Senin

27 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 19 Mei 2012 | 19:39 WIB

    Telah dibaca 1091 kali

    Peran Negara Hilang, Aspirasi Subjektif Bikin Polda Metro Jaya Tolak Konser Lady Gaga

    Roy
    Lady Gaga (Courtesy: Kpl)

    MartabeSumut, Jakarta

     

    Rencana kedatangan Lady GaGa untuk menggelar konser di Indonesia mendapat respon keras dari Front Pembela Islam atau FPI sehingga berujung penolakan izin Polda Metro Jaya. Akibatnya, banyak pihak menilai bahwa peran dan fungsi Negara telah hilang gara-gara pengaruh subjektif segelintir orang. Mereka menilai penyanyi Lady GaGa membawa aliran setan dengan busana seksi serta aksi panggung yang kerap kontroversial.

     

    Dilain pihak, banyak pula yang berpendapat bahwa Lady GaGa sebenarnya hanya pekerja seni dan tidak lebih seksi dari hiburan masyarakat yang telah mengakar di Indonesia, seperti dangdut koplo. Dangdut modern yang dimainkan satu grup musik atau orkes Melayu (OM), dengan biduanita yang kadang memiliki goyangan yang sensual.

    Dikotomi persepsi yang kontradiktif ini berbutntut pertanyaan, seperti apakah aksi panggung dari Lady GaGa dan seberapa jauh aksi panggung dari penyanyi dangdut koplo?



    1. Aksi Panggung


    Aksi panggung berupa penampilan live baik dengan koreografi, goyangan atau atraksi lain di atas panggung. Lady GaGa biasa mempersiapkan konsep yang bakal ia hadirkan di atas panggung, tampil atraktif di hadapan ribuan penonton dengan koreografi yang sudah tertata.

    Sementara biduan dangdut koplo rata-rata memiliki kemampuan bergoyang yang menjadi ciri khas mereka. Proses improvisasi di atas panggung adalah faktor penunjang kesuksesan show mereka. Biduan juga punya pilihan untuk tampil seksi atau sekedar bergoyang biasa.

    2. Kostum


    Standar norma yang berbeda antara Indonesia dan Amerika memang menghadirkan gap tersendiri. Lady GaGa kerap tampil live dengan baju eksentrik, terbuka, atau bermodel bikini. Kostum tersebut masih bisa diterima oleh masyarakat Amerika, namun tampaknya bakal dipermasalahkan di Indonesia.

    Untuk standar kostum, meski biduan dangdut koplo yang seksi kerap tampil dengan goyangan hot dan kostum mini, standar mereka masih bisa sejalan dengan masyarakat.



    3. Interaksi Dengan Penonton: Tradisi Saweran


    Terdapat perbedaan mendasar mengenai interaksi antara sang bintang dengan penonton. Dalam konser Lady GaGa, interaksi terjalin lewat komunikasi verbal, dan jarang ada penonton yang berada di atas panggung kala sang musisi tengah menggeber aksinya. Sementara itu, penonton dan biduan dangdut koplo jauh lebih intim.



    Apalagi bila ada tradisi saweran, penonton seolah berlomba-lomba berdiri di atas panggung bersama sang biduan, menaburkan uang dan kadang menyelipkannya ke bagian tubuh sang penyanyi, dan biduan dangdut koplo biasanya bergoyang semakin panas kala uang mengalir.



    Jika kita lihat dari beberapa sisi tersebut, apakah wajar jika konser Lady GaGa diprotes dengan alasan seksi sementara ada tontonan lain yang jauh lebih seronok mengakar di masyarakat Indonesia ? Atau jika memang sepatutnya Lady GaGa tidak diperkenankan untuk konser di Indonesia, apakah ada aksi dari ormas Islam tersebut untuk menanggulangi konser dangdut koplo dengan pola demonstratif mereka yang selalu merasa diri/lembaga paling suci dan benar ? Terakhir, kenapa otoritas Negara terkesan membiarkan dengan alasan aspirasi sekelompok pihak yang sangat subjektif dan belum bisa dibuktikan kebenarannya? Mungkin cuma rakyat Indonesialah yang bisa menjawabnya. (MS/Kpl/Sjw/Yahoo)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Peran Negara Hilang, Aspirasi Subjektif Bikin Polda Metro Jaya Tolak Konser Lady Gaga'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER