Sabtu

23 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 5 Maret 2015 | 00:01 WIB

    Telah dibaca 912 kali

    Temui Massa yang Berkemah, Ketua Komisi A DPRDSU Nyatakan 19 Maret 2015 RDP dengan Pangdam I BB

    Budiman Pardede
    Ketua Komisi A DPRDSU Toni Togatorop, SE, MM (pegang toa) menemui demonstran asal Desa Ramunia yang sudah berkemah 3 hari di depan gedung DPRDSU, Rabu siang (4/3/2015). (Foto: MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Toni Togatorop, SE, MM menemui ratusan orang massa Forum Masyarakat Tani Maju (FMTM) dan Komite Revolusi Agraria (KRA) yang sudah berkemah selama 3 hari di depan gedung DPRDSU, Rabu siang (4/3/2015). Dalam kesempatan itu, Toni menyatakan jadwal Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pangdam I BB yang seyogianya 31 Maret 2015 dipercepat jadi 19 Maret 2015.

     

    Pantauan MartabeSumut di lokasi, ratusan orang yang sebelumnya berada di dalam kemah, berduyun-duyun memasuki halaman pintu masuk utama gedung Dewan. Mereka berkumpul sembari duduk di teras pintu masuk. Tepat pukul 13.45 WIB, Toni Togatorop datang bersama Sekretaris Komisi A DPRDSU Rony R Situmorang. "Karena kami peduli masalah petani Desa Perkebunan Ramunia, maka upaya kami mempercepat RDP telah membuahkan hasil. Jadwal awal 31 Maret 2015 telah dipercepat mejadi 19 Maret 2015," kata Toni, diikuti tepuk tangan ratusan warga. Oleh karena itu, lanjut politisi Partai Hanura tersebut, masyarakat yang berkemah di depan pagar gedung DPRDSU lebih baik pulang seraya menunggu RDP 19 Maret. "Sore ini juga pulanglah Bapak/Ibu sekalian. Kami mendukung perjuangan Bapak/Ibu," tegas Toni. Menurutnya, besok Kamis 5 Maret 2015 Komisi A DPRDSU akan melayangkan surat kepada Kapolresta Deliserdang, Kapoldasu dan Pangdam I BB agar mengamankan keadaan di Desa Perkebuna Ramunia. "Kami minta Puskopad TNI tidak melakukan intimidasi apapun. Kami akan atur waktu tepat melakukan kunjungan lapangan ke sana secepatnya," ucap Toni.

     

    Warga yang Berkemah Takut Pulang

     

    Masih berdasarkan pengamatan MartabeSumut, belum tuntas Toni Togatorop bicara, salah satu waga petani asal Desa Perkebuan Ramunia, Syamsiah (47), langsung angkat suara. "Tolonglah kami Pak, kami takut pulang Pak. Kami lebih baik sakit di kemah ini daripada pulang ke desa sekarang. Kami pulang nanti tak ada yang mengamankan," keluh Syamsiah terisak-isak. Sementara itu, beberapa menit kemudian, tiba-tiba muncul manatan anggota Komisi A DPRDSU periode 2009-2014 H Syamsl Hilal. "Mana wakil rakyat, situasi ini penindasan terhadap rakyat. Pangdam I BB harus bertanggungjawab," cetus Syamsul Hilal lantang. Kondisi itu tentu saja mengejutkan Toni dan Rony. Selanjutnya sempat terjadi sedikit adu mulut antara ke-2 anggota DPRDSU dan Syamsul Hilal. "Tadi malam jam 11 warga yang kemah di sini juga diteror. Mana polisi, siapa yang menolong rakyat yang tertindas. Rakyat sudah terusir, bantulah mereka," kata Syamsul Hilal dengan nada tinggi, seraya memaksa RDP dijadwalkan lebih cepat tapi Toni Togatorop tidak memberi respon selain tersenyum.

     

    Seperti diberitakan MartabeSumut sebelumnya, massa FMTM dan KRA menyesalkan aksi penggusuran rakyat dari Desa Perkebunan Ramunia Kec Pantai Labu Kab Deliserdang yang disebut-sebut dilakukan Puskopad TNI pada Minggu (22/2/2015) pukul 04.00 WIB dini hari. Lahan yang diusahai masyarakat setempat secara turun temurun dinilai FMTM dan KRA akan dirampas dan digusur dengan mengatasnamakan Puskopad TNI. "Kasus pada Minggu dini hari tanggal 22 Februari 2015 adalah bukti menyakitkan. Mereka menyeret, menarik dan mencampakkan warga begitu saja ke persawahan. Lalu posko penjagaan warga dihancurkan dengan alat berat. Peristiwa itu sudah diluar batas kemanusiaan," tegas Johan Merdeka kepada MartabeSumut, salah satu perwakilan warga yang berunjukrasa beberapa waktu lalu.

     

    Objek Lahan Puskopad TNI Tidak Sesuai

     

    Menurut Johan, objek tanah yang dimiliki Puskopad TNI tidak sesuai dengan lokasi lahan yang dimiliki warga. Dia menguraikan, objek tanah Puskopad TNI terletak di Desa Ramunia I dan bukan di Desa Perkebunan Ramunia. "Anehnya lagi, objek lahan mereka yang diberikan HGU itu justru tidak pernah diusahai sama sekali. Kami sangat menyesalkan aksi penyerangan warga pada Minggu dini hari kemarin," ucapnya dengan nada tinggi. Johan pun meminta wakil rakyat di DPRDSU segera memanggil Pangdam I BB dan pihak terkait lainnya untuk dimintai keterangan dalam forum RDP. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Temui Massa yang Berkemah, Ketua Komisi A DPRDSU Nyatakan 19 Maret 2015 RDP dengan Pangdam I BB'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER