Sabtu

23 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 12 Oktober 2015 | 00:02 WIB

    Telah dibaca 827 kali

    Sutrisno & Shohibul Apresiasi Anggota DPRDSU 2009-2014 Kembalikan Uang Dugaan Suap ke KPK

    Budiman Pardede
    Drs Shohibul Anshor Siregar, MSi (kiri) dan Sutrisno Pangaribuan, ST. (Foto Dok : www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

    Penyerahan uang yang dilakukan beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) periode 2009-2014 adalah terobosan baru dalam penanganan kasus dugaan suap pengesahan APBD maupun dugaan suap Interpelasi. Langkah tersebut patut diapresiasi sehingga bisa mengungkap permasalahan korupsi yang melibatkan Gubernur sebagai pimpinan Pemprovsu maupun institusi DPRDSU. Kendati demikian, hasil pengumpulan keterangan dan penyelidikan KPK yang dilakukan di Medan beberapa waktu lalu, sebaiknya cepat diumumkan ke publik demi rasa keadilan.

    Penegasan tersebut disampaikan anggota Komisi A DPRDSU Sutrisno Pangaribuan, ST, dan Dosen Sosiologi Politik Fisip Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan Drs Shohibul Anshor Siregar, MSi,kepada www.MartabeSumut.com, Minggu malam (11/10/2015). Berbicara melalui saluran pesan media sosial WhatsApp, Sutrisno mengatakan, penyerahan sejumlah uang ke KPK yang dipercaya sebagai suap, semakin memberi pesan jelas bahwa praktik suap dan penyalahgunaan APBD Sumut 2011-2013 memang kerap terjadi. Oleh karenanya, lanjut politisi PDIP ini lagi, sikap jiwa besar beberapa anggota DPRDSU periode 2009-2014 itu pantas diikuti oleh siapa saja yang pernah merasa menerima suap/grativikasi Interpelasi atau pengesahan (ketok palu) APBD/P-APBD Sumut. "Begitupun, yang paling mendesak sebenarnya KPK segera mengumumkan hasil ekspose gelar perkara penyelidikan/penyidikan dugaan suap Interpelasi DPRDSU dan dugaan suap pengesahan APBD Sumut," ingat legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Sumut VII Kab Tapsel, Kab Madina, Kab Padang Lawas, Kab Padang Lawas Utara dan Kota Padang Sidimpuan itu. Sebab Sutrisno meyakini, ekspose gelar perkara akan mengubah status hukum para saksi menjadi tersangka dan membuat kasus dugaan suap Interpelasi maupun dugaan penyalahgunaan APBD Sumut berproses terang benderang.

     

    Benar Ada Penyalahgunaan APBD Sumut


    Terpisah, Dosen Sosiologi Politik Fisip Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan Drs Shohibul Anshor Siregar, MSi, mengaku tidak terkejut mendengar beberapa orang mengembalikan uang ke KPK terkait dugaan suap Interpelasi dan penyalahgunaan APBD Sumut. Harusnya, bila ada kesadaran, kata Shohibul, jumlah yang mengembalikan tidak jauh berbeda dari jumlah yang diperiksa KPK di Mako Brimob Poldasu beberapa waktu lalu. "Berarti benar ada penyalahgunaan uang APBD Sumut kurun 2011-2013. Apa itu untuk suap Interpelasi, ketok palu APBD atau tetek bengek lain. Berarti tidak sukses orang yang bermain karena muncul sukarelawan mengembalikan uang," terang Shohibul, tatkala dikonfirmasi www.MartabeSumut.com melalui ponselnya, Minggu malam (11/10/2015). Bagi Shohibul, kehadiran KPK ke Medan kemarin merupakan proses cek silang berbagai informasi penyalahgunaan APBD Sumut. "Boleh jadi saat Hak Interpelasi 3 kali digelar, Gubsu non aktif Gatot Pujo Nugroho dan konconya di DPRDSU telah mengumpulkan uang dari APBD Sumut untuk kepentingan suap," sindirnya blak-blakan, sembari meminta KPK tetap konsisten membereskan Sumut dari iklim suap dan korupsi APBD Sumut.

     

    Informasi dihimpun www.MartabeSumut.com menyebutkan, sejak beberapa hari kemarin, sudah ada 6 orang mengembalikan uang mencapai total Rp. 300 juta ke KPK di Jakarta. Tiga orang merupakan anggota DPRDSU periode 2009-2014 dan tiga orang lagi adalah anggota DPRDSU periode 2014-2019. Pengembalian uang disebut-sebut bersifat cicilan. KPK juga dikabarkan masih memanggil ke Jakarta beberapa pejabat penting DPRDSU dan Pemprovsu untuk pemeriksaan lebih lanjut. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Sutrisno & Shohibul Apresiasi Anggota DPRDSU 2009-2014 Kembalikan Uang Dugaan Suap ke KPK'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER