Sabtu

23 Jun 2018

Pengunjung Hari Ini : 1.296,   Bulan Ini : 42.178
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 27 November 2016 | 06:47 WIB

    Telah dibaca 525 kali

    Galian C Ilegal Rusak Ekosistem Lingkungan di Kec Sibiru-biru, Kapoldasu Diminta Bertindak

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Eveready Sitorus saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan


    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Eveready Sitorus miris. Iba mendapat informasi warga terkait perusakan alam dan lingkungan akibat praktik galian C ilegal di Desa Namotualang Kec Sibiru-biru. Legislator asal Dapil Sumut III Kab Deli Serdang (DS) ini pun meminta Kapolres DS dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) segera memeriksa JP, selaku pihak yang disebut-sebut penggerak galian C ilegal tersebut.


    Kepada www.MartabeSumut.com, Rabu malam (23/11/2016) melalui saluran telepon, Eveready memberi alasan kenapa harus Kapolres DS dan Kapoldasu yang bertindak. Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, praktik galian C sudah berlangsung lama di sana tanpa upaya penertiban tegas dari Bupati DS, Camat Sibiru-biru bahkan BLH setempat. "Tolong dipahami dulu bahwa alam dan lingkungan merupakan legacy (warisan) kita terhadap anak cucu kelak. Saya rasa praktik galian C ilegal di Kec Sibiru-biru telah melanggar UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. UU tersebut memerintahkan semua pihak untuk menjaga, melindungi dan melestarikan lingkungan/alam," terang Eveready.

     

    Bagi anggota Komisi E DPRDSU membidangi Kesra ini, apapun alasannya, bekas lokasi galian material pasir segar hingga pasir batu (sirtu) dari Sungai Semeimei bakal berdampak negatif pada keutuhan ekosistem air, tanah, lingkungan dan kehidupan warga sekitar. Artinya, lanjut Eveready lagi, bila Kapolres DS dan Kapoldasu tidak segera bertindak menegakkan proses hukum terhadap JP, maka itu sama saja membiarkan legacy alam dan lingkungan hancur berantakan. Polisi dan pejabat pemerintah juga dingatkan Eveready agar jangan main-main dengan semangat negara-negara dunia dalam mempertahankan "integrity of creation" (keutuhan alam ciptaan). "Sungai dikorek terus ya habitatnya terkikis habis. Banjir pasti terjadi sebab sungai tak lagi mampu menampung air hujan. Tolong Pak Kapolres DS dan Pak Kapoldasu memeriksa JP atau siapa saja yang terlibat merusak lingkungan bermodus usaha galian C ilegal," pinta Eveready.  (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER