Minggu

17 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 10 Agustus 2016 | 00:00 WIB

    Telah dibaca 649 kali

    DPRDSU: Polisi Macam Pemadam Kebakaran Hadapi Begal

    Budiman Pardede
    H Nezar Djoely, ST (kiri) dan H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (9/8/2016). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Aparat kepolisian terkesan bersikap macam petugas pemadam kebakaran menghadapi aksi kejahatan begal yang kian ganas di Kota Medan. Sebab, polisi tidak terlihat proaktif dan preventif menindak para penadah maupun pihak-pihak yang menjual bebas onderdil kendaraan. Namun menunggu peristiwa terjadi lalu sibuk melakukan pengusutan kasus bahkan pengejaran pelaku.

     

    Penilaian skeptis tersebut dilontarkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) H Nezar Djoely, ST (FP-NasDem) dan Ketua Komisi E DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc (F-PKS). Kepada www.MartabeSumut.com, Selasa siang (9/8/2016) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Nezar mengatakan, cara penuntasan kejahatan begal tidak menunggu "kebakaran" (kejahatan) terjadi atau dilaporkan warga  ke kantor polisi. Melainkan melakukan razia/operasi terhadap penjual onderdil bekas kendaraan bermotor seperti di Jalan Tritura, Jalan Salak dan Jalan Bintang. Kemudian polisi memberi efek jera kepada para penadah supaya tidak lagi menampung barang-barang hasil kejahatan. "Lakukan operasi rutin dong. Polisi harus kerjasama dengan pemerintah. Masak polisi tidak tahu dimana titik-titik lokasi penadah ? Jangan hadapi begal sepeti petugas pemadam kebakaran," sindir Nezar. Anggota Komisi D DPRDSU ini memastikan, cuma langkah antisipatif yang perlu diperbuat polisi agar kelompok begal kesulitan beraksi. Yaitu mematahkan gerakan penadah hingga mengawasi rutin semua lokasi penjualan onderdil bekas kendaraan. "Kepada masyarakat kita imbau hati-hati/waspada di jalan raya termasuk tidak membeli barang tak jelas," ingat Nezar.

     
    Hal senada disampaikan Syamsul Qodri Marpaung. Bagi dia, penjual onderdil bekas kendaraan, penadah, pelaku begal bahkan oknum aparat kepolisian tidak sedikit yang membentuk sindikat. "Saya rasa ini sindikat. Termasuk keterlibatan oknum aparat. Razialah tempat-tempat penjual dan penadah. Janganlah polisi kerja kayak pemadam kebakaran," ucap Syamsul Qodri Marpaung. Sementara warga diminta Syamsul Qodri tidak membeli onderdil kendaran bekas dijalur salah. "Jangan kita kasih peluang kepada begal untuk menjual barang-barang kejahatan," tutupnya, sembari menduga banyak kasus curanmor/begal justru diback-up oknum aparat. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'DPRDSU: Polisi Macam Pemadam Kebakaran Hadapi Begal'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER