Sabtu

20 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 12 November 2014 | 00:06 WIB

    Telah dibaca 1635 kali

    Ketua BKD Dorong Kasus Anggota DPRDSU Sutrisno Pangaribuan Kepada Pimpinan Dewan

    Budiman Pardede
    Ketua BKD Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Ramses Simbolon saat diwawancarai, Selasa siang (11/11/2014) di gedung DPRDSU. (Foto : MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Ketua Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (BKD) Ir Ramses Simbolon, MSc memastikan, pihaknya segera mendorong kasus yang menerpa anggota DPRDSU Sutrisno Pangaribuan (SP) kepada pimpinan DPRDSU. Hal itu dilakukan setelah melalui mekanisme internal di BKD.

     

    Pasca-pengaduan N br P ke BKD pada Jumat (7/10/2014), kata Ramses saat ditanya MartabeSumut, Senin siang (10/11/2014), BKD masih menilai laporan tersebut untuk selanjutnya mengutamakan pedoman beracara dan kondisi presentense (kekinian). "Tentu saja kami berempati menerima pengaduan N br P. Kami juga sudah rapat agar bisa cepat mendorong masalah ini kepada pimpinan Dewan," cetusnya. Politisi Partai Gerindra itu berjanji akan secepatnya membuat masalah terang benderang. Kendati mengakui belum memanggil SP, namun Ramses menyatakan telah koordinasi dengan pimpinan Dewan. "Sabar saja, masih kita proses sesuai tahapan dan ketentuan," tutup Ramses.

     

    Sutrisno Tak Mau Jawab Soal Test DNA

     

    Terpisah, anggota DPRDSU Sutrisno Pangaribuan yang dikonfirmasi MartabeSumut, Selasa siang (11/11/2014) di ruang Komisi A DPRDSU, terkesan enggan memberikan tanggapan. Sembari menghindar mencoba menjauh, Sutrisno menjawab pertanyaan sepotong-sepotong. "Saya hanya jawab sekali hari Senin semalam. Saya gak akan menjawab lagi apa mau test DNA atau tidak," cetusnya. Lalu, apakah anak yang dibawa N br P itu anak Anda dan sudahkah Anda dipanggil BKD ? Sutrisno kembali menghindar keluar meninggalkan ruang Komisi A. "BKD belum memanggil. Kalo itu anakku sudah aku ambil," tepisnya berlalu dengan jalan cepat.

     

    Tuntut Tanggungjawab

     

    Seperti diberitakan MartabeSumut sebelumnya, seorang perempuan berinisial N br P (32), mengadukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Sutrisno Pangaribuan (SP) kepada Badan Kehormatan DPRDSU (BKD), Jumat pagi (7/11//2014) di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan. Didampingi ibu kandung dan sepupunya Ju Purba, NP tampak menggendong gadis kecil berusia sekira 3 tahun.

     

    Pengamatan MartabeSumut, kehadiran N br P sekira pukul 10.40 WIB itu langsung mendapat "pengamanan" khusus dari staf pegawai DPRDSU menuju ruang pertemuan BKD di Lt I. Beberapa anggota BKD seperti Baskami Ginting (F-PDIP), Saleh Bangun (F-Demokrat), Wakil Ketua SQ Marpaung (F-PKS) dan Ketua Ramses Simbolon (F-Gerindra) tampak buru-buru memasuki ruang BKD menemui NP. Nah, hampir 1,5 jam melakukan pertemuan, anggota BKD Baskami Ginting akhirnya keluar ruangan pertama kali. MartabeSumut dan beberapa insan Pers langsung mewawancarainya. Baskami menjelaskan, BKD masih sebatas mendengar cerita N br P terkait kronologis hubungannnya dengan SP. "Kita tampung dulu aduan NP dan memintanya membuat laporan resmi. Dari laporan NP kita bisa tahu apa tuntutan/keinginannya. Lalu BKD rapat internal, setelah itu hasilnya direkomendasikan kepada Pimpinan DPRDSU," terang Baskami. Ketika disinggung MartabeSumut soal sikap Fraksi dan Partai PDIP Sumut menyahuti masalah politisi PDIP tersebut dengan N br P, Baskami memastikan Fraksi PDIP akan memanggil SP secepatnya. "Tapi pengaduan resmi NP ke Fraksi PDIP memang belum ada," aku Baskami.


    SP dan NP Berkenalan Awal 2010


    Di lokasi sama, MartabeSumut mengkonfirmasi Ju Purba, yang mengaku sepupu kandung N br P. Diungkapkan Ju Purba, awal perkenalan NP dan SP terjadi awal tahun 2010 di Jakarta. Hubungan itu disebutnya kian intim lantaran sama-sama pegawai salah satu agen travel swasta. "Awal 2011 mereka berhubungan suami istri sampai lahirlah RH pada 14 Oktober 2011 di Balige. Sekarang si anak sudah berumur 3 tahun namun tidak pernah ada ikatan pernikahan orangtuanya. NP sendiri merasa malu dan mengungsi ke Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Kami datang ke BK DPRDSU untuk mengadukan nasib dan meminta tanggungjawab SP," cetus Ju Purba dengan nada tinggi. Ketika disinggung MartabeSumut terkait selang waktu 3 tahun dan upaya selama ini mengadukan SP kepada keluarganya atau kepolisian, Ju Purba menyatakan sering dilakukan. Tapi sikap SP yang tidak kooperatif, tidak mau bertanggungjawab, menghindar bahkan kerap berbohong, membuat pihaknya terpaksa membeberkan persoalan secara terbuka. "Sebenarnya kita malu dan tidak suka begini. Tapi mau apalagi. Dia yang meminta dan kami tak punya jalan keluar lagi," keluh Ju Purba. Ditambahkannya, upaya terakhir NP atau keluarga masih dilakukan saat menghadiri pernikahan SP dan EM br P di Hotel GA Medan pada 18 Oktober 2014 lalu. NP dan keluarga ditegaskan Ju Purba hanya meminta tanggungjawab dan pengakuan SP sebagai laki-laki yang punya 1 anak perempuan. Makanya, imbuh Ju Purba lagi, dengan berat hati NP datang ke acara resepsi pernikahan SP dan EM br P namun hasilnya tetap sebatas janji. "Si SP melihat NP hadir tapi dia hanya mengirimkan pesan singkat SMS kepada NP yang berbunyi "besok kita selesaikan baik-baik". Namun hingga kini tidak ada niat baik menyelesaikan. Pemberkatan nikah SP bersama EM br P dilakukan di HKBP Sudirman Medan pada 16 Oktober 2014," sesal Ju Purba, sembari menambahkan, demi menghindari masalah, SP pernah mengancam NP dan keluarga atas tuduhan pencemaran nama baik.


    Kode Etik DPRDSU Pasal 1 Poin 14

    Beberapa saat setelah Baskami Ginting keluar, giliran Wakil Ketua BKD Syamsul Qodri Marpaung meninggalkan ruang rapat BKD. MartabeSumut dan beberapa insan Pers kembali mencegatnya. Disampaikan Syamsul Qodri, BKD masih mempelajari pengaduan NP dan menghubungkannya dengan Kode Etik DPRDSU dalam Ketentuan Pasal 1 poin 14 tentang jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan anggota DPRDSU semisal perbuatan amoral. "Tahapannya Pleno internal BKD dulu. Kemudian hasilnya kita teruskan kepada pimpinan Dewan. Hukuman bisa teguran dan bisa diberhentikan," terang Syamsul Qodri. Tatkala ditanya MartabeSumut soal jadwal pemanggilan BKD kepada SP dan kemungkinan "ketidaktegasan" BKD jadi "polisi penegak hukum" terhadap sesama kolega yang bermasalah, Syamsul Qodri justru terlihat menarik nafas panjang. Bagi dia, yang bisa menghadirkan SP dalam sidang kode etik BKD adalah pimpinan DPRDSU melalui usulan BKD. "Kita perlu jaga kehormatan lembaga Dewan. Kita siap tegas, kenapa tidak? Kita minta dia juga menghormati lembaga DPRDSU untuk mengikuti proses BKD," tepisnya.


    Tidak Ada Niat SP Menyelesaikan

    Masih berdasarkan pengamatan MartabeSumut, sekira pukul 12.30 WIB, N br P akhirnya keluar dari ruang BKD bersama ibunya br Silalahi. NP tampak menggendong seorang gadis kecil sambil berjalan tergesa-gesa. Ada rona tertekan dan letih di wajah NP. Kendati berjalan cepat meninggalkan gedung DPRDSU, MartabeSumut dan beberapa insan Pers tetap melakukan konfirmasi. "Saya datang mau mengadukan nasib dan minta tanggungjawab SP sebagai laki-laki yang merupakan ayah dari anak ini," ucap NP pelan. Manakala dikejar MartabeSumut rentang waktu 3 tahun mengangkat masalah ke permukaan, NP mengakui dirinya dan keluarga telah berupaya keras meminta tanggungjawab SP tapi tidak membuahkan hasil. "Saya kenal SP saat ada kegiatan Naposo (muda-mudi-Red) di Jakarta. Dulunya SP tinggal di kawasan Pramuka Jakarta. Kerjanya saat di Jakarta juga gak jelas. Bulan Juli 2014 saya baru tahu kalau SP itu terpilih sebagai anggota DPRDSU. Niat baiknya tidak ada untuk menyelesaikan masalah ini," keluh N br P menyesali keadaan.


    SP Tidak Menyahuti Konfirmasi

     

    Terbiasa menjunjung etika/kode etik jurnalistik dan profesi, upaya cover both side, kesempatan memberi hak menanggapi serta keseimbangan atas peristiwa pengaduan sepihak N br P, menuntun MartabeSumut menghubungi SP sang anggota DPRDSU periode 2014-2019. Namun sangat disayangkan, ketika telepon seluler (ponsel) anggota Komisi A membidangi hukum/pemerintahan dan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPRDSU itu dihubungi pada Jumat (7/11/2014) pukul 15.12 WIB, SP justru tidak menyahuti. Saat dikirimkan pesan singkat SMS ke nomor ponselnya 0821642344xx, SP tetap saja tidak memberikan balasan. Setelah 5 menit pesan singkat SMS dikirimkan, MartabeSumut kembali berusaha menghubungi ponsel SP. Lagi-lagi hasilnya tetap tidak ada sahutan. Tiga kali kontak susulan langsung yang dilakukan MartabeSumut juga disambut nada panggilan aktif ponsel SP tanpa ada jawaban. Untuk diketahui, sebelumnya, pada 29 Oktober 2014 lalu, sebanyak 65 orang mengatasnamakan Masyarakat Revolusi Mental Sumatera Utara juga mengadukan kasus ini dengan melayangkan surat kepada 9 Fraksi DPRDSU, Gubsu, KPUD Sumut, DPD PDIP Sumut dan DPP PDIP di Jakarta. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Ketua BKD Dorong Kasus Anggota DPRDSU Sutrisno Pangaribuan Kepada Pimpinan Dewan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER