Minggu

17 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 13 Mei 2016 | 00:05 WIB

    Telah dibaca 1398 kali

    PTPN II Diduga Gelapkan Rp. 1,7 T Pensiun Karyawan, Philips PJ Nehe: KPK Harus Audit Investigasi !

    Budiman Pardede
    Yusuf Sembiring (kiri) dan anggota Komisi E DPRDSU Philips Perwira Juang Nehe saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (12/5/2016). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) menggelar RDP bersama Forum Advokasi Karyawan Pensiunan PTPN II, Kamis pagi (12/5/2016) di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan. RDP dipimpin Ketua Komisi A DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, Wakil Ketua Zahir dan Sekretaris H Syamsul Bahri Batubara. Tampak hadir anggota Komisi E seperti Janter Sirait, Philips Perwira Juang Nehe, Ari Wibowo, Ahmadan Harahap, H Syahrial Tambunan, Meilizar Latif dan Iskandar SB.


    Pantauan  www.MartabeSumut.com, Forum Advokasi Karyawan Pensiunan PTPN II dipimpin HM Yusuf Sembiring. Sedangkan PTPN II diwakili Aznal Syafri Hasibuan selaku Kabag SDM serta Bambang dari BPJS. Pertemuan terpaksa diskors lantaran pihak PTPN tidak bisa menjelaskan kenapa dana pensiun karyawan PTPN II yang dipotong setiap bulan sejak tahun 2004-2015 sekira Rp. 1,7 Triliun tidak disetorkan ke kas Dana Pensiunan Perkebunan (Dapenbun). Bahkan Kabag SDM PTPN II Aznal Syafri Hasibuan enteng menjawab hanya diperintah atasan untuk datang dan mencatat hasil RDP. "Saya diperintahkan atasan mencatat saja dan melaporkan hasil-hasil RDP kepada Direksi," ucap Aznal Syafri Hasibuan. Jawaban tersebut tentu saja membuat meradang semua anggota Komisi E DPRDSU termasuk puluhan pensiunan yang hadir. "Kalau begini ceritanya, ya kita skors saja rapat dan kita agendakan saja di kantor PTPN II supaya Direksinya hadir. Bagaimana kita membahas bila Direksi yang mengambil keputusan tidak hadir," sindir Ketua Komisi E DPRDSU Syamsul Qodri Marpaung.


    KPK Lakukan Audit Investigasi PTPN II



    Usai RDP, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi anggota Komisi E DPRDSU Philips Perwira Juang Nehe. Menurut politisi PKB ini, KPK sebaiknya turun ke Sumut melakukan audit investigasi di PTPN II sebab kuat dugaan pimpinan BUMN itu telah menggelapkan dana milik karyawan triliunan rupiah. "Kejadian sudah bertahun-tahun. Forum mereka telah berkali-kali datang ke Kementerian BUMN. Banyak masalah di PTPN II mulai dana pensiun, klaim asuransi hingga dugaan penggelapan uang iuran BPJS karyawan PTPN II sekira Rp. 23,5 Miliar," singkap Philips. Legislator asal Kepulauan Nias tersebut membeberkan, saat ini ada sekira 33 ribu pensiunan PTPN II di Sumut. Meliputi 12 ribu pensiun aktif dan 21 ribu pensiun passif. "Bagaimana hidup mereka kelak ? Kalau dikali 3 saja 1 keluarga, sudah berapa jumlahnya ? Saya mendesak KPK melakukan audit investigasi. Batara Muda Nasution selaku Dirut PTPN II mundur saja bila terlibat," ingat Philips.


    Tuntut Hak Pensiunan


    Dilokasi sama, www.MartabeSumut.com menemui Ketua Forum Advokasi Karyawan Pensiunan PTPN II HM Yusuf Sembiring (89). Warga Jalan Laksana 12/20 Kotamatsum III Medan yang sempat bekerja di PTPN II sejak 1957 (dulu PTP IX) dan pensiun tahun 1992, itu menjelaskan, forum sudah 3 tahun didirikan dengan tujuan menuntut hak pensiunan PTPN II. "Dana pensiun kami dikutip tiap bulan. Tapi Direksi tidak setorkan ke Dapenbun sebagai pihak berwenang mengurus dana pensiun. Bila iuran tidak disetor, maka jadi masalah bagi pensiunan PTPN II," aku Yusuf. Didampingi Meini Sibarani karyawan aktif PTPN II Tjg Morwa, Ardhan Lubis karyawan aktif PTPN II Kebun Sampali serta Musa Pohan karyawan aktif bagian Klinik Tembakau Deli, pria sepuh itu melanjutkan, sedikitnya ada 21 ribu pensiunan passif yang tidak menerima manfaat apapun dari dana pensiun. Selama ini uang penisun memang diterima tapi selalu lambat dan bersamaan dengan pembayaran gaji karyawan aktif. "Uang pensiun harusnya dibayar Dapenbun bukan justru dibayarkan perusahaan. Ada sekira Rp. 1,7 Triliun dana pensiun kami sejak 2004-2015 yang tidak jelas dimana rimbanya," ungkap Yusuf kesal.

     

    Hal senada disampikan karyawan aktif PTPN II Meini Sibarani, Ardhan Lubis dan Musa Pohan kepada www.MartabeSumut.com. Bagi ketiganya, dugaan penggelapan dana pensiun sangat membahayakan nasib puluhan ribu manusia. "Cuma 60 persen dari gaji pokok terakhir saya adalah dana pensiun yang harus saya terima tiap bulan. Harusnya Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) PTPN II melindungi karyawan aktif dan pensiunan. Namun selama ini SP-BUN PTPN II tak pernah memperjuangkan hak-hak karyawan," kesal Mei Sibarani, sembari menambahkan, Dapenbun dan SP-BUN PTPN II kerap tidak berkutik karena merupakan "anak" Direksi sehingga sangat memungkinkan praktik KKN terjadi. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'PTPN II Diduga Gelapkan Rp. 1,7 T Pensiun Karyawan, Philips PJ Nehe: KPK Harus Audit Investigasi !'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER