Minggu

17 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 12 Februari 2015 | 00:09 WIB

    Telah dibaca 1343 kali

    KIRAB Sumut Imbau Penyidik Polresta Medan Jaga Integritas Tangani 20 TKW Korban Mohar-Haryati

    Budiman Pardede
    Ketua Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB) Sumut Hamdan Simbolon, SH, saat diwawancara MartabeSumut, Rabu (11/2/2015). (Foto : MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Ketua Komite Integritas Anak Bangsa (KIRAB) Sumut Hamdan Simbolon, SH, kecewa. Miris mengetahui progress penanganan kasus 20 tenaga kerja wanita (TKW) asal Prov Nusa Tenggara Timur (NTT) yang jadi korban Mohar-Haryati selaku pemilik usaha sarang burung walet di Medan. Hamdan pun mengimbau penyidik dan aparat terkait di Polresta Medan jujur, profesional dan menjaga integritas institusi.

     

    Kepada MartabeSumut, Rabu sore (11/2/2015) di Medan, Hamdan Simbolon mengaku baru tahu berita tentang Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRDSU bersama Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram, SH, SIK, Kabag Bin Ops Polda Sumut AKBP Aris SB, SIK, Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) Sumut Rina Sitompul, KPAID Sumut, PKPA Sumut, BAKUMSU dan Keuskupan pada Selasa sore (10/2/2015) di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol. "Saya tahu setelah membaca beritanya di Media Online MartabeSumut.com pada Rabu dini hari (11/2/2015). Saya justru tidak melihat beritanya di media-media cetak besar dan media lokal lain. Saya heran dan sedih kenapa tidak kunjung ada perkembangan kasus tersebut 1 tahun berlalu," herannya.

     

    Berdasarkan RDP yang dilakukan kemarin, kata Hamdan, KIRAB menyesalkan kinerja aparat Polresta Medan yang terkesan kurang profesional menangani kasus 20 TKW Mohar-Hariyati hingga mengakibatkan 2 orang meninggal dunia. Hamdan pun mempertanyakan reaksi Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram yang seolah-olah loyo dan menyerah saat memaparkan perkembangan kasus di hadapan anggota DPRDSU. "Ada apa atau apa ada ? Apa benar polisi dan penyidik Polresta Medan menyerah ? Saya terkejut membaca berita MartabeSumut.com terkait sikap Kasat Reskrim Polresta Medan itu," ujarnya.

     

    Kapolresta Medan Perlu Evaluasi Kinerja Penyidik

     

    Oleh sebab itu, lanjut Hamdan, KIRAB Sumut meminta Kapolresta Medan segera mengevaluasi kinerja penyidik, aparat yang terkait serta Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram. Hamdan mengingatkan, aparat kepolisian wajib serius menuntaskan kasus-kasus memalukan yang akhir-akhir ini marak terjadi di Medan seperti penyiksaan PRT, pembunuhan tenaga kerja, perbudakan hingga mempekerjakan anak dibawah umur. "Jangan sampai penilaian negatif terhadap Kota Medan sebagai ladang pembantaian PRT, perbudakan, mempekerjakan tenaga kerja dibawah umur dan penyiksaan pekerja wanita, itu menjadi fakta miris yang benar-benar tidak bisa terbantahkan," cetus Hamdan.

     

    Ketika ditanya MartabeSumut apa jalan keluar terbaik yang harus dilakukan aparat kepolisian, Hamdan Simbolon menegaskan, satu-satunya solusi penuntasan kasus-kasus menyangkut kemanusiaan adalah dengan menunjukkan kinerja aparat yang menjaga integritas, profesional, jujur, berkeadilan serta bisa dipercaya rakyat. Hamdan mencontohkan, dalam konflik antara KPK-Polri, pihak kepolisian selalu gigih menunjukkan dan mengaku profesional menerima/menyahuti semua pengaduan masyarakat tanpa pandang bulu. "Lalu, apakah selama ini polisi memang benar-benar memiliki semangat yang dilontarkan pejabat Mabes Polri tersebut ? Bagaimana pula polisi menindaklanjuti kasus-kasus orang miskin yang justru banyak terbenam di Polsek, Polresta dan Polda selama ini," sindir Hamdan di akhir percakapan. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'KIRAB Sumut Imbau Penyidik Polresta Medan Jaga Integritas Tangani 20 TKW Korban Mohar-Haryati'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER