Minggu

17 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 28 September 2015 | 00:08 WIB

    Telah dibaca 792 kali

    Tragedi Mina, Pemerintah Indonesia Perlu Sarankan Arab Saudi Perbaiki Pengawasan Haji

    Budiman Pardede
    H Ikrimah Hamidy, ST, MSi, saat diwawancarai di Medan, beberapa waktu lalu. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Pemerintah Indonesia perlu memberikan saran kepada pemerintah Arab Saudi agar meningkatkan fasilitas serta memperbaiki pola pengawasan yang dibutuhkan jemaah saat menunaikan ibadah haji di Mekah. Sehingga bila kelak ada jemaah haji yang membutuhkan fasilitas khusus atau pengawasan ekstra ketat saat berada di tanah suci, maka bisa cepat diatasi bahkan menghindari kemungkinan musibah terjadi akibat kelalaian.

     

    Harapan tersebut disampaikan H Ikrimah Hamidy, ST, MSi, kepada www.MartabeSumut.com, Jumat siang (25/9/2015) di Medan. Menurut Ikrimah, musibah MIna yang menewaskan 700-an orang dan 800-an orang luka-luka pada Kamis (24/9/2015) pukul 07.00 waktu Arab Saudi atau pukul 11.00 WIB, adalah duka bagi manusia di dunia khususnya umat Muslim. Kendati enggan menyatakan ada kelalaian aparat pengamanan Arab Saudi atas tragedi Mina tersebut, toh Ikrimah merasakan perlunya pemerintah Indonesia tetap memberi masukan konstruktif kepada Arab "Kedapan, saya rasa dijadwalkan dengan ketat jadwal melempar jumrah. Jumlah jemaah juga diatur. Kemudian jalan yang dilalui jemaah haji menuju lokasi lempar jumrah diperbanyak," ucapnya.

     

    Tingkatkan Pengawasan dan Fasilitas


    Pada sisi lain, lanjut Ikrimah, tatkala menunaikan ibadah haji di Mekah tahun 2011, lokasi menuju lempar jumrah memang belum memakai fasilitas angkutan selain berjalan kaki. Saat ini, pemerintah Arab Saudi disarankannya menyiapkan fasilitas angkutan bagi yang berumur lanjut supaya mendukung kelancaran di lokasi. Kemudian aparat di sana dimintanya menertibkan jemaah yang salah jalan termasuk rutinitas patroli fisik untuk mengawasi kemungkinan kesalahan bahkan kelalaian jemaah haji. "Fasilitas dan pengawasan harus ditingkatkan Arab Saudi terhadap jemaah itu sendiri. Aparat jangan sampai membiarkan lalulintas massa jemaah berbenturan," ingat politisi PKS yang duduk sebagai anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 ini. Sementara untuk jemaah haji Indonesia yang ada di sana dan kelak menuju ke Mekah, Ikrimah mengimbau sebaiknya berfikir menyelamatkan nyawa yang utama tanpa opini-opini pribadi yang bersifat melalaikan pesan dalam manasik haji sebelum berangkat. Peran petugas haji dari semua negara dipastikannya juga sangat penting demi mengawasi serta mengantisipasi kemungkinan musibah terjadi.

     

    19 Jemaah Indonesia Wafat


    Sementara itu, Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan, jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia akibat berjejalan, terhimpit dan kesulitan bernapas di dekat lokasi lempar jumroh Mina bertambah jadi 19 orang. "Adapun yang luka beberapa orang dan yang belum kembali jumlahnya berkurang dari 112 orang menjadi 99 orang," terang Arsyad Hidayat dalam jumpa pers di Mekkah, Minggu dini hari (27/9/2015). Sedangkan pemerintah Iran menyalahkan Arab Saudi atas terjadinya tragedi Mina pada Kamis (24/9/2015). Dikutip dari www.BeritaSatu.com, Imam senior Iran Ayatullah Mohammad Emami Kashani meminta Arab Saudi mengalihkan kendali penyelenggaraan ibadah haji kepada Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Organisasi Internasional negara Islam dunia. "Pemerintah Saudi dan otoritas yang terlibat dalam penyelenggaran haji harus dituntut di muka pengadilan dan bertanggungjawab atas tragedi Mina. Mereka tidak boleh berbohong dan mengatakan tragedi Mina terjadi karena itu atau ini. Karena cuaca yang panas, atau karena kesalahan para jemaah," kecam Kashani, Jumat (25/9/2015). (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Tragedi Mina, Pemerintah Indonesia Perlu Sarankan Arab Saudi Perbaiki Pengawasan Haji'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER