Minggu

17 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 15 Juli 2016 | 01:56 WIB

    Telah dibaca 952 kali

    SMUN di Medan Diduga Peras Calon Siswa Baru Rp 5-10 Juta, Kepsek SMUN 5 Medan H Simamora Menghilang

    Dekson H
    Anggota DPRDSU Janter Sirait, SE, dan gedung SMU Negeri 5 di Jalan Pelajar Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Moral pengelola dunia pendidikan SMU Negeri (SMUN) di Medan dipertanyakan. Bukan apa-apa, bertahun-tahun warga Medan harus sesak nafas mengetahui fakta miris sulitnya memasukkan anak ke sekolah negeri. Sesak nafas tidak karena takut anaknya tak lulus, melainkan sedih menyaksikan praktik bejat oknum petinggi SMU Negeri yang terindikasi transaksional, jual-beli, memeras bahkan pungutan liar (pungli) Rp. 5-10 juta untuk 1 kursi calon siswa baru. Modus 70 persen NEM hasil UN, 30 persen Bina Lingkungan dan ujian tertulis pun diduga sarat permainan. Penerimaan siswa baru setiap tahun ajang pungli ?

    Hari ini Jumat 15 Juli 2016 semua SMUN di Medan akan mengumumkan hasil tes tertulis yang telah dilakukan pada 11 Juli 2016. Tes tertulis merupakan tahapan kedua setelah ratusan bahkan ribuan siswa baru mendaftarkan diri ke SMUN yang diminati. Namun sesuai pantauan www.MartabeSumut.com sejak 2 minggu lalu di SMUN 5 Medan Jalan Pelajar, lingkungan sekolah kerap dipadati orang-orang dari berbagai penjuru Sumut untuk menemui Kepala Sekolah (Kepsek) SMUN 5 Medan H Simamora. Ada yang mengaku orangtua, wartawan, aparat pemerintah, suruhan anggota DPRD Medan hingga para preman. Tujuan mereka tidak lain ingin memastikan kabar tak sedap uang Rp. 5-10 juta untuk 1 kursi siswa baru. Namun ratusan orang yang datang selalu langkah kiri. Balik kanan, mencari alamat rumah Kepsek SMUN 5 Medan H Simamora hingga memikirkan upaya untuk memuluskan anak-anak bisa menjadi siswa sekolah. Padahal, N br S (51) asal Kab Simalungun, misalnya. Dengan tegas menyatakan ponakannya bernama "G" memiliki NEM tinggi. Tapi lantaran derasnya kabar tak sedap jual-beli kursi Rp. 5-10 juta, N br S pun khawatir sehingga tetap tinggal di Medan untuk berjaga-jaga. "Ponakan saya itu tinggi NEM-nya atau 7,5 lah. Tapi yang daftar ke sini kan 1.000 lebih calon siswa baru sementara daya tampung 400-an kursi. Kalau dulu standard NEM terendah jelas dipajang sebagai syarat utama mendaftar. Sekarang ukuran NEM tidak ada lagi. Saya diberitahu pihak SMUN 5 bahwa dari 400-an kursi siswa baru yang dipersiapkan, 70 persen yang lulus adalah NEM tertinggi, 30 persen Bina Lingkungan dan ujian tertulis. Jadi gak jelas, makanya saya cemas," terang N br S kepada www.MartabeSumut.com, Senin siang (11/7/2016) di depan SMU Negeri 5 Jalan Pelajar Medan.

    Lantaran tak bisa bertemu Kepsek SMUN 5 Medan H Simamora, N br S menyatakan mendengar nama "Ari" sebagai perpanjangan tangan sang Kepsek. Dia menyebut, "Ari" merupakan pegawai honor SMUN 5 Medan dan diduga kaki tangan Kepsek SMUN 5 Medan H Simamora untuk menegosiasikan titipan nama siswa sekaligus pengutip semua uang pungli Rp. 5-10 juta. "Aku tahu nama "Ari" dan nomor Hp nya saja dari salah satu guru SMUN 5 Medan. Tapi saat saya telepon, si "Ari" itu tidak mengangkat. Saya SMS, tidak mau dijawabnya," heran N br S, seraya menyatakan siap membayar bila Rp. 5 juta bila memang faktor uang jadi syarat utama kelulusan keponakannya "G".

    Kepsek SMUN 5 Medan H Simamora Menghilang

    Masih berdasarkan pengamatan www.MartabeSumut.com sedari Kamis 7 Juli 2016 hingga Kamis 14 Juli 2016, Kepsek SMUN 5 Medan H Simamora tidak pernah kelihatan batang hidungnya di lingkungan sekolah. H Simamora seperti hilang mendadak ditelan bumi. Ponsel H Simamora nomor 0821651405xx sudah tidak bisa dihubungi lagi alias non aktif sampai sekarang. Lucunya lagi, ketika ujian tertulis digelar pada 11 Juli 2016, H Simamora tetap saja raib. Kondisi sekolah yang bak pasar malam sesak dipenuhi banyak orang. Umumnya ingin menemui H Simamora. Lagi-lagi tak satupun berhasil. "Saya tanya alamat rumah Pak Simamora ke guru-guru di sana juga tak diberitahu. Aneh, dia kan wakil pemerintah, kok hilang ? Padahal saya datang bukan mau menyuap. Tapi mau bilang bahwa saya tak rela anak saya tidak lulus karena NEM-nya tinggi. Saya sangat sakit hati mendengar issu suap Rp. 5-10 juta untuk 1 kursi siswa baru SMU Negeri 5. Hajab kali bah dunia pendidikan di Medan ini. Hancurlah generasi bangsa kita ditangan para pendidik/pengelola sekolah bermental suap dan sesat," umpat seorang warga Jalan Bakti Medan, sambil meminta namanya jangan ditulis. Lebih celakanya, upaya konfirmasi sangat sulit ditembus. Guru-guru bungkam bicara sedangkan pejabat berwenang SMUN 5 Medan tak ada yang dapat ditemui. Wakil Kepala Sekolah IV/Humas SMUN 5 Medan Leo Janser Situmorang, saat dikonfirmasi www.MartabeSumut.com melalui ponselnya nomor 081264940xx, Senin sore (11/7/2016), tidak mau mengangkat Hp. Pesan singkat SMS konfirmasi juga tidak digubris Leo Janser Situmorang. Tatkala "Ari", orang yang disebut-sebut "tangan kanan" H Simamora ditelepon www.MartabeSumut.com pada Senin malam (11/7/2016) untuk kepentingan wawancara, awalnya setuju datang namun akhirnya mangkir. "Saya pasti datang bang, tapi kalo bisa hubungi Pak Wakil Kepala Sekolah IV/Humas SMUN 5 Medan Leo Janser Situmorang," cetus "Ari" melalui pesan singkat SMS.



    Pendeta Tolak Beritahu Alamat H Simamora


    Tak puas belum mendapat konfirmasi, www.MartabeSumut.com akhirnya menyelidiki alamat rumah Kepsek SMUN 5 Medan H Simamora. Upaya itu berhasil dan diketahuilah bahwa dia tinggal di kawasan Jalan Karya Pembangunan Sekip Medan. Walau tanpa alamat jelas dan pasti, pada Rabu malam (13/7/2016), www.MartabeSumut.com mencari alamat rumah H Simamora. Dari rumah ke rumah diselidiki, kabar baik pun diperoleh melalui warga setempat bahwa informasi rumah H Simamora bisa diperoleh dari pengurus gereja HKBP Karya Pembangunan. Nah, sekira pukul 22.00 WIB, www.MartabeSumut.com berhasil mendatangi rumah Pendeta Hutauruk di kompleks Gereja HKBP Karya Pembangunan Sekip Medan. Namun sayang, kendati sudah dijelaskan niat datang untuk konfirmasi issu pungli Rp. 5-10 juta di SMUN 5 Medan, toh sang Pendeta tetap enggan memberitahukan alamat H Simamora. "Maaf ya Pak, sejak awal saya sudah diberitahu Pak Simamora agar tidak memberitahu siapapun alamat rumahnya," ungkap Pdt Hutauruk. Fakta aneh tersebut kian menantang semangat www.MartabeSumut.com. Upaya tanya sini tanya sana kembali dilakukan terhadap warga sekitar. Dan ternyata, rumah H Simamora cuma berjarak sekira 200 Meter dalam radius beberapa gang terpisah dari rumah Pdt Hutauruk. Pukul 22.30 WIB, www.MartabeSumut.com terpaksa menghentikan niat konfirmasi karena alasan etika. Sebab pagar rumah H Simamora digembok rapat sementara situasi halaman tampak gelap gulita karena lampu depan rumah dipadamkan.


    DPRDSU Minta Polisi Tangkap Para Pelaku


    Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Janter Sirait, SE, mengaku prihatin dengan pembusukan budaya yang diperankan oknum pengelola sekolah SMU Negeri di Medan selama bertahun-tahun. Dia meminta aparat polisi bahkan KPK menangkap pihak-pihak yang terbukti menerima uang sogok atau perantara negosiasi kursi siswa baru yang dikondisikan Kepsek SMU Negeri 5 Medan atau Kepsek SMU Negeri lainnya. "Rusak negara kita. Hancur generasi kita. Prestasi siswa yang tinggi tidak berharga lagi sekarang karena transaksional. Ayo semua warga Medan ikut mencari bukti. Biar kita laporkan para pelaku, penerima uang, Kepsek SMU Negeri 5 Medan serta Kepsek SMU Negeri lainnya kepada polisi/KPK," cetus Janter dengan nada tinggi, saat dikonfirmasi www.MartabeSumut.com, Rabu siang (13/7/2016) melalui saluran telepon. Bagi politisi Golkar tersebut, dunia pendidikan adalah urusan Komisi E DPRDSU dan Komisi B DPRD Medan. Artinya, kalangan wakil rakyat juga disindirnya tidak sedikit ikut bermain mengamankan praktik busuk transaksional Rp.5-10 juta untuk 1 kursi siswa baru SMU Negeri di Medan. "Saya ingin mengetuk hati Walikota Medan Dzulmi Eldin, Kadis Pendidikan Medan dan Kadis Pendidikan Sumut. Hentikanlah praktik curang itu karena merusak dunia pendidikan Indonesia. Kok semua pihak terkait seolah diam mengetahui gaya mafia pendaftaran siswa baru SMU Negeri di Medan," kesal Janter Sirait tak habis fikir, sambil menggugat sikap tak wajar Kepsek SMU Negeri 5 Medan H Simamora yang "melarikan diri" karena terindikasi menyembunyikan banyak masalah. (MS/BUD/DEKS)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'SMUN di Medan Diduga Peras Calon Siswa Baru Rp 5-10 Juta, Kepsek SMUN 5 Medan H Simamora Menghilang'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER