Kamis

21 Mar 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 19 Juni 2012 | 16:50 WIB

    Telah dibaca 978 kali

    Malaysia Klaim Tor Tor Batak, Isma Pulungan dan Tohonan Silalahi Tuding Pemerintah Pengecut

    Budiman Pardede
    Tohonan Silalahi (kiri) dan Isma PA Pulungan. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Isma Padly Ardya Pulungan, S.Ag dan Tohonan Silalahi, SE, MM, 'sakit gigi'. Pasalnya, klaim Malaysia atas seni budaya Tor Tor Batak telah menorehkan luka teramat dalam bagi warga Batak yang tinggal di Medan-Sumut itu. Belum lagi, berbagai klaim pemerintah Malaysia yang kerap dilakukan jauh-jauh hari, justru disikapi pemerintah Indonesia dengan enteng dan cara-cara yang kurang tegas.

     

    "Pemerintah kita pengecut. Sudah terlalu banyak penzoliman dilakukan Malaysia kepada Republik ini dan sekarang Tor Tor Batak diklaim pula milik mereka. Dunia mengakui kalau Tor Tor Batak adalah warisan budaya bangsa Indonesia," cetus Isma Pulungan dan Tohonan Silalahi kepada MartabeSumut, Selasa siang (19/6) di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan.


    Jangan Biarkan Malaysia Lemahkan Indonesia


    Selaku putra Batak, kata Isma Pulungan, cara-cara yang dilakukan Malaysia selama ini telah melemahkan Indonesia sebagai negara bebas, mandiri dan berdaulat. Artinya, lanjut Ketua Komisi A DPRDSU itu, bila pemerintah tetap dengan sikap pengecutnya, maka secara tidak langsung ikut serta melemahkan wibawa sendiri di mata dunia. Isma Pulungan memastikan, jati diri suatu bangsa akan diukur melalui keberadaan seni budayanya. Sebab melalui seni budaya, suatu negara bisa berdiri dengan baik, berkembang cepat serta menjadi besar. "Jangan biarkan Malaysia melemahkan Indonesia. Seni budaya itu adalah roh dalam kehidupan suatu bangsa. Kita tidak mau negara ini kehilangan roh kebangsaan hanya gara-gara sikap pengecut pemerintah yang kebetulan saja masih berkuasa sekarang," sindir Isma Pulungan blak-blakan.


    Oleh sebab itu, semenjak dini, politisi Partai Golkar Sumut tersebut meminta pemimpin Indonesia serius menjaga komitmen NKRI. Hal itu bisa diwujudkan dengan tidak menganggap enteng aksi coba-coba Malaysia dan tidak membiarkan Malaysia 'kecanduan' mempecundangi, meremehkan bahkan melecehkan kedaulatan NKRI. "Terlalu banyak kasus yang diciptakan Malaysia untuk meremehkan, mempermainkan dan melemahkan Indonesia. Harusnya pemerintah konsisten dengan slogan 'tidak sejengkalpun tanah air Indonesia bisa diambil orang lain'. Tapi faktanya, kita dilecehkan terus mulai dari laut, darat hingga udara. Kalo pemerintah menolak dikategorikan pengecut, saya sarankan segera lakukan protes atas klaim terhadap Tor Tor Batak itu. Jadilah negosiator negara yang disegani melalui diplomasi tegas," pintannya dengan nada tinggi.            


    Pertahankan Jati Diri



    Tohonan Silalahi menambahkan, sudah saatnya pemerintah Indonesia menampilkan kebijakan diplomasi berorientasi mempertahankan jati diri. Legislator Partai Damai Sejahtera (PDS) Sumut ini berkeyakinan, jati diri Indonesia hanya bisa dikenal dunia melalui nilai seni dan budaya. Dia mencontohkan, kasus penyiksaan TKI, klaim pakaian batik dan hingga pelanggaran wilayah perairan, adalah bukti pelecehan Malaysia yang bertujuan membuat wibawa Indonesia terpuruk di dunia internasional. "Seni budaya itu jati diri bangsa, lho. Tapi berbagai fakta empiris menunjukkan betapa hancurnya jati diri dan wibawa Indonesia di mata Malaysia," sesal Tohonan Silalahi. Anggota Komisi A DPRDSU ini pun menyerukan kepada pemerintah Indonesia agar secepatnya mengeluarkan pernyataan sikap keras melalui protes dan klarivikasi. "Selaku rakyat saya tak mau dilecehkan Malaysia. Tapi pemerintah kita kok malah mau dipecundangi terus dan bikin malu negara. Jangan cuma manis di bibirlah, pengecut namanya itu," tutup Tohonan Silalahi. 



    Malaysia Klaim Tor Tor


    Untuk diketahui, negara jiran Malaysia akan mengklaim tarian tor-tor dan alat musik Gordang Sambilan (sembilan gendang).Padahal, selama ini tarian itu dikenal milik masyarakat suku Batak dari Sumatera Utara. Tetapi Malaysia justru akan meresmikan tarian itu sebagai warisan budaya Malaysia."Tarian tersebut harus dipertunjukkan dengan gendang dan dimainkan di depan publik sendiri," kata Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Dr Rais Yatim, seperti dilansir Kantor Berita Malaysia Bernama, Sabtu (16/6). Bahkan, Malaysia akan mendaftarkan tarian tersebut dalam Seksyen 67 sebagai Akta Warisan Kebangsaan 2005. Rais menjelaskan, mempromosikan seni dan budaya Mandailing sangat penting agar masyarakat tahu asal-usul mereka. Selain itu, pengakuan juga bagian dari memperkuat kesatuan dengan masyarakat lain. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Malaysia Klaim Tor Tor Batak, Isma Pulungan dan Tohonan Silalahi Tuding Pemerintah Pengecut'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER