Sabtu

20 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 1 Mei 2012 | 15:42 WIB

    Telah dibaca 1345 kali

    Peringati Mayday, Ratusan Warga Sari Rejo Ribak Masalah Tanah

    Dekson H
    Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang, SH, MSi, berupaya menenangkan massa yang mulai emosi. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Ratusan warga Sarirejo yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) memperingati Mayday dengan berunjukrasa lebih awal ke area pintu utama masuk Bandara Polonia Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (1/4) pukul 10.25 WIB. Mereka pun 'meribak' (membongkar-Red) berbagai persoalan tanah yang tak tuntas bertahun-tahun dan terletak di kawasan bandara Polonia Medan. "Kini tanah-tanah kami itu sudah dikuasai TNI AU pak polisi dan dijuali kepada developer untuk mendirikan bangunan-bangunan," teriak massa Formas, saat menguasai Jalan Imam Bonjol/pintu utama Bandara Polonia Medan. 

     

     

    Pantauan MartabeSumut, aksi massa Formas tersebut sempat menghadapai ketegangan dengan polisi yang menjaga bandara dengan barikade kawat berduri. Pengunjukrasa yang tidak bisa mendekati bandara sekira 100 Meter lagi, berorasi di atas mobil pick up dengan pengeras suara. "Selama 30 tahun kami dirindas pak polisi, saya siap ditembak apalagi hanya menerobos kawat berduri ini," teriak Hermanto, salah satu demonstran.  

     

    Menurut Hermanto, momentum Mayday 1 Mei 2012 sangat tepat dijadikan ajang mencurahkan pendapat dan aspirasi oleh warga Sari Rejo Medan. Dia mengatakan, ratusan rumah dan ratusan Hektare tanah milik warga Sari Rejo harus dikembalikan pimpinan TNI Angkatan Udara kepada rakyat. "Mahkamah Agung RI telah memutuskan agar tanah dikembalikan Kepala Staf TNI AU kepada warga sari Rejo. Kasau harus menghormati putusan MA tersebut," teriak Hermanto. Selain itu, Formas disebutnya pula menuntut penghentian penjualan tanah rakyat Sari Rejo kepada pihak pengembang (developer).   

     

    Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang, SH, MSi, sempat berupaya menenangkan massa yang mulai memukul-mukul barikade kawat berduri dengan tongkat kayu. Sebagian pengunjukrasa juga melempari kawat berduri dengan batu-batu besar. "Kami rakyat yang berhak menyampaikan aspirasi. Kami minta polisi tidak sombong menghadapi rakyat yang telah ditindas oleh kekuasaan selama ini. Kami akan tetap di sini menunggu teman-teman buruh lainnya datang," teriak massa. (MS/DEKSON)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Peringati Mayday, Ratusan Warga Sari Rejo Ribak Masalah Tanah'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER