Minggu

17 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 20 Mei 2017 | 01:01 WIB

    Telah dibaca 666 kali

    Kunker ke Asahan Tinjau Konflik Lahan, Syamsul Qodri Terobos Jalan Lumpur Macam Bubur

    Budiman Pardede
    Wakil Ketua Komisi A DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc (safari biru) melakukan Kunker ke Asahan dan menerobos jalan berlumpur, Kamis siang (18/5/2017). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) meninjau lahan konflik di Desa Sei Paham Kec Sei Kepayang Kab Asahan, Kamis siang (18/5/2017). Namun sayang, dari beberapa anggota Dewan turun ke sana, hanya Wakil Ketua Komisi A DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc yang sampai ke lokasi. Pasalnya, kondisi jalan berlumpur macam bubur di Desa Sei Dua Hulu Kec Simpang Empat. Mobil rombongan pun tidak sanggup meneruskan perjalanan.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Kamis sore (18/5/2017), Syamsul Qodri menceritakan, dirinya bisa tiba di lokasi lahan sengketa lantaran menumpang sepeda motor warga setempat. Bahkan kondisi jalan berlumpur tersebut membuat 1 truk sawit terguling di kawasan Pasar Banjar. "Kebetulan ada proyek penimbunan tanggul Sungai Asahan. Makanya jalan jadi berlumpur dan mengakibatkan kendaraan roda 4 sulit melintas. Kami tak bisa masuk ke lokasi," ungkapnya melalui saluran telepon.

     

    Terobos Jalan dengan Sepeda Motor

     

    Politisi PKS ini melanjutkan, setelah menerobos jalan berlumpur dengan sepeda motor, sekira pukul 13.30 WIB akhirnya sampai di lokasi lahan konflik di Desa Sei Paham Kec Sei Kepayang. "Tujuan Komisi A DPRDSU datang untuk melihat sengketa lahan antara kelompok Tani Swasembada dengan PT Inti Palem Sumatera (IPS). Saya disambut Wakil Bupati Asahan, Polres Asahan, BPN, Kades, Kelomok Tani dan manajemen PT IPS," ucap Syamsul Qodri.

     

    Legislator asal Dapil Sumut V Kab Asahan, Kab Batubara dan Kota Tanjungbalai itu menegaskan, karena kondisi Medan yang buruk, Komisi A akan menjadwal ulang Kunker di sana. Namun Syamsul Qodri menyatakan sudah melihat lahan sengketa seluas 400 Ha yang dikuasai PT IPS. "Mereka mengaku telah bayar ganti rugi tapi tidak dapat menunjukkan bukti kuitansi dengan alasan dualisme kelompok tani," singkap Syamsul Qodri. Ironisnya lagi, imbuh dia lebih jauh, Kelompok Tani Swasembada yang lama justru tidak hadir sehingga tak ada bukti jual beli atau ganti rugi. "Pada bulan Ramadhan nanti kita rencanakan pertemuan dengan para pihak di kantor Bupati Asahan. BPN Asahan sendiri belum mengeluarkan sertifikat HGU PT IPS atas lahan sengketa sebelum clean and clear (bebas masalah)," tutup Syamsul Qodri Marpaung.(MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Kunker ke Asahan Tinjau Konflik Lahan, Syamsul Qodri Terobos Jalan Lumpur Macam Bubur'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER