Selasa

17 Okt 2017

Pengunjung Hari Ini : 2.797,   Bulan Ini : 64.364
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 4 April 2015 | 14:28 WIB

    Telah dibaca 9365 kali

    Kenapa Walikota Medan dan Kadis Pertamanan Menebang Pohon Besar di Jalan Gajah Mada Medan itu ?

    Golfrid Hutagaol
    Itulah 1 pohon besar yang ditebang di Jalan Gajah Mada Medan, belum lama ini. Dokumentasi diambil Kamis siang 2 April 2015.(Foto : MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Satu pohon besar di kawasan Jalan Gajah Mada Medan depan Taman Gajah Mada tiba-tiba sudah tampak ditebang beberapa hari lalu. Siapa yang menebang dan apa alasannya, yang pasti warga Medan Huta Siahaan (46) tak habis fikir. Sebab pohon tersebut dinilainya tumbuh subur selama puluhan tahun dan merupakan tanaman penghijauan di tengah kota Medan.

     

    Warga Medan itu juga menyesalkan beberapa taman kota maupun tanaman yang tumbuh di pinggir jalan penjuru Kota Medan kerap tandus kekeringan tanpa perawatan. Anehnya lagi, kata Huta, Taman Sudirman depan RS Elisabet, Taman Ahmad Yani, Taman Gajah Mada dan Taman Cik Ditiro Medan tidak steril dari penghijauan lantaran taman-taman tersebut sudah disesaki bangunan yang disinyalir tanpa IMB jelas. Kepada MartabeSumut, Senin kemarin, Huta menyatakan keheranan mendalam atas sikap Walikota Medan Dzulmi Eldin dan Kadis Pertamanan Medan Ir H Zulkifli Sitepu, MM, yang digolongkannya tidak mau tahu terhadap keasrian ekosistem lingkungan kota. Menurut Huta, beberapa hari lalu saat pergi bekerja melintasi Jalan Gajah Mada maupun beberapa ruas jalan protokol di Medan, pandangannya miris terlihat pada 1 pohon besar yang sudah ditebang. "Aku rasa itu pohon mahoni besar. Kan sudah bagus di sana berdiri ? Kenapa Pak Walikota dan Pak Kadis Pertamanan Medan kita menebangnya," sindir Huta, seraya membeberkan, tiap hari pergi bekerja naik sepeda motor, dirinya selalu memandang sedih taman kota dan tanaman-tanaman di pinggir jalan karena seperti tidak pernah disiram bahkan sekarang disesaki bangunan yang berdiri.

    Usut Penebang Pohon

    Mengetahui kasus penebangan pohon, anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Ir Juliski Simorangkir, MM dan anggota Komisi D DPRD Medan H Ahmad Arif, SE, MM, meminta Walikota Medan Dzulmi Eldin mengusut siapa dalang dan apa alasan penebangan pohon besar di Jalan Gajah Mada Medan. Dihubungi MartabeSumut secara terpisah, Selasa (24/3/2015), kedua legislator membidangi pembangunan/lingkungan itu memastikan, Dinas Pertamanan Kota Medan berkewajiban merawat, menjaga, melindungi dan melestarikan taman kota bahkan seluruh tanaman yang ada di pinggir jalan. "Pohon-pohon harusnya ditambah bukan ditebang. Jadi Walikota Medan patut mengusut dan bertanggungjawab kenapa sampai ditebang," sesal Juliski dengan nada tinggi. Politisi Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) tersebut mencontohkan, saat ini banyak juga pohon dibiarkan mati di Jalan Bom Helvetia Medan. Diingatkannya, tanaman dan pohon-pohon sangat memerlukan maintenance (perawatan) supaya menghasilkan paru-paru kota yang indah, sejuk dan asri. "Walikota dan Kadis Pertamanan Medan perlu menjelaskan dalam kepentingan apa penebangan pohon di Jalan Gajah Mada? Sebab ada denda kalo sembarangan tebang pohon. Di jalan umum depan rumah kita saja tidak boleh asal tebang karena butuh izin Dinas Pariwisata. Gak bisa sembarangan," cetus Juliski.

     

    Tidak Boleh Dilakukan Seenaknya


    Hal senada dilontarkan Ahmad Arif. Bagi Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan tersebut, penebangan pohon di tengah kota tidak boleh dilakukan seenaknya oleh pihak manapun. Arif berkeyakinan, penebangan pohon tanpa alasan jelas dapat dikenai sanksi tegas sebab diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan. "Yang tebang pohon di Jalan Gajah Mada perlu diusut. Taman ya dirawat, tumbuhan dipelihara bagus-bagus dan pohon-pohon jangan ditebang seenaknya. Janganlah rusak penghijauan kota sebagai penyangga kehidupan kita. Apalagi akhir-akhir ini cuaca kita sangat ekstrim," tegas Ahamd Arif. Oleh sebab itu, lanjutnya, Walikota Medan dan Kepala Dinas Pertamanan wajib bertanggungjawab atas penebangan pohon di Jalan Gajah Mada bahkan terlantarnya banyak taman kota maupun tumbuhan di pinggir jalan. Sementara Kadis Pertamanan Medan Ir H Zulkifli Sitepu, MM, tidak mengangkat telepon selulernya tatkala dihubungi MartabeSumut, Selasa siang (24/3/2015). Pesan singkat SMS yang dikirimkan juga tidak kunjung dibalas sampai berita ini diturunkan. (MS/BUD/GOLFRID)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER