Sabtu

17 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 417,   Bulan Ini : 56.225
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 22 Desember 2016 | 00:04 WIB

    Telah dibaca 578 kali

    Mereka Bicara Makna Hari Ibu 22 Desember 2016: Kasihi Ibu, Setarakan Gender & Hentikan KDRT

    Budiman Pardede
    Kiri-Kanan: Nuraini, SE, MSP, Suprayitno dan Siti Aminah br Perangin-angin, SE, MSP saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Peringatan hari Ibu 22 Desember 2016 harus dijadikan momentum strategis dalam mengaktualisasikan peran mengasihi sosok seorang ibu, menguatkan kesetaraan gender hingga menghentikan praktik Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).


    Imbauan tersebut dilontarkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Siti Aminah br Perangin-angin, SE, MSP, Kabag Inpro Setwan DPRDSU Nuraini, SE, MSP dan Staf ASN F-PKB DPRDSU Suprayitno. Ditemui www.MartabeSumut.com secara terpisah di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (21/12/2016), ketiganya sepakat mengajak berbagai pihak memberikan bakti terbaik kepada ibu masing-masing. Siti Aminah, misalnya. Politisi PDIP ini menyatakan heran bila masih ada anak atau suami yang tega melakukan kekerasan verbal/fisik kepada ibu bahkan istri sendiri. "Jangan lakukan KDRT. Kalangan ibu/perempuan berperan peran penting dalam rumah tangga maupun lingkungan," ingatnya. Dengan tidak bermaksud menyepelekan laki-laki, Siti mencontohkan gaya pemimpin perempuan yang jarang terlibat korupsi. Hingga kini, kata Siti lagi, masih banyak para suami yang mengekang istri padahal memiliki potensi. Suami disebutnya tidak mengizinkan istri beraktivitas positif sehingga jadi bukti rendahnya kesetaraan gender. Pemerintah juga disarankan Siti memberi kesempatan, ruang gerak, posisi, jabatan, peluang, anggaran dan program-program membangkitkan semangat kesetaraan gender. "Kaum hawa dan adam perlu sama-sama maju. Berikan keseimbangan peran di semua lingkup minimal 30 persen untuk ibu/perempuan," tutup politisi bersuamikan guru itu.

     

    Ibu & Perempuan & Super Woman


    Hal senada disampaikan Nuraini. Bagi dia, peringatan hari Ibu tidak terlepas dari mengenang pejuang perempuan Raden Ajeng Kartini. Dengan perjuangannya, terang pejabat tergolong familiar ini, ada semangat kesetaraan gender sampai sekarang. "Ibu-ibu dan perempuan Indonesia wajib sadar bahwa mereka adalah super woman. Sebab semua peran suami bisa dikerjakan istri. Mulai merawat anak, mengurus suami hingga membantu mencari nafkah. Istri bisa gantikan peran suami tapi suami tak mungkin gantikan peran istri," yakin Nuraini. Ibu 2 anak itu percaya, semua istri/ibu patut menghargai suami masing-masing sebagai imam dan kepala rumah tangga. Artinya, ketika suami melenceng, sosok istri/ibu patut tampil di depan mengingatkan. "Tetap mendukung kerja suami dan minta bimbingan suami. Kepada suami-suami kita harap pengertian dong. Jangan mudah salah paham apalagi melakukan kekerasan. Mari kita kasihi dan sayangi sosok Ibu/istri sendiri," cetus Nuraini. Sementara Suprayitno menyatakan sosok istri atau ibu merupakan segala-galanya. Kalau ada KDRT dalam satu rumah tangga, dia memastikan tidak terlepas dari sikap suami yang suka judi, mabuk-mabukan, main perempuan atau memakai Narkoba. "Suami diingatkan dulu. Bila tak berubah, lapor ke polisi sebelum jadi korban. Atau minta cerai secepatnya," ucap Suprayitno. Sebagai seorang suami, Suprayitno menegaskan tidak ada apa-apanya dalam urusan rumah selain cuma kepala rumah tangga. Makanya, bila ada waktu luang, dia mengaku berinisiatif membantu istri nyapu, ngepel atau masak. "Anak yang jahat pada ibunya sama saja terkutuk. Sedangkan suami yang KDRT terhadap istri itu banci. Ayo kita kasihi ibu dan istri masing-masing," ajak Suprayitno. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER