Minggu

17 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 3 Maret 2015 | 00:10 WIB

    Telah dibaca 978 kali

    Anggota DPRDSU Perang Mulut dengan Demonstran

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU dan massa saat terlibat perang mulut di depan pintu pagar masuk gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (2/3/2015). (Foto : MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Baskami Ginting dan Astrayuda Bangun perang mulut dengan puluhan demonstran berbendera Forum Masyarakat Tani Maju (FMTM) dan Komite Revolusi Agraria (KRA), Senin (2/3/2015) di depan pagar masuk gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan.

     

    Pantauan MartabeSumut, massa FMTM dan KRA tiba di gedung DPRDSU pukul 14.50 WIB. Mereka tidak memasuki halaman DPRDSU tapi berkumpul di pintu pagar utama seraya memajang spanduk dan berorasi. Tatkala Humas DPRDSU Rospita Pandiangan, SE, menemui pengunjukrasa bersama Baskami Ginting, Astrayuda Bangun dan beberapa anggota DPRDSU lainnya, puluhan pengunjukrasa langsung berbicara dengan posisi berhadap-hadapan. "Tolonglah DPRDSU buat RDP secepatnya. Masyarakat petani Desa Perkebunan Ramunia Kec Pantai Labu Kab Deliserdang sudah diserang oknum aparat dari Pusat Koperasi Angkatan Darat (Puskopad) TNI pada Minggu (22/2/2015) pukul 04.00 WIB dini hari," ungkap Johan Merdeka, salah satu pengunjukrasa.

     

    Agenda RDP 31 Maret 2015

     

    Menanggapi keluhan itu, Astrayuda Bangun menyatakan bahwa agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) memanggil pihak-pihak terkait sudah dijadwalkan Badan Musyawarah (Bamus) DPRDSU pada 31 Maret 2015. "Sabar ya, sudah dijadwalkan Bamus kok," katanya. Johan Merdeka tak puas. Dia langsung protes dan minta diagendakan pada hari itu juga atau dalam beberapa hari kedepan. "Gak bisa karena jadwalnya sudah diatur," cetus Astrayuda. "Bagaimana nyawa rakyat sudah habis semua kalau menunggu tanggal 31 Maret. Kami minta sebelum tanggal itu tarik dong personel TNI dari Desa Perkebunan Ramunia Kec Pantai Labu Kab Deliserdang yang mengintimidasi rakyat," balas Johan dengan suara tinggi, diikuti dukungan dari massa yang berteriak-teriak "bantu rakyat dong, masak anggota DPRDSU mau duduk, diam dan gaji besar saja". "Tidak bisa sebab bukan tupoksi DPRDSU. Tapi kalau ada apa-apa, kalian sampaikan saja supaya kami imbau kesatuan TNI yang kalian tuduh menyerang dan mengintimidasi," sambut Astrayuda juga dengan nada keras. "Bagaimana kalian anggota DPRDSU ini. Baju kalian saja rakyat yang beli, tapi tidak punya semangat membela rakyat," kejar Johan Merdeka tetap bernada tinggi, disusul suara keras demonstran menuding-nuding anggota DPRDSU. Mendengar kalimat tersebut, Baskami Ginting pun angkat bicara. "Jangan bawa-bawa baju yang kami pakai dong dengan bagaimana kerja kami membela rakyat. Anda sabar ikuti proses yang sudah dijadwalkan DPRDSU," serang Baskami Ginting. 

     

    Masih berdasarkan pengamatan MartabeSumut, suasana perang mulut sekira 5 menit akhirnya mereda. Kedua pihak mulai menurunkan tensi suara masing-masing. Johan Merdeka akhirnya menyatakan akan berkemah di areal DPRDSU bersama rakyat Desa Perkebunan Ramunia Kec Pantai Labu Kab Deliserdang karena takut diserang atau diintimidasi oknum aparat TNI.Seperti diberitakan MartabeSumut sebelumnya, massa FMTM dan KRA menyesalkan aksi penggusuran rakyat dari Desa Perkebunan Ramunia Kec Pantai Labu Kab Deliserdang yang disebut-sebut dilakukan Pusat Koperasi Angkatan Darat (Puskopad) TNI, Minggu (22/2/2015) pukul 04.00 WIB dini hari. Lahan yang diusahai masyarakat setempat secara turun temurun dinilai FMTM dan KRA akan dirampas dan digusur dengan mengatasnamakan Puskopad TNI. "Kasus pada Minggu dini hari tanggal 22 Februari 2015 adalah bukti menyakitkan. Mereka menyeret, menarik dan mencampakkan warga begitu saja ke persawahan. Lalu posko penjagaan warga dihancurkan dengan alat berat. Peristiwa itu sudah diluar batas kemanusiaan," tegas Johan Merdeka kepada MartabeSumut, kala itu.

     

    Objek Lahan Puskopad TNI Tidak Sesuai

     

    Menurut Johan, objek tanah yang dimiliki Puskopad TNI tidak sesuai dengan lokasi lahan yang dimiliki warga. Dia menguraikan, objek tanah Puskopad TNI terletak di Desa Ramunia I dan bukan di Desa Perkebunan Ramunia. "Anehnya lagi, objek lahan mereka yang diberikan HGU itu justru tidak pernah diusahai sama sekali. Kami sangat menyesalkan aksi penyerangan warga pada Minggu dini hari kemarin," cetusnya dengan nada tinggi. Johan pun meminta wakil rakyat di DPRDSU segera memanggil Pangdam I BB untuk dimintai keterangan dalam forum RDP. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Anggota DPRDSU Perang Mulut dengan Demonstran'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER