada penjelasan dari PTPN II sampai sekarang. Jarak tanah kami sekira 300 Meter dari lokasi yang dikunjungi Komisi A," ucapnya. Menurut Ritonga, saat ini 4 alat berat buldozer PTPN II membersihkan lahan milik mereka dengan pengawalan polisi, TNI bahkan preman-preman. "Kembalikan tanah kami. Ada alas hak yang bisa kami pertanggungjawabkan. Tolong Komisi A DPRDSU jangan diskriminasi menyikapi keluhan Sibayak Lau Cih saja. Ada 422 KK yang berhak atas 60 Ha tanah yang bukan masuk HGU PTPN II," tegas Ritonga. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Setelah Sibayak Lau Cih vs PTPN II, Giliran Warga Dusun 3 Kuala Bekala Tuntut 60 Ha'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER