Selasa

16 Okt 2018

Pengunjung Hari Ini : 1.589,   Bulan Ini : 40.952
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 16 Agustus 2017 | 00:02 WIB

    Telah dibaca 613 kali

    Tinjau Lahan Konflik Sibayak Lau Cih vs PTPN II, Komisi A DPRDSU Ambil Keterangan Warga Simalingkar

    Budiman Pardede
    Komisi A DPRDSU meninjau lahan konflik warga Sibayak Lau Cih dengan PTPN II, Selasa siang (15/8/2017) di kebun Bekala Dusun III Desa Simalingkar A Pancur. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) meninjau lahan konflik antara warga Sibayak Lau Cih dengan PTPN II, Selasa siang (15/8/2017) di Kebun Bekala Dusun III Desa Simalingkar A Kec Pancur Batu Kab Deli Serdang. Dalam kesempatan itu, Komisi A DPRDSU mengambil keterangan warga yang umumnya mengaku memiliki lahan di sana.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com yang ikut ke Pancur Batu, rombongan Komisi A DPRDSU dipimpin Ketua Komisi FL Fernando Simanjuntak, SH, MH, Wakil Ketua H Syamsul Qodri Marpaung, Lc dan Sekretaris Sarma Hutajulu, SH. Tampak anggota Komisi A seperti Dr Januari Siregar, SH, MHum, Rony R Situmorang, SH, Astra Yuda Bangun, Ramses Simbolon, Dolly S Siregar dan Brilian M. Unsur terkait yang hadir diantaranya D Hutauruk (Bagian Pertanahan Pemprovsu), Kennedy NP Sibarani (PTPN II), Kol Anggoro (Aslog Kodam I/BB), Kompol Chocky SM (Kapolsek Pancur Batu), Julianus S (pendamping warga) serta beberapa elemen lainnya.


    Ratusan Warga Antusias

     

    Ratusan warga dan para pihak terlihat antusias menyambut kehadiran Komisi A DPRDSU. Sebelum meninjau beberapa lahan sengketa, Komisi A melakukan percakapan awal di kantor PTPN II kebun Bekala. Usai berbincang, rombongan Komisi A konvoi berjalan kaki menyusuri lahan-lahan yang disarankan warga untuk dilihat langsung. Meliputi: lahan perkebunan yang diklaim warga berada di luar HGU PTPN II tapi sudah dibersihkan. Kemudian sekolah TK yang juga sudah dibersihkan, lahan kosong di samping kantor PTPN II yang dulunya diklaim berdiri bangunan jambur, bangunan kuil Hindu yang utuh serta terakhir ke kuburan yang juga tidak mengalami pembersihan.

     

    Tatkala menyusuri lahan konflik, Ketua Komisi A DPRDSU FL Fernando Simanjuntak mengucapkan terimakasih atas informasi yang diberikan warga dan pihak PTPN II. "Kita akan pelajari semua informasi dari warga yang sudah dituliskan. Komisi A segera rapat internal mempelajari fakta-fakta hasil tinjauan untuk dibahas kelak dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP)," ucap Fernando. Politisi Partai Golkar itu yakin, dengan fakta-fakta hasil peninjauan, legalitas kepemilikan lahan akan dapat diklasifikasi secara defacto dan dejure. "Kita datang ke sini untuk melihat langsung sekaligus mengumpulkan keterangan warga. Ada kemungkinan asset kepemilikan PTPN II ditelantarkan sejak lama. Sehingga membuka peluang warga masuk mengelola. Ini yang akan kami pelajari termasuk alas hak kepemilikan lahan yang diklaim warga. Saat RDP lanjutan nanti, data pendukung sebaiknya telah dilengkapi para pihak," tegas Fernando.

     

    Yang Dibersihkan Lahan HGU PTPN II

     

    Di lokasi lahan konflik, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi pihak PTPN II Kennedy NP Sibarani. Dia memastikan, PTPN II tidak pernah merusak permukiman warga apalagi rumah ibadah, kuburan dan kuil. "Kita bersihkan lahan yang memang masuk HGU PTPN II," ucapnya. Bagian Pertanahan Pemprovsu D Hutauruk berpendapat, sesuai hasil peninjauan lapangan, maka selanjutnya diperlukan penelitian data kepemilikan tanah yang diklaim masyarakat maupun PTPN II. "Memang kesannya normatif dan tidak langsung tuntas. Tapi kita harus cari bukti kepemilikan. Karena hasil tinjauan sekarang belum bisa jadi acuan," aku Hutauruk kepada www.MartabeSumut.com. Simon Sitepu, salah satu warga setempat yang berdomisili di Binjai, menjelaskan, seharusnya PTPN II menginventarisasi dulu semua lahan dikebubn Bekala sebelum melakukan pembersihan. "Keluarga saya banyak tinggal di sini. Kasihan tanaman mereka banyak yang dirusak PTPN II. Padahal tanah-tanah itu dulunya terlantar sampai akhirnya dikelola masyarakat. Kunci masalah ini cuma pendekatan aja," ujarnya kepada www.MartabeSumut.com. Masih berdasarkan pengamatan www.MartabeSumut.com, kunjungan Komisi A DPRDSU dikawal sedikitnya 200 aparat kepolisian dan TNI yang berjaga-jaga sejak pagi hari. Tampak pula 2 kelompok OKP yang ikut memantau kondusifitas keadaan. Komisi A DPRDSU meninggalkan lahan konflik Desa Simalingkar A sekira pukul 14.00 WIB. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER