Minggu

26 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 6 Agustus 2016 | 00:02 WIB

    Telah dibaca 676 kali

    Narkoba Marak bak Kacang Goreng, Yulizar P Lubis Bingung Dimana Aparat Penegak Hukum

    Budiman Pardede
    Anggota F-PPP DPRDSU Drs H Yulizar P Lubis, MPsi, saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat siang (5/8/2016). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Fraksi PPP Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Drs H Yulizar Parlagutan Lubis, MPsi, bingung. Risau mengetahui penangkapan Kabid Pemberdayaan SDM Diskanla Kab Deli Serdang Yopi Husada (37) lantaran indikasi kepemilikan 1,5 Jie Sabu Sabu pada Sabtu (30/7/2016). Disusul pencidukan 2 orang diduga oknum PNS Pemprovsu saat pesta Narkoba di kawasan Mega Mas Jalan AR Hakim Medan, Jumat pagi (5/8/2016). Yulizar pun mensinyalir "nyanyian" terpidana mati Freddy Budiman kepada Harris KontraS menjadi sesuatu yang sulit diingkari.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Jumat siang (5/8/2016) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Yulizar berkeyakinan, maraknya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba telah memasuki kondisi "lampu merah". Melibatkan hampir seluruh komponen termasuk oknum TNI, oknum Polri, oknum legislatif, oknum Yudikatif bahkan masyarakat umum. "Narkoba marak bak kacang goreng, emang dimana aparat penegak hukum ya ? Apa mereka gak tahu ? Lalu pertanyaan berikut, siapa yang berani membekingi ? Nyanyian Freddy Budiman jangan dikonotasikan negatif. Sebab bila itu bohong, trus kenapa Narkoba masih saja marak bak kacang goreng," sindir politisi yang akrab disapa Puli ini.

     

    Peredaran Narkoba Kian Gencar


    Faktanya, lanjut anggota Komisi D DPRDSU itu lagi, peredaran Narkoba semakin gencar terjadi di penjuru Tanah Air. "Kemana aparat penegak hukum kita? Apa mereka tidak tau, atau sudah semua terima suap bulanan mengamankan atau pura-pura tidak tau," tegas Puli bertanya. Oleh karenanya, Puli mengajak aparat dan masyarakat yang masih bersih dari Narkoba untuk bergerak bersama mengatasi dampak buruknya. Menyinggung keterlibatan oknum PNS di Sumut, Puli justru lebih keras berpendapat. Bagi dia, Gubsu, Walikota dan Bupati harus konsisten melaksanakan tes urine rutin setiap 2 bulan terhadap jajaran PNS. Bupati, Walikota dan Gubsu dimintanya memecat oknum-oknum PNS yang terlibat memakai Narkoba. "Kesempatan masuk apapun wajib tes urune. Sehingga tertutup peluang mereka menularkan Narkoba pada lingkungan kerja," tutup Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Sumut I Kec Medan Amplas, Kec Medan Kota, Medan Denai, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Timur, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan ini. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Narkoba Marak bak Kacang Goreng, Yulizar P Lubis Bingung Dimana Aparat Penegak Hukum'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER