Jumat

26 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 4 Maret 2015 | 00:03 WIB

    Telah dibaca 1232 kali

    Takut Diintimidasi dan Diteror, Rakyat Desa Perkebunan Ramunia Berkemah di Depan Gedung DPRDSU

    Budiman Pardede
    Ratusan warga Desa Perkebunan Ramunia berkemah di depan gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (3/3/2015). (Foto : MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Gara-gara ketakutan diintimidasi dan diteror, ratusan orang warga Desa Perkebunan Ramunia Kec Pantai Labu Kab Deliserdang berkemah di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Jalan Imam Bonjol Medan sejak Senin (2/3/2015). Niat berkemah pun dipastikan akan dilakukan 1 bulan penuh sampai konflik lahan antara warga dengan Pusat Koperasi Angkatan Darat (Puskopad) TNI terselesaikan.

     

    Pantauan MartabeSumut di lokasi perkemahan, Selasa sore (3/3/2015), ratusan warga berbendera Forum Masyarakat Tani Maju (FMTM) dan Komite Revolusi Agraria (KRA) yang telah berunjukrasa pada Senin (2/3/2015) kemarin di depan pagar masuk gedung Dewan, akhirnya membuktikan ancamannya untuk berkemah. Sejak kemarin malam sampai sekarang, kini perkemahan mereka memasuki hari ke-2. Massa tampak duduk santai berkumpul pada beberapa tenda yang sudah dipasang manual apa adanya. Tiga spanduk bertuliskan kata-kata protes juga terbentang di depan tenda yang jaraknya berdekatan. Pada sisi lain, perlengkapan memasak banyak teronggok di sudut-sudut tenda. Begitu pula alat-alat makan, minum dan kebutuhan dapur lainnya. Mayoritas warga yang berkemah didominasi ibu rumahtangga dan sebagian lagi bapak-bapak berusia sekira 50-an.

     

    Warga Penggarap Ketakutan


    Saat dijumpai MartabeSumut di dalam kemah, Santa Maria (44), warga penggarap asal Desa Perkebunan Ramunia, mengaku ketakutan kendati sudah tinggal di Desa Perkebunan Ramunia selama 15 tahun. "Kami bertanam padi dan kacang di sana Pak. Tapi sekarang gak bisa lagi karena lahan sudah ditembok Puskopad TNI. Lahan saya seluas 3 rantai atau 1.200 M2 memiliki surat alas hak tahun 2003 dari Kades bernama Prasojo. Tiga anak saya yang duduk di bangku SMU, SMP dan SD tak sekolah lagi akibat masalah ini. Untuk bernafas pun kami terancam di Ramunia. Kami ke sini lantaran takut diteror bahkan diintimidasi Pak," cetus Santa Maria sambil menangis.

     

    450 KK Terlantar

     

    Sementara itu, warga lain Open Manurung dan Subasrah spontan ikut bersuara kepada MartabeSumut. Keduanya menjelaskan bahwa saat ini ada 450 KK terlantar akibat perampasan lahan rakyat sekira 200 Hektare yang disebut mereka dilakukan Puskopad TNI. "Ponirin mafia tanah di sana Pak. Dia guru sekaligus Kepsek SMP. Mantan Kades Prasojo dan Ponirin harus ditangkap sebab mereka mafia tanah," ungkap Open Manurung. Subasrah juga menimpali, dirinya tinggal di Desa Perkebunan Ramunia sedari tahun 1960 sampai sekarang. Alas hak lahan garapan seluas 13 rante ditegaskannya dikeluarkan Kepala Desa karena lahan tersebut dinyatakan terlantar sejak lama. "Kami akan berkemah 1 bulan di DPRDSU ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap Puskopad TNI yang merampas tanah rakyat. Kami yang berkemah akan datang secara bergantian dari Desa Perkebunan Ramunia dengan biaya patungan atau pribadi," aku Subasrah, seraya menyerahkan beberapa dokumen surat keterangan penggarapan lahan dan ratusan nama yang sudah mendapat biaya ganti rugi dari Puskopad TNI. "Tapi nama-nama yang diganti rugi itu banyak fiktif alias gak punya lahan Pak," tutupnya. Untuk diketahui, DPRDSU telah menjadwalkan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Puskopad TNI, FMTM/KRA dan pihak terkait pada 31 Maret 2015.

     

    Seperti diberitakan MartabeSumut sebelumnya, massa FMTM dan KRA menyesalkan aksi penggusuran rakyat dari Desa Perkebunan Ramunia Kec Pantai Labu Kab Deliserdang yang disebut-sebut dilakukan Puskopad TNI pada Minggu (22/2/2015) pukul 04.00 WIB dini hari. Lahan yang diusahai masyarakat setempat secara turun temurun dinilai FMTM dan KRA akan dirampas dan digusur dengan mengatasnamakan Puskopad TNI. "Kasus pada Minggu dini hari tanggal 22 Februari 2015 adalah bukti menyakitkan. Mereka menyeret, menarik dan mencampakkan warga begitu saja ke persawahan. Lalu posko penjagaan warga dihancurkan dengan alat berat. Peristiwa itu sudah diluar batas kemanusiaan," tegas Johan Merdeka kepada MartabeSumut, salah satu perwakilan warga yang berunjukrasa beberapa waktu lalu.

     

    Objek Lahan Puskopad TNI Tidak Sesuai

     

    Menurut Johan, objek tanah yang dimiliki Puskopad TNI tidak sesuai dengan lokasi lahan yang dimiliki warga. Dia menguraikan, objek tanah Puskopad TNI terletak di Desa Ramunia I dan bukan di Desa Perkebunan Ramunia. "Anehnya lagi, objek lahan mereka yang diberikan HGU itu justru tidak pernah diusahai sama sekali. Kami sangat menyesalkan aksi penyerangan warga pada Minggu dini hari kemarin," ucapnya dengan nada tinggi. Johan pun meminta wakil rakyat di DPRDSU segera memanggil Pangdam I BB untuk dimintai keterangan dalam forum RDP. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Takut Diintimidasi dan Diteror, Rakyat Desa Perkebunan Ramunia Berkemah di Depan Gedung DPRDSU'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER