Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 13 Juli 2016 | 00:00 WIB

    Telah dibaca 1010 kali

    Tinjau UPT Tuna Netra Sei Buluh, Komisi E DPRDSU & Dinkessos Sumut: Putus Generasi 3 Turunan

    Budiman Pardede
    H Syamsul Qodri Marpaung, Lc (tengah), Barita Sihite (2 dari kiri) dan Drs Halomoan Samosir (kiri) saat meninjau UPT Tuna Netra Sei Buluh, Selasa (12/7/2016). (Foto: www.MartabeSumut)

    www.MartabeSumut.com, Sei Buluh Sergai

     

    Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) dan Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkessos) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sepakat memutus mata rantai generasi 3 turunan yang menghuni permukiman Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tuna Netra Sei Buluh Kab Sergai. Sebab, mayoritas penghuni UPT di bekas asrama militer TNI AD itu dianggap tidak kalangan tuna netra melainkan keturunan, anak dan cucu.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com saat ikut meninjau UPT Tuna Netra Sei Buluh Kab Sergai, Selasa (12/7/2016) pukul 10.40 WIB, rombongan Komisi E dipimpin H Syamsul Qodri Marpaung, Lc (F-PKS). Tampak hadir Wakil Ketua Ir H Zahir, MAP (F-PDIP), Sekretaris H Syamsul Bahri Batubara, SH (FP-Golkar), anggota Firman Sitorus, SE (FP-Hanura), Janter Sirait, SE (FP-Golkar), Guntur Manurung, SE (FP-Demokrat), Eveready Sitorus (FP-Gerindra) serta Sekretaris Dinkessos Sumut Barita Sihite. Rombongan disambut Kepala UPT Tuna Netra Sei Buluh Drs Halomoan Samosir. Dalam kesempatan itu, Sekretaris Dinkessos Sumut Barita Sihite membeberkan, permukiman UPT dihuni 55 KK dengan jumlah 150 jiwa. "Kami butuh bantuan Komisi E DPRDSU agar UPT tuna netra bisa semakin baik. Misalnya kepesertaan BPJS warga UPT yang masih kendala. Warga UPT di sini tidak punya NIK/KTP karena sejak awal didatangkan dari kab/kota. Kedepan kita harap ada solusi dalam pelayanan kesehatan warga Sumut berkekurangan," tegas Barita. Dia pun menyatakan sepakat memutus mata rantai warga UPT yang turun temurun 3 generasi. "Kita putus dengan strategi terminasi atau memberi besaran biaya supaya keluar dari UPT. Kemudian relokasi ke suatu tempat," cetus Barita, seraya menegaskan, lahan UPT Tuna Netra Sei Buluh sekira 4 Ha adalah milik Pemprov Sumut bersertivikat.

    Biaya 150 Orang Rp. 22 Ribu/Hari


    Sementara Kepala UPT Tuna Netra Sei Buluh Drs Halomoan Samosir memaparkan, belum semua warga binaan UPT mempunyai KK dan KTP. Makanya, dia mengaku pernah meminta Kades Sei Buluh yang baru agar membenahi tata adm kependudukan. Menyinggung biaya 150 jiwa penghuni UPT, Samosir menyebut nominal Rp. 22 ribu /hari. "Mereka dapat 3 x makan, teh manis 3 x 1 minggu dan susu 1 kali seminggu. Yang sudah nikah wajib keluar. Kami sungguh bangga DPRDSU datang sebab menjadi kunjungan pertama. Terimakasih Pak Dewan," aku Samosir. Semua anggota Komisi E DPRDSU yang hadir juga memberikan masukan.

     

    Sedangkan Ketua Komisi E DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, memastikan, pihaknya setuju usul Dinkessos Sumut memutus generasi 3 turunan tuna netra agar tidak membebani anggaran daerah. Syamsul Qodri Marpaung juga heran mengetahui 150 penghuni UPT belum dimasukkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS. "Coba bicarakan dengan Dinsos Sergai, Dinkes Sergai serta Bupati. Yang belum jelas NIK/KTP, koordinasikan ke Disduk Capil Sergai agar masuk dulu KK orang lain. Di kabupaten itu ada dana PBI BPJS. Di Provinsi Sumut saja anggarannya Rp. 85 Miliar namun yang terserap cuma Rp. 65 Miliar," ungkap Syamsul Qodri Marpaung. Hingga kini, lanjutnya lagi, DPRDSU sedang membahas P-APBD Sumut 2016 dan persiapan APBD Sumut 2017. Bila tahun 2015 alokasi dana UPT Tuna Netra Sei Buluh Rp. 1,5 Miliar dan tahun 2016 Rp. 2 Miliar, maka kekurangan dana kedepan bisa ditambahkan melalui P-APBD Sumut. "Sebanyak 11 item program tahun 2017 akan kami bahas bersama Dinkessos Sumut. Marilah kita ciptakan pelayanan UPT Tuna Netra Sei Buluh lebih manusiawi. Tidak seperti UPT WTS Berastagi yang kami kunjungi pada Rabu (1/6/2016)," tutup Syamsul Qodri Marpaung. Masih berdasarkan pengamatan www.MartabeSumut.com, usai pertemuan, kegiatan dilanjutkan makan siang bersama dan peninjauan rumah-rumah tuna netra berikut dapur umum. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Tinjau UPT Tuna Netra Sei Buluh, Komisi E DPRDSU & Dinkessos Sumut: Putus Generasi 3 Turunan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER