Minggu

16 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 10 Juli 2017 | 23:42 WIB

    Telah dibaca 411 kali

    Keutuhan NKRI Digoyang, Sumut For Nawa Cita Datang

    Budiman Pardede
    Beberapa deklarator Sumut For Nawa Cita (SFN) sepakat mendirikan lembaga pada Rabu siang (28/6/2017) di Catolic Centre Jalan Hayam Wuruk Medan. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Munculnya paham radikal sesat, intoleransi, aksi teror mengatasnamakan agama, upaya merusak keutuhan NKRI serta niat mengganti dasar negara Pancasila disikapi serius oleh beberapa warga Kota Medan dengan melahirkan lembaga Sumut For Nawa Cita (SFN), Rabu siang (28/6/2017) di Catolic Centre Jalan Hayam Wuruk Medan.

     

    Kehadiran SFN bertujuan mendukung visi-misi pemerintahan Jokowi-JK melalui 9 agenda Nawa Cita semisal memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Pendirian SFN dihadiri berbagai kalangan dari latar belakang insan Pers, PNS dan akademisi. Diantaranya Yonge LV Sihombing, SE, MBA, Raja P Simbolon, Budiman Pardede, S.Sos, Monang Pasaribu, Eduart Silaban, Dionisius Sihombing dan Drs Saut Aritonang, MHum. Kepada www.MartabeSumut.com, Sabtu siang (8/7/2017), Yonge Sihombing menjelaskan, belakangan ini kondisi negara kerap digoyang kelompok tertentu yang ingin mengganti Pancasila dan merusak keutuhan NKRI. "Saya rasa SFN kita hadirkan untuk mendukung visi misi Jokowi-JK menuju Jalan Perubahan Indonesia yang berdaulat politik, mandiri dalam perekonomian serta berkepribadian dalam budaya," terang Yonge, yang juga anggota Dewan Pakar KAJI Unit DPRD Sumut.

     

    Bagi Staf ahli Ketua DPRD Sumut itu, kelak program SFN berorientasi mensejahterakan rakyat dan siap di garda depan mendorong percepatan 9 Nawa Cita (agenda prioritas) dan visi-misi pemerintahan Jokowi-JK. "Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika adalah harga mati. Siapa saja yang berniat menggoyang, maka SFN datang mengawal. Masih Pancasila saja yang bisa menyatukan kepluralan rakyat Indonesia sampai sekarang," cetus Yonge mantap, seraya menjadwalkan deklarasi SFN secara resmi pada Agustus 2017.

     

    Mewujudkan 9 Nawa Cita di Sumut

     

    Yonge membeberkan, setelah nanti resmi dideklarasikan, maka SFN akan menyuarakan 9 Nawa Cita Jokowi-JK di penjuru Provinsi Sumut melalui berbagai program kerja. Pertama, menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan, pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

     

    Kedua, membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan. Ketiga, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Keempat, menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya. Kelima, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektare, program rumah kampung deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.

     

    Keenam, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Ketujuh, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Kedelapan, melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Kesembilan, memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptaka ruang-ruang dialog antarwarga. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER