Senin

22 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 5 Juni 2015 | 00:09 WIB

    Telah dibaca 801 kali

    2.727 Jiwa Mengungsi Pasca-Penetapan Status Gunung Sinabung Awas Level 4

    Golfrid Hutagaol
    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Foto Dok : Ist/MartabeSumut)

    MartabeSumut, Tanah Karo


    Peningkatan status Awas (level 4) Gunung berapi Sinabung di Tanah Karo telah menyebabkan 2.727 jiwa (677 KK) mengungsi. Pengungsi berasal dari 4 desa yang terdapat di sisi Selatan dan Tenggara dari kawah Gunung Sinabung. Sebanyak 963 jiwa (218 KK) warga Desa Tiga Pancur mengungsi ke Pos Paroki, lalu 1.108 jiwa (381 KK) dari Desa Gurukinayan mengungsi ke Pos KNPI Kabanjahe, kemudian 256 jiwa (68 KK) asal Desa Pintu Besi mengungsi ke Pos Pendopo Kantor Bupati Karo dan 400 jiwa warga Desa Berastepu mengungsi ke Pos Serbaguna Simpangempat.

     

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan Pers yang diterima MartabeSumut, Kamis siang (4/6/2015), mengungkapkan, BPBD Karo telah mendirikan dapur umum, posko pengungsi pada 4 titik, 13 tenda pengungsi dan menyediakan kebutuhan dasar pengungsi. Pendataan masih dilakukan BPBD untuk memudahkan penanganan pengungsi. "Tim Reaksi Cepat BNPB terus memberikan pendampingan BPBD Karo. Aktivitas masyarakat di Kab Karo berjalan normal. Peningkatan status dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4) dilakukan sejak Selasa (2/6/2015) pukul 23.00 WIB tidak membuat warga Sinabung panik. Masyarakat sudah cukup beradaptasi dengan erupsi Gunung Sinabung yang meletus sejak Agustus 2010," kata Sutopo.

     

    Pada sisi lain, lanjut Sutopo, hingga kini aktivitas Gunung Sinabung terus dipantau. Teramati guguran lava pijar dari puncak sejauh 1-2 Km ke arah Selatan dan 1 Km ke Tenggara. Sempat terjadi 42 kali guguran dan tremor menerus. Sementara itu, aktivitas Gunung Karangetang di Kab. Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara juga masih tinggi. Sebanyak 339 jiwa (106 KK) masing mengungsi di 4 pos pengungsian. Pengungsi tersebar di Museum Ulu (190 jiwa, 60 KK), Gereja Siloam Salili (21 jiwa, 6 KK), Gereja Bukit Zaitun Tampuna (67 jiwa, 21 KK) dan rumah kerabatnya (61 jiwa, 19 KK). "Sebanyak 54 KK dari Desa Belali dan Desa Tarorare harus direlokasi karena terancam awan panas. Untuk penanganan darurat, BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai Rp. 150 juta dan logistik senilai Rp. 357 juta. Status Gunung Karangetang tetap Siaga (level 3)," tutup Sutopo. (MS/GOL)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda '2.727 Jiwa Mengungsi Pasca-Penetapan Status Gunung Sinabung Awas Level 4'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER