Jumat

26 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 14 Februari 2015 | 00:11 WIB

    Telah dibaca 933 kali

    PRIDE : Penyebab Banjir Jakarta Buruknya Drainase

    Dekson H

    MartabeSumut, Medan


    Banjir yang melanda Kota Jakarta diakibatkan oleh buruknya drainase. Sekian banyak kali dan waduk yang terdapat di Jakarta seharusnya menjadi bagian utama untuk menampung air ketika hujan terjadi. Namun fungsi tersebut tidak maksimal dikarenakan terjadinya pendangkalan kali dan waduk. Sementara daerah pinggiran kali/waduk dijadikan tempat permukiman, bahkan kali dan waduk dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh penduduk sekitar.

    Penilaian tersebut dilontarkan Direktur Pusat Riset dan Investigasi Data Elektronik (PRIDE) Hotland S. Pane kepada MartabeSumut, Jumat (13/2/2015). Menurut dia, usaha Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menormalisasi fungsi kali dan waduk sudah dilakukan. Hampir setiap tahun program penanggulangan banjir diluncurkan melalui proyek-proyek pengerukan kali dan waduk tapi sangat disayangkan usaha yang menelan biaya ratusan miliar itu justru sia-sia. "Sebab kali dan waduk masih tidak berfungsi secara maksimal. Pertanyaannya adalah, apakah proyek normalisasi kali/waduk sudah tepat? Apakah proyek tersebut sudah dilakukan dengan benar sesuai dengan rencana Pemprov DKI Jakarta? Apakah pelaksanaan proyek pengerukan kali/waduk dilakukan dengan benar," tanya dia, seraya menambahkan, pantas diduga kalau proyek normalisasi kali/waduk tidak dilakukan dengan benar sehingga proyek berjalan tidak semestinya.

     

    Proyek Pengendalian Banjir Tak Berjalan

     

    Dia mencontohkan, banjir Jakarta kian buruk akibat tidak berjalannya proyek pengendalian banjir tahun anggaran 2013 dengan 5 (lima) paket kerja yang dilakukan oleh PT. Perjuangan Lima Naga (Direktur utamanya adalah Pandapotan Sinaga yang kini jadi anggota DPRD DKI Jakarta). Kelima paket tersebut meliputi : Pengerukan Waduk Tomang Barat senilai Rp. 4,3 miliar, Pengerukan Waduk Sunter senilai Rp. 19,7 miliar,   Pengerukan Waduk Sodetan Kali Sekretaris senilai Rp. 4,6 miliar,       Pengerukan Kali Mookevart senilai Rp. 17, 7 miliar dan Pengerukan Kali Grogol senilai Rp. 1,7 miliar.
     
    Menurut Hoitland, ke-5 paket pengerukan sebagian besar diduga tidak terdapat dalam Rencana Kerja dan Anggaran Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta tahun 2013. "Lihat Bukti Dokumen pada Dinas Pekerjaan Umum-11. Kita duga proyek pengerukan merupakan proyek titipan oknum anggota DPRD DKI Jakarta yang dikerjakan oleh PT. Perjuangan Lima Naga," duganya. Kentalnya aroma korupsi ke-5 paket diindikasikannya berdasarkan 4 hal :

    1.       Menurut temuan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terdapat dana siluman 3,518 triliun di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tahun anggaran 2013. Menurut pengakuan Agus Priyono, Kepala DPU DKI Jakarta saat itu, dana siluman tersebut adalah usulan dari DPRD DKI Jakarta.

    2.       Proyek-proyek tersebut tidak terdapat di dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran DPU DKI Jakarta tahun anggaran 2013.

    3.       Pengadaan proyek-proyek tersebut tidak melalui tender umum, tetapi penunjukan langsung.

    4.       Sub Bidang klasifikasi proyek pengerukan kali/waduk dengan nomor kode 22014 diberikan kepada PT Perjuangan Lima Naga yang tidak memiliki sub bidang klasifikasi yang sama. (Lihat Bukti DOkumen: Daftar Bukti Investigasi Proyek Pengendalian Banjir Jakarta t.a. 2013, Kode P3).

    Sebagaimana diketahui, lanjutnya, Pandapotan Sinaga yang telah terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 dan sudah dilantik pada Agustus 2014 lalu, masih tetap sebagai Direktur Utama PT Perjuangan Lima Naga. "Sebagian besar saham perusahaan dimiliki oleh Pandapotan Sinaga. Lihat Bukti DOkumen Daftar Bukti Investigasi Proyek Pengendalian Banjir Jakarta t.a. 2013, Kode P1 dan P2," singkap Hotland. (MS/Rel/DEKSON)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'PRIDE : Penyebab Banjir Jakarta Buruknya Drainase'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER