Minggu

16 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 31 Juli 2016 | 00:02 WIB

    Telah dibaca 1193 kali

    Ini Kronologis Kerusuhan SARA di Kota Tanjung Balai Sumut

    Redaksi
    Salah satu vihara di Kota Tanjung Balai dikabar massa, Jumat malam (29/7/2016). (Foto : Ist)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Pada hari Jumat 29 Juli 2016 sekira pkl 23.00 WIB, telah terjadi amuk massa berbau SARA di Kota Tanjung Balai yang dilakukan masyarakat setempat. Massa yang didominasi pemuda itu membakar dan merusak beberapa tempat ibadah berupa klenteng, pekong dan vihara.

     

    Berikut kronologis kejadiannya yang diterima www.MartabeSumut.com dari salah seorang Perwira di Polda Sumut.


    1. Seorang warga Tionghoa bernama Meliani (41), wiraswasta, penduduk Jalan Karya Kel TB Kota I Kec Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai menegor Nazir Mesjid Almakshum yang ada di Jalan Karya. Maksudnya meminta mengecilkan volume mikrophone yang ada di Mesjid. Menurut Nazir Mesjid, hal itu memang telah disampaikan Meliani beberapa kali.

    2. Pada hari Jumat 29 Juli 2016 sekira pukul 20.00 WIB, setelah selesai sholat Isa, jemaah dan Nazir mesjid menjumpai Meliana ke rumahnya. Kemudian dibawa Kepling ke kantor Lurah. Namun suasana pada saat itu mulai memanas sehingga Meliana dan suaminya diamankan ke Polsek Tanjung Balai Selatan.

    3. Setibanya di Polsek, dilakukan pertemuan dengan melibatkan Ketua MUI, Ormas Islam setempat, Camat, Kepling dan tokoh masyarakat.

    4. Pada saat bersamaan, massa mulai banyak berkumpul. Dipimpin kelompok mahasiswa sambil melakukan orasi. Massa juga diimbau aparat membubarkan diri.

    5  Pukul 22.30 WIB konsentrasi massa kembali berkumpul karena diduga telah mendapat informasi melalui media sosial (Facebook) yang diposting oleh salah seorang aktivis Andian Sulin SH. Selanjutnta massa kembali mendatangi rumah Meliana di Jalan Karya dan berupaya membakarnya. Tapi warga sekitar berhasil menghentikan. Massa semakin banyak dan semakin emosi, Mereka bergerak menuju Vihara Juanda yang berjarak sekira 500 Meter dari Jalan Karya. Massa berusaha membakar namun dihadang personel Polres Tanjung Balai. Aksi pelemparan dengan menggunakan batu terjadi sehingga Vihara tersebut mengalami kerusakan.

    6. Beberapa saat kemudian massa bergerak melakukan tindakan pembakaran dan perusakan rumah ibadah diantaranya : Di Pantai Amor melakukan pembakaran 1 unit Vihara, 3 unit klenteng, 3 unit mobil, 3 unit sepeda motor dan 1 unit betor. Di Jalan Sudirman massa melakukan perusakan 1 unit klenteng. Di Jalan Hamdoko merusak 1 unit klenteng dan 1 unit praktik pengobatan Tionghoa serta 1 unit sepeda motor. Di Jalan KS Tubun massa merusak 1 unit klenteng dan 1 unit bangunan milik Yayasan Putra Esa di Jalan Nuri. Di Jalan Imam Bonjol membakar 1 unit Vihara. Di Jalan WR Supratman merusak isi bangunan Yayasan Sosial dan merusak 3 unit mobil. Di Jalan Ahmad Yani merusak pagar Vihara. Di Jalan Ade Irma membakar 1 unit klenteng.

     

    Langkah-langkah yang diambil aparat kepolisian dan pejabat setempat meliputi:


    1. Kordinasi dengan aparat keamanan termasuk Polres Tanjung Balai.

    2. Koordinasi dengan Muspida, tokoh agama dan pemuka masyarakat.

    3. Melakukan imbauan dan menghalau massa agar membubarkan diri.

    4. Melakukan penjagaan dan Pam di lokasi vihara dan kelenteng.

    5. Pukul 04.30 WIB konsentrasi massa sudah tidak tampak lagi.

    6. Melakukan pendataan kerusakan dan penyelidikan kasus. (MS/RED)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER