Senin

27 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 28 Oktober 2016 | 00:02 WIB

    Telah dibaca 872 kali

    Insiden Palu Sidang, Sutrisno Pangaribuan Imbau BKD DPRDSU Jangan Baper

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU F-PDIP Sutrisno Pangaribuan, ST, saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan


    Insiden palu sidang yang dibawa kabur oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Sutrisno Pangaribuan, ST, saat pemilihan Wagubsu sisa masa jabatan 2013-2018, Senin sore (24/10/2016) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, tampaknya berbuntut panjang.

     

    Wakil Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRDSU Drs Baskami Ginting menegaskan, pihaknya sedang mempelajari serius dugaan pelanggaran etika yang kemungkinan dilakukan Sutrisno. "Saya rasa semua anggota BKD sepakat memanggil Sutrisno. Tunggu saja kabarnya, tadi BKD juga sudah rapat membahas masalah ini," ujar Baskami kepada www.MartabeSumut.com, Rabu siang (26/10/2016) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Politisi PDIP tersebut juga menyatakan iba atas perilaku koleganya 1 partai Sutrisno Pangaribuan. "Tak etis dia ambil palu sidang dan membawa kabur. Kalo WO (walk out) ya WO saja," sesal Baskami. Sebelumnya, Ketua PDIP Sumut Japorman Saragih, SE, yang hadir dalam Paripurna pemilihan Wagubsu, tatkala dikonfirmasi www.MartabeSumut.com justru tersenyum kecut. "Saya rasa sikap Sutrisno merupakan dinamika politik aja," tepis Japorman diplomatis

     

    BKD DPRDSU Jangan Baper

     

    Terpisah, anggota DPRDSU dari F-PDIP Sutrisno Pangaribuan, ST, mengingatkan BKD DPRDSU jangan "baper" alias bawa perasaan. BKD dimintanya tidak emosional menyikapi peristiwa pengamanan palu sidang. Sebab pendekatan kekuasaan bisa mengakibatkan suasana di gedung DPRDSU semakin runyam. "BKD jangan baper-lah. Pernyataan oknum anggota BKD yang menyebut ada persoalan pidana semakin menunjukkan kualitas dan kapasitas dalam memahami peraturan perundang- undangan. Masak persoalan rumah tangga sendiri harus dilapor polisi? Tidak perlu mengancam secara berlebihan. Semua harus diuji berdasarkan ketentuan yang ada. Bukan berdasarkan subjektivitas. BKD tidak usah "baper" terhadap kejadian tersebut. Jadikan saja momentum introspeksi secara kelembagaan bahwa di lembaga DPRDSU sedang ada masalah serius," cetus Sutrisno Pangaribuan kepada www.MartabeSumut.com, Kamis malam (27/10/2016) melalui jaringan pesan WhatsApp.

     

    Sekretaris Komisi C DPRDSU itu melanjutkan, masih segar dalam ingatan berbagai peristiwa miris yang dilakukan beberapa oknum anggota DPRDSU. Diantaranya kegaduhan 2 oknum anggota DPRDSU dari 1 fraksi yang hampir adu jotos akibat saling tuding mengambil/menerima uang suap. Dimana, katanya, salah seorang yang gaduh justru jadi tersangka suap di KPK dan sudah ditahan. Begitu pula ulah 1 oknum anggota DPRDSU yang berulangkali namanya disebut sebagai pemilik usaha pengoplosan gas LPG 3 Kg, dan bahkan pernah mengancam salah satu wartawan unit DPRDSU. Belum lagi praktik membunuh kehormatan DPRDSU lantaran menjadi terpidana kasus korupsi dan suap dari mantan Gubsu Gatot Pudjo Nugroho. "Pernahkah rasa terhormat 100 anggota DPRDSU terusik akibat perilaku koleganya? Jawabannya tidak! Lalu mengapa BKD justru menabuh genderang perang kepada penyelamat kehormatan DPRDSU supaya tidak melanggar UU," sindir Sutrisno bertanya.


    BKD Tidak Berbuat Apa-apa Selama ini

     

    Sutrisno memastikan, atas beberapa kasus memalukan oknum anggota DPRDSU di atas, hingga kini BKD DPRDSU malah tidak pernah melakukan tindakan apapun. "Apa karena mereka berasal dari fraksi sama atau memiliki perasaan sama sehingga tidak pernah diproses? Mari kita adil, fair dan objektif dong seperti pesan Pramudya Ananta Toer. Kenapa BKD lebih ngotot menyikapi pengamanan palu sidang dari Paripurna yang melanggar UU No 10 tahun 2016 tentang Pemilukada daripada tindakan oknum anggota DPRDSU yang berkelahi di Paripurna mempersoalkan uang suap maupun oknum anggota DPRDSU yang dikaitkan dengan kegiatan pengoplosan gas," herannya. Sampai saat ini, imbuh Sutrisno lebih jauh, belum ada keluhan masyarakat menyangkut kerugian yang dialami akibat pengamanan palu sidang. Tetapi masyarakat Sumatera Utara dipastikannya telah menderita dan malu karena perbuatan korupsi, suap dan pengoplosan gas LPG yang melibatkan oknum anggota DPRDSU.


    Bagi Sutrisno, kehormatan lembaga legislatif tidak sekadar simbolik melainkan aksi nyata. Tidak sebatas diucapkan tapi wajib jadi bagian dari "habit" (kebiasaan). Tidak terletak pada jas maupun safari yang dikenakan setiap hadir ke gedung DPRDSU. Namun tergantung bagaimana sikap merespon persoalan masyarakat sebagai tugas utama 100 wakil rakyat. Tidak pula terletak pada fasilitas pesawat garuda maupun hotel bintang lima setiap melakukan "jalan-jalan dinas". Melainkan pada keseriusan ketika menghadiri rapat/sidang menyangkut persoalan publik. Rakyat Sumut pun diyakini Sutrisno merindukan keseriusan lembaga DPRDSU melakukan fungsi pengawasan, anggaran bahkan legislasi. Sehingga bukan sekadar palu sidang yang kembali tetapi kehormatan lembaga dapat pulih secara perlahan. Bila semua itu dilakukan, Sutrisno percaya rakyat Sumut bakal simpati terhadap lembaga DPRDSU. "DPRDSU patut mengambil hikmah dari insiden palu sidang. Kehormatan bukan lagi wacana tetapi realita. Tidak lagi impian tetapi kenyataan. Rakyat Sumatera Utara merindukan institusi DPRDSU yang bersih dan rukun," tutupnya. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Insiden Palu Sidang, Sutrisno Pangaribuan Imbau BKD DPRDSU Jangan Baper'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER