Kamis

21 Mar 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 20 Oktober 2015 | 00:00 WIB

    Telah dibaca 1163 kali

    Banjir di Medan Sapu 6.000 Rumah Warga

    Dekson H
    Warga Jalan AH Nasution Gg Permai Kelurahan Medan Johor tampak berjalan dalam genangan banjir, Minggu malam (18/10/2015). (Foto : www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Sedikitnya ada 6.000 rumah warga Kota Medan disapu banjir pasca-hujan deras pada Minggu malam (18/10/2015) dan Senin dini hari (19/10/2015). Rumah tersebut berada di 6 kecamatan se-Kota Medan yaitu Kec. Medan Baru, Medan Selayang, Medan Johor, Medan Petisah, Medan Polonia dan Medan Marelan.

     

    Data itu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan Pers yang diterima www.MartabeSumut.com, Senin siang (19/10/2015). Di saat sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kekeringan dan kebakaran hutan/lahan, kata Sutopo, ribuan warga Kota Medan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) justru harus menelan pil pahit musibah banjir akibat hujan deras. "Tidak ada korban jiwa akibat banjir di Medan. Namun sekira 450 jiwa mengungsi ke berbagai tempat. Baik ke rumah tetangga, keluarga hingga fasilitas umum," ujar Sutopo.

     

    Harta Benda Warga Rusak dan Hilang

     

    Menurut Sutopo, kerugian material diperkirakan cukup besar sebab secara fisik menyangkut kerusakan/kehilangan harta benda warga yang berada dalam 6.000 unit rumah saat air mencapai ketinggian 1 – 2 Meter. Upaya penanggulangan disebutnya telah dilakukan BPBD Kota Medan melalui operasi evakuasi, pendataan serta pemberian bantuan logistik berupa makanan siap saji. "Kondisi terakhir, banjir sudah berangsur surut. Sebagian besar warga telah berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing," terangnya.

     

    Seperti diberitakan www.MartabeSumut.com, pasca-banjir terjadi, air meluap setinggi lutut orang dewasa menggenangi ruas strategis di Medan seperti Jalan SM Raja kawasan Simpang Limun, Jalan Pelajar, Jalan AH Nasution, Jalan Gedung Arca, Jalan AR Rahman Hakim-Sukaramai, Jalan Letda Sujono-Aksara, Jalan Halat, Jalan Gedung Arca, Jalan HM Jhoni, Jalan AH Nasution, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Denai dan Jalan Juanda Medan. Pantauan www.MartabeSumut.com pada salah satu ruas Jalan AH Nasution Medan Johor saat peristiwa terjadi, air meluap dari Sungai Deli ke ruas Jalan Tritura dan Jalan AH Nasution. Khusus di Jalan AH Nasution Gang Permai Kelurahan Medan Johor, puluhan rumah warga yang berada di posisi rendah tergenang air setinggi pinggang orang dewasa. Ratusan warga tampak panik dan sibuk mengamankan rumah sekaligus harta benda masing-masing ke tempat lebih tinggi. Pada sisi lain, rumah warga yang berada di atas, terlihat dipenuhi pengungsi yang terkena banjir. Selaku tetangga, warga yang tidak terkena banjir akhirnya melayani warga yang kena musibah dengan membuat teh manis, kopi bahkan memasak indomie. Ratusan warga Medan Johor pun banyak berkumpul di halaman masjid Al-Musadiqin Medan Johor.

     

    Banjir Paling Parah

     

    Shella (24), warga Jalan AH Nasution Gg Permai Kelurahan Medan Johor, saat dikonfirmasi www.MartabeSumut.com di lokasi mengungkapkan kesedihan mendalam. "Ini banjir paling parah Bang setelah 2 tahun kami tinggal di sini. Mudah-mudahan jam 5 atau jam 6 pagi nanti sudah surut airnya," harap Shella. Dia merinci, selain rumah orangtuanya, sedikitnya rumah warga lain yang tergenang air berjumlah 40 unit. Menurut Shella, warga yang terkena banjir akan mengungsi sementara waktu ke atas, tempat rumah warga lain yang posisinya lebih tinggi dan tidak terkena banjir. Walau hujan reda, namun Shella menyatakan air sulit surut sebab luapan air Sungai Deli datang dari hilir. "Semoga pemerintah memperhatikan nasib kami ini bang. Hujan rintik-rintik atau deras sebentar saja kami bisa kena luapan air Sungai Deli. Itu artinya ada masalah dengan Sungai Deli atau kenapa ada air kiriman dari hilir. Tolonglah Pemko Medan mencari jalan keluar menangani masalah banjir ini," tutup Shella berharap. Untuk diketahui, hingga Senin dini hari (19/10/2015), hujan rintik-rintik masih saja turun di Kota Medan walau dengan intensitas kecil. (MS/DEKS/GOL)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Banjir di Medan Sapu 6.000 Rumah Warga'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER