Minggu

26 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 23 September 2015 | 00:01 WIB

    Telah dibaca 917 kali

    Sarma Hutajulu, SH: Plt Gubsu Jangan Cuci Tangan dengan Kegalauan Sumut Sekarang !

    Budiman Pardede
    Sarma Hutajulu, SH, saat diwawancarai di Medan, Selasa siang (22/9/2015). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan


    Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi sebaiknya jangan merasa tenang, senang, nyaman dan mencoba cuci tangan dengan kegalauan kondisi Sumatera Utara (Sumut) saat ini. Sebab, kendati Gubsu non aktif Gatot Pujo Nugroho telah ditahan KPK akibat kasus OTT suap hakim PTUN Medan beberapa waktu lalu, toh situasi sekarang tidak bisa dilepaskan dari dugaan penyalahgunaan APBD Sumut 2012-2013 khususnya pos Bantuan Sosial (Bansos) maupun Bantuan Daerah Bawahan/Bantuan Keuangan Provinsi (BDB/BKP).

     

    Peringatan keras tersebut dilontarkan Sarma Hutajulu, SH, mantan Sekretaris Pemenangan calon Gubsu Effendi Simbolon-Djumiran Abdi (ESJA) saat Pilgubsu 2013. Kepada www.MartabeSumut.com di Medan, Selasa siang (22/9/2015), Sarma memastikan, berbicara tentang dugaan penyimpangan APBD Sumut 2012-2013 yang sedang diselidiki aparat Kejagung dan KPK, tidaklah mungkin dapat dilepaskan dari pesta demokrasi Pilgubsu 2013 yang memenangkan pasangan Gatot Pujo Nugroho-Erry Nuradi (Ganteng) sebagai Gubsu-Wagubsu. Hal itu diyakini Sarma berlatarbelakang kemungkinan penyimpangan uang rakyat dari APBD Sumut melalui dana BDB/BKP dan Bansos. "Jadi Plt Gubsu jangan cuci tangan dengan kegalauan Sumut sekarang. Karena bukan mustahil ada penyelewengan dana Bansos dan BDB 2012-2013 ke Kab Sergai atau untuk kepentingan Pilgubsu 2013. Plt Gubsu jangan merasa tidak bertanggungjawab sebab saat Pilgubsu 2013 mereka 1 paket," cetus Sarma.

     

    Merefleksi Diri dengan Kerja

     

    Politisi PDIP Sumut yang menjabat anggota Komisi A DPRD Sumut periode 2014-2019 itu melanjutkan, bila Plt Gubsu HT Erry Nuradi merasa bisa cuci tangan soal dugaan penyalahgunaan APBD Sumut 2012-2013, tentu saja Tim Kejagung dan KPK tidak turun ke Sumut menyelidiki indikasi korupsi Bansos, BDB/BKP, BHP, BOS hingga dugaan grativikasi uang ketok palu pengesahan APBD Sumut 2013-2014. Artinya, imbuh legislator DPRD Sumut asal daerah pemilihan (Dapil) Sumut IX Kab Taput, Kab Tobasa, Kab Humbahas, Kab Samosir, Kab Tapteng dan Kota Sibolga ini lagi, Plt Gubsu perlu merefleksi diri dan mulai sungguh-sungguh menjalankan tupoksi kerja membangun supaya Sumut tidak galau seperti sekarang. "Sudahilah eforia Anda Pak Plt Gubsu. Pembangunan Sumut terancam rusak di tangan Anda. Lihat saja usulan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Sumut tahun anggaran (TA) 2015 yang tidak kunjung beres. Tak jelas sampek sekarang padahal sesuai Permendagri 37 tahun 2014 limit pengesahannya akhir bulan September 2015. Bagaimana pula dengan pembahasan R-APBD Sumut 2016 yang juga bakal molor," sesal wakil rakyat tergolong vokal itu, sembari membeberkan, saat Erry menjabat Bupati Sergai dana BDB/BKP untuk Kab Sergai tahun 2012 sebesar Rp. 76.270.709.000 dan ketika tahun 2013 ikut Pilgubsu meningkat jadi Rp. 101.343.604.000.

     

    Plt Gubsu Terjebak Dosa Masa Lalu ?

     

    Lalu, bagaimana melepaskan Sumut dari kegalauan sekarang ? Sarma justru tersenyum kecut. Seraya memperbaiki cara duduk, Sarma mempercayai posisi Plt Gubsu HT Erry Nuradi saat ini membawa tanggungjawab personal yang kesulitan bergerak lantaran terjebak "dosa masa lalu". Bagi dia, semua kesalahan dan persoalan yang melanda Sumut sebenarnya terletak di tangan Gubsu non aktif, Plt Gubsu dan jajaran Pemprovsu. Agar kegalauan Plt Gubsu tidak ditularkan terhadap percepatan pembangunan Sumut kedepan alias membuat Provinsi Sumut jadi galau juga, Sarma pun mengusulkan Plt Gubsu HT Erry Nuradi berkoordinasi dengan Mendagri atau aparat hukum sehingga memperoleh jalan keluar meneruskan kebijakan program pembangunan Sumut semisal pembahasan KUA-PPAS P-APBD Sumut 2015. Sebab Sarma menduga kuat, kemenangan pasangan Gatot Pujo Nugroho-Erry Nuradi saat Pilgubsu 2013 bukan mustahil memakai uang Bansos dan BDB. "Banyak daerah menerima dana besar tapi ternyata kantong-kantong suara mereka. Apalagi tidak ada indikator jelas berapa besaran dana Bansos/BDB tiap digulirkan. Makanya kami mendorong penuh KPK dan Kejagung melakukan penyelidikan secara terang benderang," tutup Sarma diplomatis di akhir percakapan. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Sarma Hutajulu, SH: Plt Gubsu Jangan Cuci Tangan dengan Kegalauan Sumut Sekarang !'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER