Minggu

17 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 5 Maret 2015 | 00:00 WIB

    Telah dibaca 1427 kali

    Ir Tigor Lumbantoruan: Perhatian Gubsu Tak Jelas, Ajang PRSU Belum Berkualitas

    Budiman Pardede
    Anggota Komisi B DPRDSU Ir Tigor Lumbantoruan saat diwawancarai MartabeSumut di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu siang (4/3/2015). (Foto: MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Kendati pada 20 Maret 2015 agenda Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) memasuki usia ke-44, toh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) belum memberikan perhatian jelas dan serius untuk menjadikannya ajang berkualitas menguatkan promosi daerah. Padahal, PRSU merupakan salah satu momentum strategis dalam mendemonstrasikan potensi seni, budaya, industri bahkan produk perekonomian lokal.

     

    Penilaian tersebut dilontarkan anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Ir Tigor Lumbantoruan kepada MartabeSumut, Rabu siang (4/3/2015) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Ditemui seusai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Ketua Yayasan PRSU Drs H Taufik Margandi Lubis dan Bendahara PRSU Eddy Sijabat, SH, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memastikan, ajang PRSU yang digelar tiap tahun tidak menampakkan tanda-tanda memuaskan. "Perhatian Gubsu tak jelas, ajang PRSU belum berkualitas," sesal Tigor Lumbantoruan dengan nada tinggi.

     

    Pendapatan PRSU Tekor Terus

     

    Legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Sumut IX Kab Taput, Kab Tobasa, Kab Humbahas, Kab Samosir, Kab Tapteng dan Kota Sibolga ini mencontohkan, tidak jelasnya perhatian Gubsu dapat diukur dari pendapatan Yayasan PRSU yang selalu defisit anggaran alias tekor setiap tahun. Sementara pengunjung PRSU dikatakannya menurun drastis akibat lemahnya promosi Yayasan PRSU mengelola kegiatan. "Kualitas PRSU tidak mencerminkan budaya yang ada di Sumut. Lihat saja produk lokal semisal ulos Batak yang belum dieksplorasi dengan baik. Tadi pihak Yayasan PRSU hanya bicara normaif tanpa progress kegiatan signifikan," ungkap Tigor. Dengan tidak baiknya manajemen PRSU, lanjut Tigor lebih jauh, niscaya akan berkorelasi buruk terhadap upaya penggalangan dana dari sektor tiket pengunjung, parkir kendaraan, sewa gedung bahkan sewa pavilyun kepada 29 kab/kota se-Sumut setiap event digelar. "Mereka memang tidak pakai dana APBD tapi dana abadi mereka sekira Rp. 5 Miliar yang tersimpan di Bank Sumut sejak tahun 1985 akan habis bila dikuras terus," ingatnya.

     

    Kembalikan PRSU Sesuai Maksud Pendirian

     

    Oleh sebab itu, imbuh Tigor lagi, tujuan mulia PRSU seperti pembinaan, pengembangan dan promosi hasil-hasil pembangunan daerah harus dikembalikan sesuai maksud pendirian semula. Ajang PRSU ke-44 tahun 2015 yang tinggal 2 pekan lagi diharapkan Tigor benar-benar dioptimalkan dalam kerangka memperkenalkan produk-produk lokal, membantu pemasaran produk hingga kelanjutan hubungan kerjasama terhadap stake holder lokal, regional, nasional maupun internasioonal. "Kita jangan lupa, pendirian Yayasan PRSU dan penetapan pengurus Yayasan PRSU di SK-kan oleh Gubsu. Kalau kegiatan PRSU tidak berkualitas, ya berarti Gubsu tidak jelas memberi perhatian," sindir anggota Fraksi Persatuan Keadilan Bangsa (PKB) DPRDSU tersebut, seraya menegaskan, momentum PRSU ke-44 pada 20 Maret 2015 jangan sampai defisit namun memberi suntikan PAD kepada kas APBD Sumut. Pantauan MartabeSumut di ruang Komisi B DPRDSU, RDP dengan Yayasan PRSU dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRDSU Donald Lumban Batu, SE. Tampak hadir anggota Komisi B seperti Ir Ramses Simbolon, MSc, Wasner Sianturi dan beberapa anggota Komisi lainnya. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Ir Tigor Lumbantoruan: Perhatian Gubsu Tak Jelas, Ajang PRSU Belum Berkualitas'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER