Minggu

16 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 21 Mei 2015 | 00:05 WIB

    Telah dibaca 1156 kali

    Aksi IMM Sumut Bergaya Preman, Pagar Gedung DPRDSU Dirobohkan

    Budiman Pardede
    Aksi anarkis perobohan pagar gedung DPRDSU dilakukan massa IMM Sumut saat unjukrasa ke gedung Dewan di Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (20/5/2015). (Foto: MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

    Aksi unjukrasa mahasiswa kembali tercoreng. Keberadaan lembaga pendidikan yang seharusnya menghasilkan kekuatan intelektual dan moral mulai dipertanyakan. Bukan apa-apa, setelah pada Senin siang (11/5/2015) lalu sebanyak 27 mahasiswa ditangkap polisi akibat demo brutal di kantor Gubsu, kini Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumut juga melakukan hal serupa. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) justru dinodai IMM Sumut dengan mempertontonkan perilaku preman, memalukan, anarkis, merusak dan merobohkan pagar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) di Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu siang (20/5/2015).

    Pantauan MartabeSumut, puluhan orang massa IMM Sumut tiba di gedung Dewan pukul 13.15 WIB. Dalam kondisi hujan rintik-rintik, awalnya demonstran berunjukrasa di tengah-tengah ruas Jalan Imam Bonjol depan gedung DPRDSU. Mereka memajang spanduk dan karton-karton serta berorasi mempersoalkan kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Bahu jalan dimakan separo untuk beraksi dan berorasi sehingga mengakibatkan kemacetan parah arus lalulintas. "Seluruh elemen mahasiswa di Jakarta dan penjuru Indonesia menuntut perbaikan bangsa. DPRDSU jangan diam saja melihat kondisi rakyat yang kian parah. Mana anggota Dewan, kok gak ada yang menerima aspirasi kami," cetus Korlap IMM Heldi Kusnandar dengan nada tinggi, saat berorasi memakai alat pengeras suara. Pada pukul 13.47 WIB, Ketua Komisi B DPRDSU Donald Lumban Batu, SE (Gerindra), Wasner Sianturi (PDIP) dan Ir Ramses Simbolon, MSc (Gerindra) datang menemui pengunjukrasa ke luar. Pintu pagar sebelah kiri akhirnya dibuka dan ke-3 anggota DPRDSU berbaur dengan demonstran sembari mendengar seksama orasi yang disampaikan. Ratusan polisi dan puluhan petugas keamanan internal gedung Dewan tampak siaga mengawasi keadaan. Lima menit kemudian orasi berakhir dengan segudang kata-kata cacian, hinaan dan hujatan kepada Jokowi-JK bahkan anggota DPRDSU. "Jokowi-JK goblok, anggota DPRDSU juga goblok," cetus massa bersama-sama dengan lagu-lagu sindiran.

    Massa Tolak 3 Anggota DPRDSU

    Pada pukul 13.50 WIB, Korlap IMM Heldi Kusnandar tiba-tiba menyatakan menolak kehadiran 3 anggota DPRDSU. "Kami minta yang datang ke sini Ketua DPRDSU. Kalo yang 3 ini bukan Ketua DPRDSU, sebaiknya mundur saja. Setuju tidak teman-teman," ujar Heldi Kusnandar lantang, diikuti yel-yel massa "setuju". Alhasil ke-3 anggota Dewan mundur balik ke halaman DPRDSU. Selanjutnya pengunjukrasa berteriak-teriak lagi menghujat lembaga DPRDSU dan mencoba masuk ke halaman. Namun ratusan polisi dan petugas keamanan segera menarik pintu untuk ditutup. Demonstran tak tinggal diam. Balas menarik pintu dari arah berlawanan dan terus meringsek masuk. Namun kekuatan massa kalah karena pintu gerbang akhirnya berhasil ditutup paksa oleh polisi bersama petugas keamanan.

    Pagar Dirobohkan

    Masih berdasarkan pengamatan MartabeSumut di lokasi aksi, tatkala pintu pagar bagian kiri sudah tertutup, pengunjukrasa justru beralih ke pintu pagar sebelah kanan yang posisinya melekat dengan dinding besar pembatas. "DPRDSU goblok, kami mau ketemu Ketua DPRDSU. Buka pagar ini sekarang," imbau demonstran dengan gaya brutal dan ala preman. Nah, pada pukul 13.52 WIB massa mulai beramai-ramai memegang pintu pagar sebelah kanan dan menggoyang-goyang dengan sangat kuat. Aksi goyangan pagar tersebut bergemuruh keras disaksikan ratusan polisi, petugas keamanan, staf, pegawai, wartawan, tamu-tamu yang kebetulan berkunjung ke gedung DPRDSU hingga pengendara umum. Goyangan keras selama 3 menit akhirnya merobohkan pagar kanan bagian atas. Pagar tumbang menghantam tanah dan nyaris melukai beberapa demonstran. Setelah pagar kanan roboh, aksi massa belum berhenti sampai disitu. Mereka pindah lagi ke tengah Jalan Imam Bonjol yang sudah ditutup polisi untuk pengendara umum dan kembali berorasi menghujat anggota DPRDSU serta polisi.

    Pasukan AHH Siaga, Massa IMM Malah Bubar

    Melihat gejala tidak kondusif dari massa IMM Sumut yang pindah beraksi ke ruas jalan, pukul 14.10 WIB polisi pun mulai mengambil sikap tegas. Puluhan pasukan Anti Huru Hara (AHH) tampak disiagakan memakai baju pengaman, tameng, rotan pemukul dan pistol gas air mata. Kemudian pasukan AHH berbaris panjang mengamati aksi massa IMM Sumut seraya menunggu perintah dari komandannya. Persiapan tegas polisi itu ternyata membuat ciut nyali demonstran. Pelan-pelan puluhan pengunjukrasa longmarch membubarkan diri pada pukul 14.15 WIB. Ketua Komisi B DPRDSU Donald Lumban Batu, SE, yang sejak awal mengamati serius aksi anarkis massa IMM dari halaman DPRDSU bersama koleganya Ramses Simbolon dan Wasner Sianturi, ketika ditanya MartabeSumut, menyesalkan aksi anarkis pengunjukrasa. Donald bahkan mempertanyakan apakah pengunjukrasa benar mahasiswa atau sekadar membawa-bawa lembaga/organisasi kemahasiswaan.  "Bila benar mahasiswa, kenapa mereka bergaya preman, anarkis dan merusak? Kita kecam gerakan mahasiswa yang seharusnya intelek tapi justru memalukan kayak preman-preman. Momentum Harkitnas bukan ajang unjukrasa merusak. Kita sudah datang menerima tapi ditolak bahkan dituding goblok," heran Donald tak habis fikir, sembari mendukung sikap polisi yang proaktif bertindak.

     

    Gelombang aksi massa berikutnya terjadi pukul 14.40 WIB berbendera Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed). Demonstran juga mengusung tuntutan perbaikan bangsa dan kesejahteraan rakyat dan diterima oleh anggota DPRDSU Donald Lumban Batu SE, Wasner Sianturi dan Jantoguh Damanik. Massa Unimed membubarkan diri teratur pukul 15.11 WIB. Semetara itu, ratusan personel polisi melakukan apel pada pukul 16.00 WIB setelah sebelumnya melakukan penjagaan sejak pagi hari. Polisi meninggalkan gedung DPRDSU pukul 16.35 WIB sambil membawa perlengkapan AHH seperti beberapa truk pasukan, 1 mobil Barracuda dan 1 truk water canon (meriam air). (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER