Sabtu

23 Feb 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 17 Desember 2014 | 00:54 WIB

    Telah dibaca 1080 kali

    Komisi E DPRDSU: Kasus PRT di Jalan Beo Medan Terkesan Dideponir Kekuatan Besar

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Janter Sirait dan Efendi Panjaitan saat diwawancarai, Selasa siang (16/12/2014). (Foto : MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Aparat kepolisian di jajaran Poldasu jangan sampai mendeponir kasus penyekapan, penganiayaan, pelanggaran HAM dan pembunuhan pembantu rumah tangga (PRT) di Jalan Beo Medan milik H Syamsul Anwar dengan bendera perusahaan PT Maju Jaya. Sebab, selain sudah terjadi sejak 2012, kasus tersebut juga pernah dilaporkan beberapa lembaga/orgaisasi kemasyarakatan untuk ditindaklanjuti polisi namun selalu berujung tidak jelas.

     

    Penilaian tersebut dilontarkan Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat aerah Sumatera Utara (DPRDSU) Efendi Panjaitan dan anggota Komisi E Janter Sirait. Kepada MartabeSumut usai melakukan pertemuan khusus bersama Disnaker Provsu, Biro Pemberdayaan Perempuan/Anak, APJATI, KPAID, LSM Pusaka Indonesia, Awasa HAM Sumut dan LPSK, Selasa siang (16/12/2014) di Lt I Gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, ke-2 legislator sepakat menyesalkan sikap polisi bila benar membiarkan kasus itu hingga menimbulkan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa. "Ini sudah terjadi sejak tahun 2012. Berarti Komisi E DPRDSU menduga kuat telah terjadi pengaruh kekuatan besar yang mendeponir kasus penganiayaan PRT," cetus Janter Sirait.

     

    Menurut politisi Partai Golkar ini, saat pertemuan dengan LSM, organisasi dan lembaga terkait, Komisi E DPRDSU meminta semua pihak terkait melakukan studi komparatif atas kasus PRT di Jalan Beo Medan. "Saya sangat yakin ada intervensi kuat. Apa polisi yang nota bene juru periksa (juper) mendeponir kasus di Jalan Beo atau tidak kita memang belum tahu pasti. Tapi Komisi E akan secepatnya meminta klarifikasi Kapolresta dan Kapoldasu karena kasus ini sangat meresahkan msyarakat. Dan lagi supaya polisi jangan main-main saat menangani kasus," ingat Janter. Janter berharap, kasus mengerikan PRT di Jalan Beo Medan jangan sampai terulang lagi dengan adanya kerjasama aktif dari aparat kepolisian. "Apa kita mau seperti di Provinsi NTB? Di sana ada polisi (juper-Red) berpangkat Brigadir yang melaporkan Kapoldanya lantaran berusaha mendeponir kasus serupa," sindirnya.

     

    Fenomena Gunung Es

    .

    Pada kesempatan terpisah, Ketua Komisi E DPRDSU Efendi Panjaitan memastikan, kasus PRT di Jalan Beo Medan ibarat fenomena gunung es. "Banyak kasus lain yang belum terungkap. Kita akan berusaha maksimal. Makanya pertemuan tadi kita upayakan mencari akar masalah," katanya. Politisi PDIP itu mensinyalir, selama ini bukan mustahil ada keengganan antara instansi pemerintah maupun aparat dalam menyikapi persoalan semenjak dini. Komisi E disebutnya akan berupaya keras membantu polisi menuntaskan dan menghubungkannya dengan penegakan hukum atas indikasi berbagai pelanggaran hukum yang menimpa PRT. "Komisi E DPRDSU yang membidangi kesejahteraan rakyat lebih menekankan kasus penyaluran PRT oleh perusahaan," akunya. Waktu berkunjung ke lokasi di Jalan Beo Medan, lanjutnya, Efendi mengaku melihat "campur tangan" beberapa oknum aparat TNI dan Polri yang terkesan melindungi pemilik perusahaan Syamsul Anwar. "Ini bukan persoalan biasa lagi tapi serius. Karena ada dugaan mendeponir kasus sejak 2012 oleh oknum-oknum aparat, makanya kita akan minta klarifikasi secepatnya kepada pimpinan Polri dan TNI di Sumut," terangnya.

     

    Seperti diketahui, peristiwa penyekapan, penyiksaan dan pembunuhan PRT terungkap pada Jumat (28/11/2014). Polresta Medan sendiri sudah memeriksa dan menahan beberapa orang dari rumah penampungan milik H Syamsul Anwar dengan bendera perusahaan PT Maju Jaya beralamat di Jalan Beo Kecamatan Medan Timur Medan Sumatera Utara. PRT yang memberi kesaksian diantaranya Endah (55) asal Madura, Anisa Rahayu (25) asal Malang dan Rukmaini (43) asal Demak. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Komisi E DPRDSU: Kasus PRT di Jalan Beo Medan Terkesan Dideponir Kekuatan Besar'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER