Jumat

15 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 1.248,   Bulan Ini : 50.491
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 2 Agustus 2017 | 20:00 WIB

    Telah dibaca 239 kali

    Sinabung Meletus, Lontarkan Abu Setinggi 4,2 Km & Awan Panas Sejauh 4,5 Km

    Dekson H
    Gunung Sinabung kembali meletus dengan lontaran abu vulkanik setinggi 4,2 Km, Rabu (2/8/2017). (Courtesy BNPB)

    www.MartabeSumut.com, Tanah Karo

     

    Hampir setiap hari Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo Provinsi Sumatera Utara meletus hingga 2-8 kali sehari. Aktivitas vulkanik sangat tinggi. Sejak Rabu (2/8/2017) pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB telah terjadi beberapa kali letusan dan 17 kali awan panas guguran.

     

    Keterangan Pers diterima www.MartabeSumut.com dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu siang (2/8/2017), menjelaskan, Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG melaporkan pada pukul 10.00 WIB terjadi letusan dengan tinggi kolom 4.200 M disertai luncuran awan panas guguran sejauh 4.500 M ke tenggara-timur. Angin sedang ke arah selatan, Amplitudo120 Mm dan lama gempa 553 Detik. Selanjutnya pada pukul 10.09 WIB muncul awan panas guguran dengan jarak luncur 4.000 M ke arah tenggara-timur dan tinggi kolom abu 3.000 M. Angin sedang ke arah selatan, Amplitudo 120 Mm dan lama gempa 319 detik. Peristiwa berikutnya disebut Sutopo terjadi pukul 10.14 WIB. Gunung Sinabung meletus lagi setinggi kolom 3.000 M disertai luncuran awan panas guguran sejauh 4.000 M ke arah tenggara-timur. Angin sedang ke arah selatan, Ampitudo 120 Mm dengan lama gempa 333 Detik. Lalu pada pukul 10.20 WIB meletus kembali dengan tinggi kolom abu 3.000 M disertai awan panas guguran sejauh 4.500 M ke arah tenggara-timur. Angin sedang ke arah selatan, Amplitudo 120 mm dengan lama gempa 707 detik.

     

    Sebelas menit kemudian, atau tepatnya pukul 10.31 WIB, lanjut Sutopo, terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 4.000 M ke arah tenggara-timur dan tinggi kolom abu 3000 M. Angin sedang ke arah selatan,  Amplitudo 120 Mm dan lama gempa 254 Detik. "Ribuan penduduk terdampak langsung oleh hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Sinabung. Tidak ada korban jiwa. Hujan abu menyebar di beberapa tempat seperti Desa Perbaji, Sukatendel, Temberun, Perteguhen, Kuta Rakyat, Simpang Empat, Tiga Pancur, Selandi, Payung, dan Kuta Gugung. Masyarakat memerlukan masker dan air untuk membersihkan lingkungan," terang Sutopo. Sementara BPBD Karo bersama TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan SKPD lain, relawan dan masyarakat diakuinya telah membagikan masker, melakukan pembersihan jalan dan lahan, pembersihan aset-aset pemerintah (pasar dan tempat umum lain) serta mengimbau kepada warga agar tidak memasuki zona merah.

     

    Tidak Boleh ada Aktivitas Radius 3 Km

     

    Menurut Sutopo, PVMBG telah merekomendasikan kepada masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 Km dari puncak, dalam jarak 7 Km untuk sektor Selatan - Tenggara, dalam jarak 6 Km untuk sektor Tenggara - Timur, serta pada jarak 4 Km untuk sektor Utara - Timur Gunung Sinabung. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung dimintanya tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar sebab sudah terbentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus. "Penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu bisa jebol. Bila tidak kuat menahan volume air dapat mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir," ingat Sutopo. Sementara BPBD Kabupaten Tanah Karo disarankannya segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang kepada penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.


    Hingga saat ini, timpal Sutopo lebih jauh, tercatat 7.214 jiwa atau 2.038 KK mengungsi pada 8 pos. Namun hanya ada 2.863 jiwa yang tinggal di pos pengungsian. Warga lain banyak yang tinggal di tempat tertentu di luar pos pengungsian. Sedangkan kebutuhan sandang pangan secara umum terpenuhi. Masyarakat diharap Sutopo selalu waspada dan mentaati rekomendasi pemerintah. "Tidak dapat diprediksikan sampai kapan Gunung Sinabung akan berhenti meletus. Parameter vulkanik dan seismisitas gunung masih tetap tinggi sehingga potensi letusan susulan akan tetap berlangsung," akunya. Bagi Sutopo, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung secara umum sampai saat ini ditandai dengan gempa Low Frequency < 10 kejadian/hari dan pertumbuhan kubah lava yang relatif kecil. Volume kubah lava berdasar hasil pengukuran 19 Juli 2017 sudah mencapai 2,3 juta Meter Kubik. (MS/DEKS)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER