Sabtu

20 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 7 Juni 2017 | 00:11 WIB

    Telah dibaca 655 kali

    Guru SLB di Sumut Kecewa Dana TPP Ditiadakan, Komisi E DPRDSU Segera Tanya Gubsu

    Budiman Pardede
    Guru SLB Binjai Yusuf Ritonga (kiri) dan RDP Komisi E DPRDSU dengan guru SLB se-Sumut, Senin siang (5/6/2017) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BKD Provsu dan perwakilan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) asal 7 kab/kota di Sumut, Senin siang (5/6/2017) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Agenda pembahasan menyangkut ditiadakannya dana Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) guru SLB.

     

    Anggota Komisi E DPRDSU Eveready Sitorus, yang ikut memimpin RDP, menyatakan, pihaknya akan segera beraudiensi kepada Gubsu untuk mempertanyakan alasan penghentian dana TPP guru SLB di Sumut. "Dalam Pergub disebutkan guru SLB merupakan kelangkaan profesi. Sehingga perlu perhatian khusus. Secepatnya kita tanya Gubsu," janji politisi Partai Gerindra itu.

     

    Guru SLB Kecewa

     

    Sementara usai RDP, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Yusuf Ritonga, S.Sos, MSi, salah seorang guru SLB Negeri Binjai dibawah pengelolaan Provsu. Sejak tahun 2006 mengajar SLB di Binjai, terang Yusuf, terdapat 200 siswa belajar dengan dukungan 33 guru PNS dan 5 guru honor. "Yang hadir RDP tadi 7 perwakilan guru SLB di Sumut dari 11 kab/kota. Saya pribadi kecewa dana TPP ditiadakan Gubsu," ucap Yusuf pelan. Menurutnya, SLB Negeri Binjai mengasuh siswa yang mengalami masalah fisik/mental meliputi: tuna netra (buta), tuna rungu (bisu tuli), tuna grahita (cacat mental), tuna daksa (cacat tubuh), tuna laras (perilaku tak terarah) hingga yang autis.

     

    Guru sekaligus PKS IV/Humas SLB Negeri Binjai itu melanjutkan, guru SLB di Binjai tidak mendapat TPP lagi sedari Januari 2017. Padahal tahun 2009 menerima Rp. 1,3 juta per 2 bulan dan mulai 2016 meningkat jadi Rp. 2 juta/2 bulan. Kemudian keluarlah Pergub tanggal 25 Maret 2017 tentang Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP/TPP). "Aneh aja, untuk guru SLB justru ditiadakan. Tapi PNS fungsional pengawasan tetap menerima," keluhnya. Yusuf mengakui, awalnya sangat bangga Pemprovsu memberi TPP kepada guru SLB. Sebab dana tersebut memang sangat diperlukan untuk tambahan operasional semisal biaya transportasi, kelengkapan buku, foto copy serya biaya tak terduga lainnya saat mengajar siswa SLB. "Kecewa sekali kami dana TPP distop Gubsu. Selama ini kekurangan apapun kami tutupi dari biaya sendiri atas dukungan dana TPP," tutup Yusuf tak habis fikir.(MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Guru SLB di Sumut Kecewa Dana TPP Ditiadakan, Komisi E DPRDSU Segera Tanya Gubsu'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER