Senin

22 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 7 November 2016 | 00:03 WIB

    Telah dibaca 984 kali

    Zeira Salim Ritonga: J-City Pungli Pengendara Umum yang Melintas di Jalan Karya Wisata Medan

    Dekson H
    Atas: Zeira Salim Ritonga. Bawah: Gerbang J-City di Jalan Karya Wisata-Jl Luku Medan (kiri) dan portal pengutipan uang. Didokumentasikan Minggu malam (6/11/2016). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Perintah Presiden melalui Perpres 87/2016 tentang Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) sepertinya tidak dipedulikan pemilik kawasan perumahan, bisnis dan pertokoan J-City di Jalan Karya Wisata Medan. Sebab, semua pengendara umum yang datang dari Johor dan melintasi Jalan Karya Wisata menuju Jalan Luku - fly over Jamin Ginting Padang Bulan Medan, itu harus dikenai "uang preman" alias pungli. Ironisnya, pungutan diwajibkan kepada setiap pengendara yang melintas walaupun tidak parkir kendaraan.

    Adalah pengendara umum Zeira Salim Ritonga, SE, yang menuding praktik pungli J-City, tatkala melintasi kawasan tersebut pada Minggu (6/11/2016) pukul 17.42 WIB. Kepada www.MartabeSumut.com Minggu malam (6/11/2016), Zeira membeberkan, ketika datang dari Johor melewati portal masuk J-City, dirinya diwajibkan mengambil tiket agar palang portal terbuka. Empat menit setelah mobilnya tiba di portal keluar simpang Jalan Luku, petugas pun meminta uang tiket sebesar Rp 2.000 rupiah. "Saya tidak mau bayar karena tidak parkir mobil namun cuma melintas. Setahu saya portal yang dipasang di area komplek J-City merupakan jalan umum. Saya berdebat dengan petugas dan akhirnya mereka membuka palang besi," ungkap Zeira.

     

    Sering Dikeluhkan Warga

     

    Ketua Komisi C DPRD Sumut ini melanjutkan, apa yang dialami sudah sering dikeluhkan masyarakat umum yang kebetulan melintasi komplek J-City. Apalagi Jalan Karya Wisata di komplek J-City tersebut menjadi penghubung warga Johor menuju fly over Jamin Ginting Padang Bulan. "Dulu komplek J-City pernah diributkan warga lantaran melakukan pungli terhadap pengendara umum. Pengelola berdalih bahwa portal yang dipasang untuk keamanan. Faktanya sekarang mengutip uang dari semua pengendara yang melintas. Padahal Jalan Karya Wisata bebas untuk dilewati kendaraan," geram Zeira. Oleh sebab itu, Zeira meminta Walikota Medan dan Kapolrestabes Medan segera menertibkan aksi pungli J-City sesuai Perpres 87/2016. "Pak Wali dan Pak Kapolrestabes tolong bertindak. Sangat meresahkan masyarakat. Lagi pula komplek J-City berdekatan dengan kediaman Walikota Medan. Tiketnya parkir, tapi saya tidak ada parkir. Lantas uang apa namanya kalo bukan pungli? Trus kemana semua uang kutipan mereka selama ini? Apa J-City memberi retribusi ke kas daerah dari kutipan itu," cetus Zeira dengan nada tinggi.

     

    Perintah Kantor


    Terpisah, www.MartabeSumut.com mencoba menemui pengelola J-City di Jalan Karya Wisata Medan, Minggu malam (6/11/2016). Sayangnya pengawas yang dimintai konfirmasi tidak berkenan datang. Namun www.MartabeSumut.com menemui Yusnidar dan Didi Ahmadi selaku petugas pengutip uang portal lapangan, didampingi Security J-City Yespri Berutu. Menurut Yusnidar, sesuai aturan perusahaan, portal J-City di Johor dan simpang Jalan Luku beroperasi tiap hari sejak pukul 08.00 WIB - 23.00 WIB. "Di luar waktu tersebut portal akan ditutup. Semua kendaraan yang melintas lebih 3 menit wajib bayar bang. Begitu perintah kantor. Sepeda motor roda 2 tiketnya Rp. 1.000 sedangkan roda 4 atau mobil Rp. 2.000," terang Yusnidar. Saat disinggung keberatan pengendara membayar dan menuding J-City pungli, Yusnidar justru terdiam. Bagi dia, complain Zeira Salim Ritonga memang dihadapi langsung pada Minggu sore termasuk dari banyak pengendara lain. "Kami di lapangan yang dimaki-maki orang bang. Tapi kami cuma kerja dan lapor pimpinan aja bang," keluh Yusnidar. "Soal tuduhan pungli, ya perusahaan-lah bang. Kami cuma kerja kok bang," timpal Didi Ahmadi dan Yespri Berutu pelan. (MS/BUD/DEKS)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Zeira Salim Ritonga: J-City Pungli Pengendara Umum yang Melintas di Jalan Karya Wisata Medan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER