Senin

27 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 22 Agustus 2016 | 00:01 WIB

    Telah dibaca 653 kali

    Penganiayan Warga & 2 Wartawan di Medan, Komnas HAM Diminta Usut Dugaan Pelanggaran HAM

    Budiman Pardede
    Sekretaris Komisi C DPRDSU Sutrisno Pangaribuan, ST, saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Kunjungan Komnas HAM menemui masyarakat Sari Rejo Medan pasca-diserang beberapa oknum TNI AU 2 hari menjelang HUT RI ke-71 atau Senin berdarah (15/8/2016) patut diapresiasi. Kehadiran lembaga negara tersebut diharapkan fokus mengusut dugaan pelanggaran HAM dan memberi angin segar bagi penuntasan persoalan kekerasan alat negara terhadap masyarakat. Sebab sejatinya, negara dengan seluruh instrumennya bertugas untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.

     

    Penegasan itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Sutrisno Pangaribuan, ST kepada www.MartabeSumut.com, Sabtu siang (20/8/2016). Kehadiran Komnas HAM ke Medan, kata Sutrisno, tentu berkaitan dengan tugas utama kemanusiaan. Sehingga hal pertama dan utama yang dilakukan Komnas HAM adalah bertemu dengan para korban masyarakat maupun 2 wartawan yang dianiaya dan disiksa. "Sebab disanalah tugas pentingnya Komnas HAM. Berdasarkan informasi dari masyarakat, dan juga melalui pertemuan dengan masyarakat yang saya hadiri kemarin malam, Komnas HAM justru memulai kegiatan dengan bertemu dengan Panglima Kodam I/ BB dan pejabat lain yang secara nyata tidak mampu berbuat apa-apa sampai akhirnya terjadi penyerangan terhadap warga. Pertemuan dengan masyarakat itu membahas permasalahan tanah, sejarah tanah dan proses hukum tanah yang semestinya bukan tujuan utama kehadiran Komnas HAM di Medan. Bahkan agenda penyelidikan terhadap kekerasan oknum aparat TNI AU baru dilakukan setelah pertemuan tersebut," sesal Sutrisno.

    Fokus Tugas Kemanusiaan

     

    Politisi PDIP ini melanjutkan, agar independensi Komnas HAM tetap terjaga, dan untuk meyakinkan masyarakat bahwa kehadiran Komnas HAM bertujuan menemukan keadilan kemanusiaan, maka Komnas HAM sebaiknya fokus pada tujuan utama. Yaitu mengungkap kekerasan HAM yang kemungkinan dilakukan oknum TNI AU maupun oknum kesatuan lain yang melakukan kekerasan atas nama negara terhadap masyarakat Sari Rejo dan 2 wartawan. Menurut dia, mengunjungi para korban, meninjau lokasi terjadinya kekerasan kepada warga dan para wartawan, diyakini jauh lebih bermanfaat bagi tugas Komnas HAM dibanding menemui para pejabat yang tidak mampu berbuat apa-apa. "Mengutamakan pertemuan dengan para pejabat yang sekian lama absen dari pergumulan rakyat dapat berakibat pada pengaburan fakta- fakta kekerasan oknum negara kepada masyarakat," ingatnya. Sebagai wakil rakyat di DPRDSU yang terlibat menyelesaikan konflik lahan itu sejak 2014, Sutrisno mengingatkan Komnas HAM serius menyelidiki segala bentuk wujud kekerasan yang dilakukan beberapa oknum mengatasnamakan negara selama terjadi penyerobotan tanah masyarakat oleh TNI AU.


    Sekretaris Komisi C DPRDSU itu berkeyakinan, kehadiran Komnas HAM harus memperkuat posisi masyarakat yang ditindas oleh oknum negara melalui TNI AU. Penolakan Kasasi MA yang diajukan oleh TNI AU melawan masyarakat dipercaya Sutrisno wajib dijadikan dasar penyelesaian persoalan. Bila negara melakukan kekeliruan dalam pencatatan tanah tersebut sebagai aset negara, maka negara dimintanya memperbaiki serta mengembalikan hak-hak tanah kepada masyarakat. "Akhirnya kita berharap, Komnas HAM berada pada jalan kebenaran. Supaya mampu mengungkap tabir kegelapan kekerasan atas nama negara terhadap masyarakat dan wartawan di Kel Sari Rejo Medan," tutup Sutrisno. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Penganiayan Warga & 2 Wartawan di Medan, Komnas HAM Diminta Usut Dugaan Pelanggaran HAM'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER