Jumat

15 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 1.260,   Bulan Ini : 50.503
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 14 November 2016 | 02:23 WIB

    Telah dibaca 556 kali

    Ada 1.985 Bencana Tahun 2016

    Redaksi
    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. (Courtesy BNPB)

    www.MartabeSumut.com, Medan


    Tahun 2016 adalah tahun bencana. Berdasarkan data sementara sejak (1/1/2016) hingga (11/11/2016), tercatat 1.985 kejadian bencana. Jumlah ini akan terus bertambah karena curah hujan masih meningkat selama bulan November - Desember. Akibatnya, bencana banjir, longsor dan puting beliung diprediksi terjadi di berbagai wilayah. Selain itu, belum semua kejadian bencana yang didata BPBD dilaporkan ke BNPB.

     

    Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, kepada www.MartabeSumut.com, Minggu malam (13/11/2016), Menurut Sutopo, 1.985 bencana tahun 2016 jadi rekor tertinggi yang pernah terjadi sejak 10 tahun terakhir. Meskipun bencana yang terjadi tidak termasuk bencana besar, katanya, namun korban jiwa dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan cukup besar. "Sebagai perbandingan jumlah kejadian bencana selama 10 tahun terakhir adalah tahun 2007 (816 bencana), 2008 (1.073), 2009 (1.246), 2010 (1.941), 2011 (1.633), 2012 (1.811), 2013 (1.674), 2014 (1.967), dan 2015 (1.677)," ungkapnya.

     

    Dampak Bencana 2016


    Sutopo menyebut, dampak yang ditimbulkan bencana selama tahun 2016 diantaranya 375 orang tewas, 383 jiwa luka-luka, 2,52 juta jiwa menderita/mengungsi dan lebih dari 34 ribu rumah rusak. Diprediksi dampak bencana akan terus bertambah. Dari 1.985 bencana, lanjutnya, bencana banjir masuk kategori paling banyak terjadi yaitu 659 kejadian. Selanjutnya berturut-turut adalah putting beliung 572 kejadian, longsor 485, kebakaran hutan/lahan 178, kombinasi banjir dan longsor 53, gelombang pasang dan abrasi 20, gempa bumi 11 serta erupsi gunung berapi 7 kejadian. "Bencana longsor merupakan bencana yang menimbulkan korban tewas paling banyak yaitu 161 jiwa. Sedangkan banjir menyebabkan 136 jiwa tewas. Kombinasi banjir dan longsor 46 tewas, puting beliung 20 jiwa, erupsi gunung berapi 7 jiwa, gempa bumi 3 jiwa dan kebakaran hutan/lahan 2 jiwa," terang Sutopo.


    Pada sisi lain, tingginya curah hujan akibat pengaruh dari La Nina lemah, menguatnya Dipole Mode negatif dan hangatnya perairan muka air laut di sekitar Indonesia, cenderung menyebabkan musibah banjir, longsor dan puting beliung. Selain itu luasnya daerah aliran sungai yang kritis, kerusakan lingkungan, degradasi sungai, tingginya kerentanan dan masih terbatasnya mitigasi struktural dan non struktural di masyarakat mengakibatkan bencana meningkat. "Jutaan jiwa masyarakat tinggal di daerah-daerah rawan bencana. Ada 64 juta jiwa masyarakat yang terpapar dari bahaya banjir dengan intensitas sedang hingga tinggi. Begitu juga dengan longsor. Terdapat 40,9 juta jiwa masyarakat terpapar oleh bahaya longsor sedang hingga tinggi. Mereka tinggal di zona merah dengan kemampuan mitigasi yang masih terbatas mengantisipasi bencana," aku Sutopo.


    Bandung Kena Musibah Banjir


    Bagi Sutopo, beberapa daerah yang sebelumnya jarang terjadi bencana, kini justru semakin sering terkena musibah. Misalnya Kota Bandung yang secara beruntun mengalami bencana. Pada Minggu (13/11/2016) Kota Bandung dikatakannya kembali direndam banjir karena hujan beritensitas tinggi dan drainase perkotaan yang sudah tidak mampu menampung aliran permukaan. Hujan es dan angin kencang terjadi pada beberapa tempat sehingga menyebabkan pohon tumbang. Stasiun kereta api di Kota Bandung juga direndam banjir. Jakarta juga makin rentan terkena musibah banjir dan puting beliung. Dia pun mengimbau warga agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir, longsor dan puting beliung. "Diprediksikan hujan akan terus meningkat  hingga puncaknya pada Januari 2017 mendatang. Sesuai dengan polanya, Januari merupakan puncak curah hujan di sebagian besar wilayah di Indonesia. Pola bencana menunjukkan bahwa Januari adalah bulan paling banyak bencana di Indonesia," ingat Sutopo. (MS/RED)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER